Peristiwa Teror yang Diterima DJ Donny dan Respons dari Ketua Ormas Termul
DJ Donny, seorang influencer dan DJ ternama, menerima teror berupa paket berisi bangkai ayam berlumur darah yang bertuliskan nada ancaman di rumahnya pada Senin (29/12/2025). Pada hari yang sama, ia juga mendapat serangan bom molotov yang dilemparkan oleh dua orang tak dikenal. Peristiwa ini menimbulkan reaksi dari berbagai pihak, termasuk ketua organisasi masyarakat (ormas) Termul, Firdaus Oiwobo.
Firdaus Oiwobo menuding bahwa teror yang dialami DJ Donny adalah rekayasa. Ia mengatakan bahwa DJ Donny hanya ingin menarik perhatian publik dengan memviralkan kejadian tersebut. Menurut Firdaus, DJ Donny terlalu cepat menyalahkan pemerintah atas musibah yang ia alami.
“DJ Donny, baru ngerasain lu diancem ye. Baru ngerasain diancem aja udah koar-koar ke sana ke sini, nyalahin pemerintah. Mulut lu fitnah mulu isinya,” ujar Firdaus dalam sebuah unggahan video yang viral di Instagram.
Ia juga menyebut bahwa DJ Donny bukanlah sosok yang memiliki pengaruh besar, sehingga tidak perlu bersikap seolah-olah menjadi sasaran pihak penting. “Lo itu enggak punya pengaruh apa-apa! Boleh mengkritik, tapi jangan menghina orang. Ini nih akibatnya, lo rasain,” tegas Firdaus.
Tulisan ancaman dalam paket tersebut berbunyi, “Jaga mulutmu, terutama di medsos (media sosial). Jangan pecah belah bangsa, atau kamu akan jadi seperti ayam ini!” Selain itu, ada foto DJ Donny yang digambar seolah lehernya tergorok.
Awalnya, paket tersebut diterima oleh istri DJ Donny sepulang makan malam di luar rumah. Sang istri yang kebingungan menghubungi Donny untuk memintanya segera pulang. Setelah membuka paket, Donny menemukan bangkai ayam dengan kepala dipotong dan tulisan ancaman.
Dari rekaman CCTV, Donny menyebut pelaku sebagai pengecut karena hanya melempar paket itu dengan asal lalu melarikan diri. Ia mengunggah kejadian tersebut di media sosial Instagram @dj_donny.
Selain itu, rumah DJ Donny di Jakarta dilempar bom molotov oleh dua orang tak dikenal pada Rabu (31/12/2025) dini hari. Rekaman CCTV menunjukkan dua pelaku bermasker menggunakan jas hujan melemparkan bom molotov ke arah rumah. Bom tersebut langsung padam ketika hujan mengguyur area tersebut.
Donny merasa tidak terima dengan penyerangan tersebut. Menurut dia, ledakan itu berpotensi mengganggu kenyamanan dan keamanan masyarakat sekitar. Maka dari itu, ia melapor ke Mapolda Metro Jaya. Laporan Donny teregistrasi pada nomor STTLP/B/ 9545 / XII /2025/SPKT/POLDA METRO JAYA. Ia menanti terungkapnya pelaku.
Termasuk juga pelaku yang terlibat dalam teror kepala influencer atau aktivis lainnya. “Nah, ini maksud maksud saya ini, inilah tugas pemerintah. Ini harus diungkap, harus benar-benar diungkap. Karena kenapa? Bukan hanya saya saja yang jadi korban. Tapi ada orang lain juga, ada banyak, lebih dari lima, mungkin, yang kena intimidasi,” kata Donny.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto membenarkan terkait laporan ini. “Iya benar sudah diterima laporannya soal dua teror itu,” kata Budi saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Rabu (31/12/2025).
Profil Firdaus Oiwobo
Firdaus Oiwobo merupakan pengacara viral karena naik meja saat kericuhan sidang Razman Nasution dengan Hotman Paris di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (6/2/2025). Ia lahir pada 7 Juli 1976. Firdaus lulusan S1 Administrasi Negara dari Universitas Islam Syekh Yusuf dan Fakultas Hukum Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.
Saat ini, Firdaus menjabat sebagai pimpinan di firma hukum yang ia dirikan, M Firdaus Oiwobo Law Firm. Selain itu, ia juga aktif sebagai Pimpinan Yayasan Mutiara Taman Firdaus dan Ketua Umum Satgas Anti Narkoba Nasional.
Terbaru, Firdaus mendirikan organisasi kemasyarakatan (ormas) baru bernama Ternak Mulyono (Termul) pada 23 Agustus 2025. Istilah Mulyono merujuk pada Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi). Menurut Firdaus, ormas Termul ini merupakan perjuangan untuk membela Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, serta Prabowo Subianto.
Ia mengaku mendirikan ormas Termul setelah bertemu dengan Jokowi di rumahnya di Solo, Jawa Tengah, pada Jumat (22/8/2025). Dilansir TribunJakarta.com, Firdaus menilai, organisasi Termul dapat menjadi wadah untuk menjaga keutuhan bangsa sekaligus melawan pihak-pihak yang berani memprovokasi.
Di dalam organisasi itu, Firdaus berperan sebagai Ketua Umum sekaligus pendiri Ormas Termul. “Saya ketua umum dan pendiri organisasi Ternak Mulyono atau Termul, Muhammad Firdaus Oiwobo,” katanya seperti dikutip dari Instagram resminya @m.firdausoiwobo_sh pada Rabu (27/8/2025).
Firdaus mendorong masyarakat bergabung ke ormas Termul sebagai upaya menjaga stabilitas nasional. Pria berusia 48 tahun itu berpendapat bahwa ada pihak atau kelompok tertentu yang berusaha memicu provokasi untuk memecah belah persatuan.

Ia secara terbuka menyebut bahwa pihak yang dimaksud adalah Roy Suryo dan Rismon Sianipar. “Mereka akan memecah belah anak bangsa, mereka tidak segan memanggil negara luar untuk menghakimi mantan presiden kita. Ini perbuatan yang sarat dengan pengkhianatan bangsa,” katanya.
Ia kemudian menjelaskan tentang logo binatang simpanse yang menjadi lambang resmi ormas Termul. Firdaus mengatakan bahwa pihaknya memilih Simpanse karena dianggap sebagai hewan dengan kasta tertinggi. Selain itu, simpanse juga dinilai sebagai hewan paling cerdas.
“Logo simpanse bukan hinaan, tapi simbol kecerdasan. Lawan kita adalah keledai, binatang dungu dan bodoh yang jatuh di lubang yang sama,” katanya.
Firdaus secara terang-terangan menyatakan bahwa kelompok Roy Suryo adalah yang ia maksud dengan sebutan binatang. Ia juga menegaskan bahwa Termul atau Ternak Mulyono bukan sebuah hinaan, tetapi sebuah nama yang dianggap mulia.
“Saya bentuk Termul, Ternak Mulyono, organisasi baru yang saya bentuk karena dasarnya dari keinginan saya untuk membantah dalil-dalil Roy Suryo cs yang menjelek-jelekkan Pak Jokowi yang merembet ke Pak Gibran,” kata Firdaus Oiwobo, dikutip dari tayangan YouTube Cumicumi, Selasa (26/8/2025).