Korban Tertimpa KA di Parupuk Tabing: Dua Remaja Meninggal, Satu Operasi

Hendra Susanto
5 Min Read

Kecelakaan Maut di Jalur Rel: Tiga Remaja Tertabrak Kereta Api

Pada malam hari, Sabtu (7/3/2026), terjadi kecelakaan yang menimpa tiga remaja di jalur rel kawasan KM 15+400 antara Stasiun Padang dan Stasiun Tabing, Kota Padang. Kejadian tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu korban selamat dengan luka-luka berat.

Korban selamat bernama Falza sedang menjalani operasi di Rumah Sakit Hermina di Padang. Sebelumnya, ia seharusnya mengikuti pertandingan futsal. Namun, kecelakaan ini terjadi begitu saja, menyebabkan ia terlibat dalam insiden maut tersebut.

Lokasi dan Waktu Kecelakaan

Kecelakaan terjadi di Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah. Lokasi tersebut tidak jauh dari simpang masuk menuju SMP Negeri 13 Padang. Kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, tepat setelah waktu berbuka puasa.

Orang tua dari korban selamat, Martina (50), mengungkapkan bahwa anaknya terlibat kecelakaan dengan kereta api dan dinyatakan selamat. Saat ini, Falza sedang menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hermina Padang.

“Saya mendapat informasi setelah salat Magrib,” ujar Martina saat ditemui pada Minggu (8/3/2026). Ia mengaku kaget dan langsung berangkat ke Padang untuk melihat kondisi anaknya.

Falza sebelumnya meminta izin untuk ikut pertandingan futsal di Padang. Menurut pengakuan Martina, hal ini bukan kali pertama ia mengikuti pertandingan futsal. Namun, ia tidak mengetahui secara detail nama tim dan pertandingan yang akan diikuti oleh Falza.

Kondisi Korban dan Perawatan

Falza mengalami patah tangan dan luka robek di bagian kepala. Selain itu, ada beberapa luka tabrakan lainnya di betis dan kaki. Ia telah menjalani operasi sekitar pukul 10.00 WIB dan baru siap pada pukul 13.30 WIB. Sayangnya, kondisinya masih belum sadar, sehingga keluarga masih menunggu.

Di rumah sakit, Martina bersama suaminya, Erman, duduk di kursi depan lift lantai tiga. Di lantai tiga tersebut, tepatnya di ruangan ICU, mereka menantikan Falza kembali sadar setelah menjalani operasi. Beberapa panggilan telepon dari pihak keluarga juga masuk ke ponsel Martina, menanyakan kondisi Falza.

Imbauan dari PT KAI

PT KAI Divre II Sumbar menyampaikan duka cita atas kejadian tersebut sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur kereta api. Kepala Humas PT KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menjelaskan bahwa lokasi kejadian merupakan Ruang Manfaat Jalur Kereta Api (Rumaja) dan Ruang Milik Jalur Kereta Api (Rumija), yang hanya diperuntukkan bagi operasional kereta api.

Aturan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, yang melarang setiap orang berada di jalur rel atau menggunakan jalur tersebut untuk kepentingan selain operasional kereta api. Pelanggaran terhadap aturan ini dapat dikenakan sanksi pidana berupa hukuman penjara maksimal tiga bulan atau denda hingga Rp15 juta.

PT KAI Divre II Sumbar kembali mengimbau masyarakat agar tidak beraktivitas di sekitar jalur rel, seperti duduk, bermain, berjualan, menjemur barang, maupun kegiatan lain yang dapat membahayakan keselamatan.

Kronologi Kecelakaan

Berdasarkan informasi dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) II Sumatera Barat, sebelum kejadian, masinis telah melihat beberapa orang duduk di jalur rel. Masinis kemudian membunyikan klakson berkali-kali sebagai tanda peringatan. Namun, para remaja tidak segera menjauh dari jalur rel hingga akhirnya tertabrak kereta api.

Dari keterangan saksi di lokasi, saat itu terdapat tiga sepeda motor yang berhenti di sekitar jalan raya dekat rel kereta api. Para remaja diketahui baru selesai bermain futsal dan berhenti di lokasi sambil menunggu teman lainnya. Sebagian remaja yang dibonceng terlihat duduk di atas rel, sementara pengendara sepeda motor menunggu di kendaraan yang diparkir di pinggir jalan.

Kereta api B56A Lembah Anai melintas dari arah Padang menuju Stasiun Tabing. Meski suara klakson kereta sudah terdengar, para remaja tersebut tidak segera berpindah dari jalur rel hingga akhirnya tertabrak.

Kesaksian Warga Setempat

Salah seorang warga setempat, Ita, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 19.00 WIB, tidak lama setelah waktu berbuka puasa. “Saya sedang di dalam warung, tiba-tiba ada orang berteriak. Setelah itu saya keluar dan melihat sudah banyak orang di lokasi kejadian,” ujarnya.

Menurut Ita, kecelakaan diduga bermula ketika sekelompok remaja yang disebut berasal dari Batang Anai baru saja pulang bermain futsal. Saat itu mereka berhenti di sekitar rel kereta api sambil menunggu teman yang lain. Sebagian remaja duduk di atas rel, sementara yang lain berada di sepeda motor yang diparkir di pinggir jalan.

Tidak lama kemudian, kereta api yang melayani rute menuju Bandara Internasional Minangkabau melintas dari arah Khatib Sulaiman menuju Lubuk Buaya. Diduga para remaja tersebut tidak menyadari kedatangan kereta api sehingga tabrakan tidak dapat dihindari.





Share This Article
Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *