Kepala Eksekutif OJK Friderica Widyasari Dewi Dapat Penghargaan BIG 40

Amanda Almeirah
6 Min Read

Friderica Widyasari Dewi Menerima Penghargaan BIG 40 Awards untuk Kategori Consumer Protection Governance Strategist



Jakarta — Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menerima penghargaan BIG 40 Awards dalam kategori Consumer Protection Governance Strategist. Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas dedikasinya dalam meningkatkan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan Indonesia.

BIG 40 Awards merupakan puncak perayaan 40 tahun perjalanan Bisnis Indonesia, yang selama empat dekade telah menjadi salah satu sumber informasi ekonomi dan bisnis paling terpercaya di tanah air. Ajang ini memberikan penghargaan kepada 40 tokoh, institusi, dan inovator yang telah memberikan kontribusi luar biasa bagi pertumbuhan ekonomi, penguatan industri, serta kemajuan sosial Indonesia.

Perayaan HUT ke-40 Bisnis Indonesia tidak hanya menjadi seremoni penghargaan, tetapi juga wujud apresiasi dan refleksi perjalanan bangsa dalam membangun ekosistem bisnis yang tangguh. Setiap penerima penghargaan mewakili kisah inspiratif tentang visi, kepemimpinan, dan ketekunan yang menggerakkan perubahan positif di sektor masing-masing.

Friderica mendapatkan penghargaan BIG 40 Awards untuk kategori Consumer Protection Governance Strategist atas dedikasinya dalam meningkatkan perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan. Kiprahnya dalam memperkuat perlindungan konsumen keuangan sejalan dengan posisinya sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK sejak dilantik menjadi Anggota Dewan Komisioner OJK periode 2022–2027.

“Saya ucapkan terima kasih atas penghargaan yang diberikan. Ini suatu pencapaian yang luar biasa bagi Otoritas Jasa Keuangan karena selama ini, kami memastikan seluruh pengembangan, inovasi di sektor jasa keuangan tidak boleh dalam expense of consumer protection,” ujarnya, Senin (8/12/2025).

Latar Belakang dan Karier Friderica

Friderica lahir di Cepu, Jawa Tengah, pada 28 November 1975. Ia berperan penting dalam membangun ekosistem perlindungan konsumen keuangan yang lebih kuat, modern, dan berpihak pada masyarakat. Untuk meningkatkan perlindungan konsumen di bidang jasa keuangan, Friderica memperkuat regulasi, meningkatkan standar perilaku industri, serta memperluas edukasi publik untuk mendorong literasi keuangan yang inklusif.

Upaya strategisnya memastikan bahwa pertumbuhan industri keuangan Indonesia berlangsung dengan aman, transparan, dan berintegritas sehingga kepercayaan masyarakat terus meningkat.

Friderica meraih gelar Sarjana di bidang ekonomi dari Universitas Gadjah Mada pada 2001. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan di California State University, USA, dan mendapatkan gelar Master of Business Administration pada 2004, serta meraih gelar Doktor di bidang studi Kepemimpinan dan Inovasi Kebijakan di Universitas Gadjah Mada pada 2019.

Menariknya, Friderica pernah menjadi aktris sinetron sebelum beralih ke sektor keuangan. Di sektor tersebut, perjalanan karier Kiki banyak bergelut di dunia pasar modal.

Kiki tercatat menjalani karier selama lebih dari 10 tahun di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 2005 hingga menjadi Direktur Pengembangan Pasar PT Bursa Efek Indonesia pada 2009–2015. Kariernya berlanjut di self-regulatory organizations (SRO) lainnya, yakni PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai Direktur Keuangan pada 2015–2016.

Selanjutnya, Kiki menjabat sebagai Direktur Utama PT KSEI pada 2016–2019. Friderica juga diketahui memiliki sertifikat Wakil Manajer Investasi (WMI) dan Wakil Penjamin Emisi Efek (WPEE) yang dikeluarkan oleh OJK pada 2019. Sebelum bergabung dengan OJK, Kiki dipercaya menduduki jabatan Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas pada 2020–2022.

Fokus pada Perlindungan Konsumen

Menyandang posisi sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen membuat Friderica fokus pada tugas utama untuk meningkatkan edukasi dan literasi tentang industri jasa keuangan di tengah masyarakat dan memastikan perlindungan terhadap konsumen jasa keuangan di Indonesia.

Friderica juga mengawal lahirnya pusat layanan pengaduan konsumen Kontak 157 Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang beroperasi setiap hari, kecuali hari libur nasional. Layanan Kontak 157 menerima pengaduan, pertanyaan, dan laporan masyarakat di sejumlah saluran seperti WhatsApp di 081157157157, telepon (021) 157, Instagram @kontak157, dan email konsumen@ojk.go.id.

Layanan Kontak 157 merupakan implementasi dari mandat Undang-Undang OJK Nomor 21 Tahun 2011 Pasal 29 dan diperkuat dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) Pasal 233 yang mengamanatkan tugas bagi OJK untuk memperkuat pelindungan konsumen.

Selain itu, upaya perlindungan konsumen juga ditempuh dengan pembentukan Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI). Satgas OJK itu menangani aktivitas keuangan ilegal dengan melibatkan koordinasi 16 kementerian dan lembaga, termasuk Kepolisian, Kejaksaan, Kominfo, Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi, Kementerian Sosial, hingga BIN.

OJK juga meluncurkan anti-scam center sebagai forum koordinasi 15 bank untuk memblokir rekening tujuan transfer secara cepat ketika ada laporan scam dari nasabah perbankan.

Dalam wawancara dengan Bisnis, Friderica menyampaikan bahwa OJK mendapat mandat pengawasan terintegrasi di sektor jasa keuangan. Selain itu, OJK juga melakukan pengawasan internal twin peak, yaitu pengawasan prudensial dan market conduct.

“Tugas OJK ini luar biasa. Dulu pengawasan terpisah-pisah, pasar modal di Bapepam, perbankan di BI. Sekarang semua di bawah OJK sehingga koordinasi lebih baik,” ujarnya.

Share This Article
Penulis berita yang tekun mengeksplorasi cerita di balik fenomena yang terjadi di masyarakat. Ia suka berkunjung ke tempat baru, memotret suasana, serta berbincang dengan orang-orang dari berbagai latar. Hobinya adalah menulis cerpen dan bercocok tanam. Motto: "Tulisan terbaik lahir dari observasi yang jujur."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *