Kenangan Terakhir Ilham dengan Novia Nurwana
Ilham, suami dari Novia Nurwana (28), masih mengenang momen perpisahan terakhirnya dengan sang istri sebelum meninggal dalam kebakaran di gedung Terra Drone. Pada hari Selasa (9/12/2025), ia sempat mengantar Novia bekerja di kantor tersebut pada pagi hari. Setelah itu, ia pun berangkat kerja seperti biasa.
“Setelah mengantar ke Terra Drone, saya juga berangkat kerja,” ucap Ilham saat ditemui oleh media di rumahnya di Pekon Margoyoso, Kecamatan Sumberejo, Tanggamus, Rabu (10/12/2025).
Namun, Ilham tidak menyangka bahwa itu adalah pertemuan terakhirnya bersama istrinya dan calon anak mereka. Keduanya tewas dalam insiden kebakaran yang terjadi di gedung Terra Drone pada siang harinya. Ia mengatakan bahwa tidak ada tanda-tanda aneh sebelum kejadian tersebut terjadi.
“Enggak ada tanda-tanda apa pun, semuanya berjalan seperti biasa saja,” katanya.
Pada saat kejadian, Novia sedang hamil tujuh bulan. Anak pertama mereka diperkirakan akan lahir pada Januari mendatang.
“Kami belum punya anak, istri saya sedang hamil anak pertama ini,” tutupnya.
Pemakaman Novia Nurwana
Jasad Novia Nurwana (28), korban kebakaran Gedung Terra Drone, dimakamkan di kampung halamannya di Pekon Margoyoso, Kecamatan Sumberejo, Tanggamus, pada Rabu (10/12/2025) sekitar pukul 10.15 WIB. Proses pemakaman Novia diiringi isak keluarga, kerabat, serta warga sekitar. Keluarga berduka karena kehilangan korban bersama janin berusia tujuh bulan yang berada dalam kandungan.
Jenazah diantar menggunakan ambulans RS Bhayangkara dari Jakarta, usai disalatkan di rumah duka, jenazah almarhum langsung dibawa ke TPU Pekon Margoyoso untuk dimakamkan. Proses pemakaman dihadiri keluarga, warga setempat, serta jajaran Polsek Sumberejo yang melakukan pendampingan penuh terhadap keluarga korban.
Kapolsek Sumberejo Iptu Zulkarnaen mengatakan, pihaknya melakukan pendampingan sejak jenazah tiba hingga pemakaman selesai. “Korban merupakan warga Pekon Margoyoso atas nama Novia Nurwana binti Darni Iskandar. Jenazah tiba sekitar pukul 10.15 WIB dan dimakamkan di TPU Margoyoso sekitar pukul 11.00 WIB,” kata Zulkarnaen.
Ia menegaskan pengamanan dilakukan oleh tiga personel Polsek Sumberejo, dan pihaknya tetap mendampingi keluarga pascapemakaman. “Setelah pemakaman kami juga tetap mendampingi keluarga,” ujarnya. Kesempatan itu, Zulkarnaen juga menyampaikan duka mendalam atas kepergian almarhumah. “Kami dari Polres Tanggamus menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian almarhumah. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan,” tutupnya.
Daftar Korban Tewas
Total ada 22 korban tewas dalam kebakaran kantor Terra Drone Indonesia. Berikut ini detail identitas korban kebakaran:
- Ninda
- Apriana
- Ariel
- Yoga
- Pariyem
- Novia
- Nisa
- Nazelia
- Risda
- Assyifa
- Della
- Siti
- Emelia
- Vina
- Chandra
- Tasya
- Sendi
- Raihan
- Chintya
- Rosdiana
- Insanul Mirza
- Belum teridentifikasi
Jasad korban tewas akibat kebakaran gedung Terra Drone Indonesia telah dikirim ke RS Polri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono, mengatakan hingga Selasa pukul 17.00 WIB, pihaknya telah menerima 21 kantong jenazah. Namun, belum dapat dipastikan apakah 21 kantong jenazah tersebut merupakan jenazah utuh atau merupakan body part. Sebab, tim dokter forensik masih perlu melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“Belum kita periksa. SOP kami biasanya kita harus ada suratnya (dari penyidik untuk pemeriksaan) dulu, baru kita lakukan pemeriksaan,” kata Prima di RS Polri Kramat Jati, Selasa.
Terpisah, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengatakan para korban diduga tewas karena banyak menghirup asap. Sebab, ujarnya, sebagian besar korban tewas tidak mengalami luka bakar. “Kemungkinan mati lemas, karena asap. Tapi nanti hasilnya tergantung pemeriksaan di RS Polri. Semua jenazah dibawa ke RS Polri,” ujarnya, Selasa.
Penyebab Kebakaran
Karyawan Terra Drone Indonesia, Dimitri, mengungkapkan penyebab kebakaran diduga karena baterai drone yang disimpan di lantai satu, meledak hingga memicu api. Ia mengatakan kobaran api menjalar cepat hingga ke lantai dua dan tiga. Hal itu menyebabkan Dimitri dan karyawan Terra Drone Indonesia lainnya panik dan berlari ke arah atap.
“Dugaan sementara karena korsleting atau kegagalan termal pada baterai drone, lalu memicu ledakan dan kebakaran,” ungkapnya di lokasi kejadian, Selasa.
“Saya sedang di lantai lima, kebakaran kemungkinan dari baterai yang meledak di lantai satu. Kami sedang loading. Asap di lantai dua dan tiga sudah banyak, kita langsung lari ke rooftop,” lanjutnya.
Hal serupa juga disampaikan Kombes Susatyo Purnomo Condro. Ia mengatakan penyebab kebakaran karena baterai drone yang meledak di lantai satu. Susatyo mengungkapkan, baterai yang terbakar sempat dipadamkan oleh karyawan, namun api terlanjur menyebar.
“Emang ada baterai di lantai satu, itu yang terbakar. Karena di lantai satu ini adalah salah satu tempat gudangnya,” jelas Susatyo, Selasa.
Sementara itu, saksi mata bernama Ani mengungkapkan terdengar suara teriakan minta tolong ketika kebakaran terjadi pada sekitar pukul 13.15 WIB. Listrik kemudian tiba-tiba mati dan asap membumbung dari Gedung Terra Drone.
“Tadi tiba-tiba lampu mati, lalu ada orang ramai minta tolong. ‘Tolong-tolong’ begitu ramai jerit-jerit,” ujar Ani di lokasi, Selasa. “Setelah itu warga melihat keluar ada asap. Ada api besar,” imbuh dia.