Tanpa Takut, Pandji Datangi Polda Metro untuk Konfirmasi Soal Mens Raea: Lebih Seru Nanti

Wahyudi
4 Min Read

Pandji Pragiwaksono Hadiri Polda Metro Jaya Terkait Dugaan Penistaan Agama

Komika ternama, Pandji Pragiwaksono, hadir di Polda Metro Jaya terkait dugaan penistaan agama dalam materi Mens Rea yang ia bawakan. Ia didampingi oleh kuasa hukumnya, Haris Azhar, untuk menjalani klarifikasi atas laporan yang masuk. Hal ini menjadi bagian dari proses penyelidikan yang dilakukan oleh pihak berwajib.

Haris Azhar menyampaikan bahwa pihaknya akan memberikan informasi hasil dialog dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kepada penyidik. “Kalau ditanya kita sampaikan (hasil dialog dengan MUI), kalau tidak ditanya kita sampaikan juga, cerita-cerita saja ngobrol saja,” ujarnya kepada wartawan.

Selain itu, Haris juga mempertanyakan siapa saja pihak yang melaporkan kliennya ke Polda Metro Jaya. Menurutnya, ada lima laporan polisi dan satu aduan yang masuk terkait pernyataan Pandji dalam program Mens Rea. “Makanya kita datang pagi ini, kita nanti coba ngobrol termasuk poinnya polisi mau klarifikasi ke Pandji, Pandji juga mau klarifikasi, 5 itu siapa saja, apa saja yang dilaporkan begitulah klarifikasi,” tambahnya.

Saat ini, Pandji masih berstatus sebagai saksi terlapor. Ia berjanji akan menceritakan hasil klarifikasi dengan penyelidik setelah pertemuan tersebut. “Yang disampaikan akan lebih seru dan menyenangkan setelah lewatin prosesnya, nanti ketemu lagi,” kata Pandji singkat sebelum masuk ke gedung Ditreskrimum.

Tidak Menyesal Meski Dipolisikan

Pandji menegaskan bahwa dirinya tidak menyesal atas tindakan yang dilakukannya dalam program Mens Rea. Ia mengklaim bahwa materi yang dibawakannya mencerminkan keresahan masyarakat, bukan hanya dirinya sendiri. Menurutnya, setiap materi komedi yang ia bawakan di atas panggung bukanlah keresahan pribadinya semata, tetapi merupakan cerminan dari perasaan banyak orang.

“Ketika pertunjukan stand-up dibuat, itu dibuat untuk masyarakat, bukan untuk saya sendiri,” ujar Pandji di Kantor MUI, Jakarta Pusat. Ia memberikan analogi sederhana, yaitu bahwa tawa penonton adalah bukti bahwa materi yang ia sampaikan mewakili perasaan dan kegelisahan banyak orang.

“Kalau saya bikin materi stand-up untuk saya sendiri, yang ketawa hanya saya,” tambahnya. “Artinya, apa pun yang saya bawakan di atas panggung, ketika sudah disajikan dalam sebuah pertunjukan, itu adalah karena dia mewakili keresahan masyarakat banyak dan itu bisa membuat tawa orang banyak.”

Pandji menegaskan bahwa prinsip ini berlaku bagi semua komika dan pelawak. “Semua pelawak, semua komika, ketika membuat sebuah pertunjukan itu tidak didesain untuk dirinya sendiri, tapi untuk masyarakat,” jelasnya.

Anaknya Jadi Korban Bullying

Anak Pandji turut menjadi sasaran bullying setelah tayangan Mens Rea menjadi kontroversi. Namun, Pandji memilih untuk tidak melapor dan lebih memilih menahan diri. “Tidak (lapor pelaku bully anaknya), tidak sama sekali,” ujarnya.

Ia menyatakan bahwa semua orang berhak memiliki opini, meskipun tidak sepenuhnya disepakati. “Jadi enggak kan lapor balik,” tambahnya.

Pendapatan Fantastis dari Mens Rea

Dalam sebuah podcast YouTube, Pandji sempat membocorkan pendapatannya dari Mens Rea. Awalnya, ia tidak mengungkap secara pasti nominal pendapatannya. Namun, ia memastikan bahwa belum ada komika di Indonesia yang pendapatannya setara dengan pendapatan dari Mens Rea.

“Pokoknya gue bisa bilang, tidak ada satupun komika di Indonesia yang bayarannya sebesar bayaran gue untuk Mens Rea,” papar Pandji.

Juan, host podcast tersebut, mendesak Pandji untuk memberi tahu jumlah pendapatannya. Akhirnya, Pandji memberi clue melalui jumlah nol dalam pendapatannya. Juan kaget saat mengetahui bahwa pendapatan Pandji mencapai miliaran rupiah.


Share This Article
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *