Polisi: Pembunuhan Wanita 19 Tahun Diduga Terkait Pencurian dan Kekerasan

Muhammad Muhlis
6 Min Read

Penyidik Polrestabes Medan Gelar Prarekonstruksi Pembunuhan Wanita 19 Tahun

Tim penyidik Polrestabes Medan telah menggelar prarekonstruksi terkait kasus pembunuhan terhadap seorang wanita berusia 19 tahun, Rahmadani Siagian (RS), pada Jumat (13/3/2026). RS merupakan warga Gunting Saga Atas, Kecamatan Kualuh Selatan, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Korban baru saja tiba di Kota Medan dan bekerja di sebuah toko ponsel. Nyawa RS dihabisi di penginapan “OYO” pada Selasa (10/3/2026) lalu.

Dalam prarekonstruksi tersebut, dua tersangka yang memperagakan adegan pembunuhan adalah pria berinisial SHR (19) dan SAN (19). Keduanya merupakan warga dari wilayah Deli Serdang dan Kecamatan Medan Tembung. Dalam kegiatan ini, jasad RS dalam kondisi tanpa busana dibungkus selimut bertuliskan “OYO” dan dimasukkan ke dalam boks kontainer. Setelah itu, boks tersebut dibuang di areal perladangan pisang Jl Menteng, Medan Denai, Kota Medan, Sumatera Utara.

Proses prarekonstruksi digelar di penginapan OYO yang terletak di Jalan Menteng VII, Gang Kenanga. Lokasi ini tidak jauh dari tempat penemuan jasad korban yang dibuang di Gang Seroja 3. Dalam kegiatan tersebut, polisi menghadirkan salah satu dari dua tersangka yang diamankan. Pria berusia 19 tahun itu mengenakan masker dan baju tahanan bertuliskan angka 93. Tersangka SAN memeragakan sejumlah adegan di penginapan OYO yang menjadi lokasi pembunuhan.

Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak menyatakan bahwa ada tiga lokasi prarekonstruksi. Dari ketiga TKP ini, dua titik berada di penginapan tersebut. Sementara satu titik lainnya merupakan tempat jenazah korban dibuang. “Ada tiga titik yang sudah kita jadikan TKP. Pertama di kamar penginapan, kedua di dekat pagar penginapan, dan satu lagi di bantaran sungai tempat korban dibuang,” ujar Kombes Calvijn.

Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa aksi keji ini dilakukan oleh tersangka berinisial SAN. Kombes Calvijn menjelaskan bahwa tersangka SAN mengakui perbuatannya telah menghabisi nyawa korban pada Senin (9/3/2026). “Untuk kasus ini, merupakan pembunuhan dengan pencurian yang disertai dengan kekerasan,” ujarnya.

“Pelaku menghabisi nyawa korban di dalam kamar hotel tepat di atas tempat tidur,” tambah Calvijn. Setelah menghabisi nyawa korban, pelaku SAN sempat keluar dari lokasi untuk memastikan rencana lanjutan menghilangkan barang bukti dan delik-delik tindak pidana tersebut. “Pada saat keluar, tersangka kembali ke TKP satu dengan membawa goni besar. Dengan maksud memasukkan korban pembunuhan ke dalamnya,” ungkapnya.

Selanjutnya, SAN juga sempat menghubungi temannya, SHR (19), yang kini juga telah ditetapkan sebagai tersangka. SAN meminta rekannya untuk mengantarkan boks kontainer yang digunakan untuk meletakkan jenazah korban. “Saat bertemu temannya di luar, dia meminta temannya untuk mengambil boks kontainer di rumahnya,” katanya. Tak lama berselang, temannya yang berinisial SHR menyerahkan boks tersebut ke SAN di gerbang depan.

Dalam kondisi terdesak, SAN langsung memasukkan jenazah Rahmadani ke dalam boks yang sebelumnya telah dibungkus menggunakan kain selimut bertuliskan OYO. Setelah selesai memasukkan jenazah korban ke dalam boks, selanjutnya SAN meminta SHR masuk ke dalam penginapan dengan membawa sepeda motornya. Selanjutnya, dengan berboncengan menggunakan sepeda motor keduanya langsung meninggalkan penginapan dengan membawa boks berisikan jenazah korban.

“Sesuai CCTV yang kami dapat, yang membonceng adalah tersangka dua (SHR), sedangkan yang dibonceng adalah tersangka pertama (SAN) dengan membawa boks kontainer,” katanya. Semula keduanya berencana membuang jenazah Rahmadani ke lokasi yang lebih jauh. Namun, saat di perjalanan beberapa kali boks tersebut hampir jatuh dari pegangan si tersangka pertama. Sehingga, dengan pendek akal mereka menaruh saja di pinggir sungai tersebut tempat di mana jenazah Rahmadani ditemukan warga.

Awal Penemuan Jasad

Penemuan jasad bermula dari kecurigaan warga terhadap sebuah boks kontainer plastik berwarna putih dengan tutup biru yang diletakkan di bawah pohon pisang di ujung permukiman warga. Awalnya, warga menduga isi boks tersebut adalah bangkai babi. Namun, setelah dibuka ternyata tubuh manusia. Kejadian ini langsung dilaporkan warga ke pihak kepolisian. Jenazah kemudian dibawa ke RS Bhayangkara TK II Medan untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Berselang waktu, identitas korban akhirnya terungkap. Korban bernama Rahmadani Siagian asal Kabupaten Labuhanbatu Utara. Rahmadani baru saja menetap di Kota Medan. Ia tinggal bersama orangtua sambung dan saudara tirinya. Rahmadani bekerja di sebuah toko ponsel di Kota Medan. Menurut keterangan keluarga, Rahmadani sudah dua hari tidak masuk kerja. Hal ini membuat bos tempatnya bekerja menghubungi keluarga korban di kampung halaman, karena nomor telepon Rahma tidak aktif.

Kabar duka baru diterima keluarga pada Selasa (10/3/2026) sore, setelah polisi memastikan identitas jenazah. Nurma Siagian, kerabat korban, mengaku sangat terkejut mendengar Rahma ditemukan dalam kondisi mengenaskan. “Selama di Medan dia kerja di toko ponsel. Kami baru dapat kabar sore ini, dan sangat syok,” ujarnya.

Beberapa jam kemudian setelah penemuan jenazah Rahmadani, polisi mengamankan dua pria yang belakangan ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya ditangkap dari lokasi berbeda. Untuk motif pembunuhan masih dalam pendalaman. Namun, polisi telah mengenakan Pasal pidana pembunuhan dan pencurian. “Untuk kasus ini, merupakan pembunuhan dengan pencurian yang disertai dengan kekerasan,” ucap Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak.

Namun, hingga saat ini publik masih bertanya-tanya, harta benda korban apa saja yang diambil oleh pelaku. Dan bagaimana bisa kasus pencurian dan kekerasan ini terjadi di dalam kamar hotel, kalau bukan direncanakan terlebih dahulu.

Share This Article
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *