Akhirnya Prabowo Copot Bupati Aceh Selatan Usai Kabur Saat Warga Kesusahan, Istri Terkena Karma

Hartono Hamid
5 Min Read

Pemecatan Bupati Aceh Selatan Setelah Kabur Saat Bencana

Presiden Joko Widodo akhirnya mengambil tindakan tegas terhadap Bupati Aceh Selatan, Mirwan MS dan istrinya setelah keduanya kabur dari daerahnya saat bencana banjir dan longsor melanda. Keputusan ini diambil setelah kejadian tersebut memicu kemarahan publik dan kritik keras dari berbagai pihak.

Mirwan MS dan Devina Nafisa Mirwan, istrinya, diketahui pergi umrah ketika bencana sedang melanda Aceh Selatan. Kebijakan ini menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat, yang merasa ditinggalkan oleh pemimpin mereka dalam situasi krisis. Akibatnya, keduanya menjadi sorotan media sosial dan mendapat komentar pedas dari netizen.

Reaksi Netizen Terhadap Postingan Sosial Media

Akun Instagram Devina Nafisa Mirwan @devinafisahmirwan.official yang sebelumnya sering membagikan aktivitas sebagai ibu bupati, kini menjadi tempat bagi netizen untuk menyampaikan kritik terhadap pasangan suami istri itu. Postingan terbaru Devina, yaitu video rekap acara Hari Jadi Kabupaten Aceh Selatan yang digelar pada 24 November 2025, langsung dibanjiri komentar negatif.

Dalam video tersebut, Devina dan Mirwan terlihat mengenakan busana adat Aceh Selatan dan menjalani serangkaian acara HUT. Namun, kolom komentar justru dipenuhi tulisan bernada sarkas dan tidak sopan dari netizen. Mengetahui hal ini, Devina atau tim media sosialnya memilih untuk menonaktifkan komentar pada postingan berikutnya.

Meski begitu, netizen masih terus menghujat keduanya melalui postingan-postingan lain yang komentarnya tetap terbuka. Hal ini menunjukkan bahwa isu ini belum sepenuhnya reda dan masih menjadi perhatian publik.

Pembelaan Devina terhadap Suaminya

Sebelumnya, Devina sempat memberikan pembelaan terhadap suaminya. Lewat akun Instagramnya, ia memposting ulang unggahan soal kegiatan penyaluran bantuan yang dilakukan Mirwan. Ia menulis, “Tak semua terlihat, tapi semua itu ada.” Devina juga memamerkan tangkapan layar soal tindakan Mirwan yang kabur dari Aceh.

Ia menilai kegaduhan akibat Mirwan pergi umrah saat warga Aceh mengalami bencana merupakan hasil pelintiran. “Yang gak suka dan gak tau masalahnya emang suka goreng-goreng berita. Tapi Allah angkat derajatnya jika nikat beliau tulus untuk amanah dan tanggung jawabnya,” katanya dalam balasan pesan chat.

Penjelasan Bupati Mirwan

Menghadapi kritik yang semakin besar, Bupati Mirwan membantah keras tudingan bahwa dirinya tidak peduli terhadap nasib warganya. Ia menjelaskan bahwa perjalanan ke Tanah Suci adalah untuk memenuhi nazar pribadi dan mengklaim telah memastikan situasi di lapangan sudah terkendali sebelum ia berangkat.

“Sebelum saya berangkat, saya sudah turun langsung mengecek kondisi masyarakat terdampak banjir dan memastikan seluruh OPD bekerja sesuai alur komando,” ujar Mirwan dalam keterangan tertulisnya.

Perintah Presiden untuk Memecat

Presiden Joko Widodo langsung mengambil tindakan setelah mengetahui kejadian ini. Dalam rapat penanganan bencana di Banda Aceh, Minggu (7/12/2025), ia meminta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengambil tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang.

Prabowo mulanya memberi apresiasi atas kehadiran para bupati dalam rapat tersebut. Namun kemudian, ia menegaskan pemimpin daerah harus siap berada di garis depan saat masyarakat menghadapi situasi sulit.

“Terima kasih, hadir semua bupati? Terima kasih ya para bupati. Kalian yang terus berjuang untuk rakyat. Memang kalian dipilih untuk menghadapi kesulitan,” kata Prabowo saat memimpin rapat penanganan bencana di Banda Aceh, Minggu (7/12/2025).

Ia kemudian melontarkan sindiran kepada bupati yang meninggalkan wilayahnya dalam kondisi darurat dan meminta Mendagri menindak tegas. “Kalau ada yang mau lari, lari saja enggak apa-apa… hehe. Copot. Mendagri bisa ya diproses ini?” kata Prabowo, dikutip TribunJatim.com via Serambinews.com, Senin (8/12/2025).

Gubernur Aceh Murka: “Tidak Saya Teken!”

Keberangkatan Bupati Mirwan ternyata dilakukan tanpa restu dari atasannya, yaitu Gubernur Aceh, Muzakir Manaf. Gubernur Muzakir Manaf menguak fakta mengejutkan yang menambah panas kontroversi ini. Ia mengaku secara tegas tidak memberikan izin kepada Mirwan untuk meninggalkan wilayah.

“Tidak saya teken (izinkan). Mau sama Mendagri teken (diizikan), ya udah terserah sama dia,” imbuh Muzakir Manaf dengan nada bicara yang penuh kekesalan.

Kemarahan Muzakir Manaf tampaknya memuncak. Ia tidak lagi mau ambil pusing dengan tindakan bupatinya. Menurut Muzakir, ia telah melarang keras Mirwan untuk bepergian mengingat bencana dahsyat yang sedang mengepung Aceh Selatan. Namun, Mirwan tetap nekat berangkat umrah tanpa mengindahkan larangan tersebut.

“Saya tidak teken, (sudah dikatakan) untuk sementara waktu jangan pergi, dia (Mirwan) pergi juga, terserah,” tegas Muzakir.

Menariknya, sebelum keberangkatannya yang kontroversial, Mirwan diketahui telah menerbitkan Surat Pernyataan Ketidaksanggupan dalam menangani tanggap darurat banjir dan longsor. Dilansir dari Kompas.com, surat yang dikeluarkan pada 27 November 2025 tersebut secara implisit menandakan bahwa Kabupaten Aceh Selatan membutuhkan uluran tangan penanganan dari pemerintah provinsi dan pusat.


Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *