Perampokan Motor Guru SD di Lahat, Pelaku Ditangkap
Pada Senin, 2 Maret 2026, sekitar pukul 11.30 WIB, terjadi kejadian perampokan motor yang menimpa seorang guru SD di wilayah Kabupaten Lahat. Korban bernama Elpiah, yang merupakan warga Desa Tulung Agung, Kecamatan Merapi Barat, menjadi korban aksi pencurian dengan kekerasan saat sedang pulang dari sekolah.
Peristiwa ini terjadi saat korban melintasi jalan akses menuju PT BAU. Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, terlihat korban mengenakan seragam dinas cokelat dan menangis histeris akibat syok setelah kehilangan motornya. Video tersebut diunggah oleh akun Baturaja Update dan menunjukkan kondisi korban yang sangat emosional.
Modus Unik Pelaku
Menurut keterangan dari Ketua BPD Desa Ulak Pandan, Tarmizi, pelaku menggunakan modus yang cukup unik. Ia meninggalkan sepeda motor Beat Street miliknya yang sudah tua atau dalam kondisi bongkar pasang, lalu membawa lari motor milik korban.
“Ini motor perampok (pelaku). Jadi pelaku ini memberikan (ngenjukan) motor buruk, lalu motor baru milik korban diambilnya. Ini motor pelaku yang ditinggalkan,” ujar Tarmizi dalam rekaman tersebut.
Pengakuan Korban dan Kekecewaan
Sambil terisak, guru tersebut berusaha menjelaskan ciri-ciri pelaku yang saat itu mengenakan topi berwarna putih. Ia juga mengungkapkan rasa sedihnya karena baru saja bisa mengendarai sepeda motor selama tiga bulan.
“Kami ini baru bisa membawa motor tiga bulan inilah,” ungkapnya sambil ditenangkan oleh warga sekitar.
Himbauan dari Tokoh Masyarakat
Tokoh masyarakat setempat memberikan himbauan keras kepada warga agar selalu waspada, terutama saat melintasi jalur-jalur sepi di wilayah Merapi. Tarmizi menegaskan bahwa jalur-jalur tertentu rawan terjadinya perampokan.
“Himbauan kepada masyarakat agar hati-hati apabila melewati akses jalan Merapi Selatan, karena rawan terjadinya perampokan,” tegas Tarmizi dalam keterangannya.
Penangkapan Pelaku
Anggota Polres Lahat melalui Tim Jagal Bandit Unit Pidum berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang videonya viral di media sosial. Kapolres Lahat, AKBP Novi Edyanto, menjelaskan bahwa pihaknya bergerak cepat setelah video kejadian tersebar luas.
“Setelah adanya video beredar luas, jajaran Unit Pidum dan Polsek Merapi Barat melakukan penelusuran dan penyelidikan terhadap tersangka yang merupakan Target Operasi (TO) dengan cara memblokade di beberapa titik di jalan lintas Muara Enim–Lahat,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Dari hasil penyelidikan, petugas mengidentifikasi pelaku berdasarkan ciri-ciri yang terlihat dalam rekaman video. “Dari hasil penyelidikan mengidentifikasi pelaku yang identik dengan ciri-ciri menggunakan topi putih, jaket warna cokelat dan mengendarai sepeda motor Honda Scoopy warna putih dengan nopol BG 4050 EAW milik korban melintas di Jalan Simpang Servo, kemudian dilakukan penangkapan,” sampainya.
Pelaku Diamankan dan Penindakan Tegas
Berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku berjumlah satu orang yakni berinisial DRS (24), warga Jalan Kerangga Lorong Langgar, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, Kota Palembang. Saat ini pelaku beserta barang bukti satu unit sepeda motor Honda Scoopy diamankan di Polsek Merapi Barat.
Kapolres menegaskan pihaknya akan menindak tegas segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat. “Polres Lahat akan menindak tegas segala bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat dan akan bergerak secara cepat atas adanya laporan masyarakat. Kami bekerja secara profesional dan sesuai prosedur hukum yang berlaku guna memastikan setiap pihak mendapatkan perlakuan yang adil,” tegasnya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan pendalaman untuk mengetahui kemungkinan adanya laporan lain atau pelaku lain yang terlibat dalam kejahatan curanmor. Kapolres Lahat mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan segala bentuk pungutan liar maupun tindakan melanggar hukum lainnya melalui layanan darurat 110.