Faktor Pemicu Siswi SD Bunuh Ibu Terungkap, Ngaku Tidak Nyaman Perilaku Mama

Hendra Susanto
4 Min Read

Fakta Terkini Mengenai Kasus Pembunuhan Siswi SD terhadap Ibu Kandung

Kasus pembunuhan yang menggemparkan masyarakat Medan, Sumatera Utara, telah menarik perhatian publik setelah seorang siswi kelas 6 SD berinisial SAS alias Al (12 tahun) diduga membunuh ibu kandungnya, Faizah Soraya (42 tahun), di rumah mereka di Jalan Dwikora, Kecamatan Medan Sunggal. Kejadian ini terjadi pada Rabu (10/12/2025) dan hingga saat ini masih dalam penyelidikan Polrestabes Medan, Polda Sumut.

Menurut laporan dari tetangga dan saksi, sekitar pukul 04.30 WIB, suara aktivitas di rumah korban terdengar seperti orang naik turun tangga di loteng. Seorang tetangga, Rossa, sempat mendengar suara seperti orang meminta tolong dengan lirih, namun tidak menyangka akan terjadi tragedi. Sekitar pukul 06.00 WIB, kabar duka datang dari tetangga lain bahwa Faizah Soraya ditemukan tewas bersimbah darah di kamar rumahnya.

Polrestabes Medan langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan Al sebagai terduga pelaku. Diduga, Al menikam sang ibu sebanyak 20 kali hingga menyebabkan kematian. Kasus ini termasuk dalam fenomena yang disebut parisida, yaitu kejadian di mana anak melakukan pembunuhan terhadap orangtuanya.

Faktor Pemicu Parisida

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Diyah Puspitarini, menjelaskan bahwa fenomena parisida memiliki banyak faktor pemicu. Di antaranya adalah:

  • Faktor emosional anak yang belum mampu mengatur emosinya dengan baik.
  • Faktor ekonomi keluarga.
  • Kurangnya dukungan sosial bagi anak.
  • Pengasuhan yang bermasalah di lingkungan keluarga.

Dalam kasus Al, motif utama yang diungkap adalah rasa sakit hati dan dendam terhadap sang ibu yang sering marah-marah, terutama kepada kakak Al dan ayahnya. Al merasa tidak nyaman dengan perilaku temperamental ibunya dan ingin membela kakaknya serta ayahnya yang kerap dimarahi.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Kapolrestabes Medan, Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung dengan memeriksa sebanyak 16 saksi, termasuk saksi ahli dan keluarga. Polisi juga melibatkan KPAI, Balai Pemasyarakatan (Bapas), dan psikolog untuk menangani kasus ini dengan memperhatikan hak-hak Al sebagai anak.

Penyelidikan juga masih mengkaji kemungkinan adanya pelaku lain dalam kasus ini. Semua keterangan yang diperoleh akan dipadukan dalam berita acara pemeriksaan (BAP) untuk memastikan fakta yang akurat.

Peristiwa Viral di Media Sosial

Dalam kasus ini, sosok kakak Al, Az, menjadi perbincangan setelah video yang merekam Az sedang berada di kafe viral di media sosial. Dalam video tersebut, Az terlihat mengenakan jilbab motif polkadot semringah saat kamera merekamnya. Di sekeliling Az ada beberapa wanita dewasa.

Video tersebut diambil pada tanggal 15 Desember 2025, atau lima hari setelah Faizah, ibunda Az tewas dibunuh. Gelagat Az di kafe pun jadi perbincangan. Az sempat memperlihatkan jarinya di tangan kiri yang diperban. Kabarnya memang Az mengalami luka-luka usai insiden sang adik, Al membunuh ibunya.

Selain Az, di video tersebut juga terlihat suami korban sekaligus ayah terduga pelaku, Alham. Sama dengan Az, Alham terlihat santai duduk di kafe. Melihat momen kakak pelaku semringah usai insiden pembunuhan sang ibu kandung, netizen ramai berkomentar.

Klarifikasi dari Keluarga Korban

Terkait dengan isu bahwa Al membunuh ibunya karena dendam itu, keluarga korban ternyata tidak mempercayainya. Salah satu keluarga korban yakni Dimas angkat bicara seraya mengurai analisa. Dimas mengaku ragu akan cerita dari suami korban kepada kepala lingkungan.

Dimas mengungkapkan bahwa tidak ada saksi yang melihat langsung Al membunuh ibunya. Ia juga meminta kepolisian untuk memeriksa Alham juga. Alasan terbesar keluarga korban tak percaya dengan cerita Alham adalah karena tabiatnya sebelum kejadian. Diungkap Dimas, suami korban adalah sosok peselingkuh. Dimas pun bercerita kalau korban suami pelaku minta cerai tapi korban, Faizah tak menurutinya.


Share This Article
Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *