Pembunuh Anak Politisi PKS Ditangkap Saat Mencuri di Perusahaan Terkenal Cilegon

Wahyudi
5 Min Read

Penangkapan Terduga Pembunuh Anak Politisi PKS di Cilegon

Seorang pria berinisial HA (31) ditangkap oleh aparat kepolisian setelah melakukan aksi pencurian dan pembunuhan terhadap MAHM (9), anak dari anggota Dewan Pakar Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Cilegon, Banten. Pelaku diketahui merupakan warga Palembang, Sumatra Selatan, dan bekerja di sebuah perusahaan ternama di Cilegon.

HA ditangkap pada Jumat (3/1/2025) di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus, Kecamatan Cilegon. Kejadian ini terjadi setelah pelaku kepergok mencuri di rumah mantan anggota DPRD Kota Cilegon, Roisyudin Sayuri, pada Minggu (28/12/2025). Dede Rohana, kerabat Roisyudin yang juga anggota DPRD Provinsi Banten, mengungkapkan bahwa HA adalah seorang karyawan swasta. Berdasarkan identitas Surat Izin Mengemudi (SIM) dan kartu anggota serikat, HA tercatat sebagai karyawan di perusahaan ternama di Cilegon.

Namun, Dede merasa heran karena menurutnya gaji di perusahaan tersebut cukup besar, sehingga tidak memahami mengapa HA masih melakukan tindakan pencurian. Ia menjelaskan bahwa rumah Roisyudin sering kosong setiap akhir pekan karena ditinggal pemiliknya ke BSD, Tangerang. “Setiap hari Sabtu–Minggu rumah itu kosong karena ditinggal ke BSD,” ujarnya.

Aksi pencurian HA terekam kamera CCTV dan dilaporkan ke Polsek Cilegon. Dalam kejadian tersebut, beberapa perhiasan hilang dan brankas sempat dibawa keluar rumah menggunakan kursi roda. Namun, brankas itu ditinggalkan karena belum sempat dibuka. Brankas yang tertinggal itulah yang membuat HA kembali lagi ke rumah untuk melakukan aksi pencurian kedua.

Pada Jumat siang, saat rumah kembali dalam kondisi sepi, HA masuk ke rumah dengan tujuan membongkar brankas tersebut. Aksinya kepergok oleh asisten rumah tangga (ART) yang sedang membersihkan rumah. Pelaku panik dan berusaha melarikan diri. “Dia sampai membawa pemanas gembok, sepertinya penasaran ingin membongkar brankas,” kata Dede.

Saat berupaya melarikan diri, pelaku terpeleset dan jatuh. ART lantas meminta bantuan warga sekitar dan menghubungi pemilik rumah yang selanjutnya melapor ke polisi. “Karena posisi rumah agak berbukit dan ada tangga, sepertinya dia terpeleset dan jatuh,” ujar Dede.

Kronologi Penangkapan Versi Polisi

Kapolsek Cilegon, Kompol Firman Hamid, menjelaskan bahwa HA ditangkap oleh tim gabungan Polres Cilegon dan Polda Banten pada Jumat (3/1/2025). Pelaku diringkus saat melakukan aksi pencurian di rumah Roisyudin Sayuri yang berada di Lingkungan Pabuaran, Kelurahan Ciwedus.

“Informasi dari pembantu yang ada di rumah tersebut, sekitar pukul 11.55 WIB, melihat ada seorang laki-laki yang tidak dikenal berada di ruang tamu,” kata Firman kepada TribunBanten.com. Menyadari aksinya diketahui, pelaku langsung panik dan mengejar ART tersebut sambil mengancam. Pelaku bahkan membawa senjata tajam jenis pisau.

Beruntung, ART tersebut berhasil keluar dari rumah melalui pintu samping. Setelah itu, warga melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek. Petugas piket Polsek Cilegon bersama personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Brimob yang sedang berjaga langsung menuju lokasi kejadian perkara.

Sekira pukul 13.15 WIB, petugas gabungan melakukan penyisiran menyeluruh ke setiap ruangan dan area rumah. Pelaku akhirnya berhasil diamankan saat bersembunyi di bawah kolong mobil milik pemilik rumah yang terparkir di garasi. “Selanjutnya, Resmob Polres Cilegon dan Resmob Polda Banten yang dipimpin Kasubbid Polda membawa pelaku untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.”

Pembunuhan Anak Politisi PKS

MAHM ditemukan tewas di rumah mewah yang berada di Perumahan Bukit Baja Sejahtera (BBS), Kota Cilegon, pada Selasa (16/12/2025). Peristiwa itu diketahui sekira pukul 14.20 WIB, saat ayah korban, Maman menerima telepon darurat dari anak keduanya berinisial D. Di telepon itu, D berteriak meminta pertolongan kepada ayahnya.

Mendapat kabar itu, Maman langsung bergegas meninggalkan tempat kerjanya di wilayah Ciwandan menuju rumah. Setibanya di rumah, ia mendapati kondisi anaknya sudah tergeletak tengkurap di dalam kamar dengan tubuh bersimbah darah. Korban kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Bethsaida Kota Cilegon, namun korban dinyatakan telah meninggal dunia.

Polisi memastikan, tewasnya MAHM bukan karena perampokan. Sebab, tidak ada barang-barang berharga di rumah korban yang hilang. Kepastian itu didapat setelah petugas melakukan pemeriksaan dan mendengar keterangan dari pemilik rumah.

Share This Article
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *