Kecurigaan Penggali Kubur: Jenazah Tanpa Peti Siap Dimakamkan

Eka Syaputra
3 Min Read

Kecurigaan Penggali Kubur di TPU Pasir Putih, Manokwari

Penggali kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pasir Putih, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, mengalami kecurigaan terhadap jenazah yang datang tanpa peti dan hanya terbungkus kain. Kejadian ini memicu laporan kepada pihak berwajib, yang akhirnya membawa para pelaku ke tangan polisi.

Peristiwa Awal yang Memicu Kecurigaan

Penggali kubur bernama Hengky Baransano mengungkapkan bahwa pada Jumat (28/11/2025), seorang perempuan mendatangi TPU Pasir Putih. Perempuan itu menggunakan mobil Maxim dan meminta bantuan untuk mencari penggali liang kubur. Menurut Hengky, perempuan tersebut mengaku tidak memiliki uang cukup untuk biaya penggalian liang kubur.

Harga normal penggalian liang kubur biasanya enam juta rupiah. Namun, perempuan itu hanya mampu membayar dua juta rupiah. Dengan rasa kasihan, Hengky dan rekan-rekannya bersedia membantu. Selain itu, perempuan itu juga memberikan tambahan 250 ribu rupiah untuk ongkos makan.

Perempuan tersebut mengatakan bahwa jenazah yang akan dimakamkan adalah nenek yang dikirim dari Sorong, Papua Barat Daya. Karena hujan deras, pemakaman ditunda sampai hari berikutnya (Sabtu pukul 06.00 WIT). Namun, pada dini hari Sabtu, perempuan itu meminta agar pemakaman dilakukan lebih cepat dari jadwal semula.

Kondisi Jenazah yang Mencurigakan

Saat tiba di lokasi TPU Pasir Putih, Hengky melihat rombongan yang datang menggunakan mobil Innova hitam. Jenazah dibawa tanpa peti atau keranda, hanya terbungkus kain yang tampak tidak rapi. Bau menyengat dari jenazah membuat Hengky dan rekan-rekannya merasa ada yang janggal.

Menurut Hengky, jenazah yang dikirim dari Sorong seharusnya menggunakan peti atau melewati prosedur resmi lainnya. Namun, dalam kasus ini, jenazah hanya terbungkus kain. Hal ini memperkuat kecurigaan Hengky bahwa sesuatu yang tidak wajar sedang terjadi.

Selain itu, ketiga orang yang membawa jenazah tiba-tiba meninggalkan liang kubur. Mereka tidak menyelesaikan pembayaran secara lengkap. Perempuan itu hanya berkata bahwa ia akan mencari peti, sementara Hengky menegaskan bahwa mereka hanya bertugas menggali liang kubur, bukan mengurus pemakaman.

Penanganan oleh Polisi

Polresta Manokwari langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan dari Hengky. Kasat Reskrim Polresta Manokwari, AKP Agung Gumara Samosir, mengatakan bahwa jenazah sudah berada di dalam sebuah kamar saat petugas pertama kali menerima laporan.

Polisi melakukan visum awal terhadap jenazah tersebut. Dari hasil awal, dugaan adanya unsur pembunuhan muncul. “Ini bukan penemuan mayat. Ada dugaan pembunuhan begitu,” kata AKP Agung Gumara Samosir.

Polisi telah menahan sejumlah orang yang membawa jenazah itu, termasuk kendaraan yang digunakan untuk mengantar jenazah ke TPU Pasir Putih. Proses penyelidikan akan diperluas untuk memastikan peran setiap pihak yang terlibat, termasuk saksi tambahan. Polisi juga menunggu hasil visum resmi dari tim medis.

Status Terkini

Hingga berita ini diturunkan, identitas korban maupun motif dugaan pembunuhan belum diungkapkan. Polresta Manokwari memastikan penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap penyebab dan pelaku dalam kasus tersebut.




Share This Article
Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *