Balita Hilang Saat Orang Tua Antri Bansos di Tugujaya

Wahyudi
3 Min Read



PR GARUT – Seorang balita berusia lima tahun dilaporkan hilang saat sedang bersama ibunya dalam antrean pembagian bantuan sosial (bansos) di Kantor Kelurahan Tugujaya, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya. Kejadian tersebut terjadi pada Jumat 2 Januari 2026 sore, saat cuaca sedang diguyur hujan deras.

Korban diketahui bernama Muhammad Zaidan Al-Fatih (5), warga Padayungan RT 07 RW 01, Kelurahan Tugujaya, Kota Tasikmalaya. Dari keterangan yang diperoleh, korban diduga hanyut ke kali yang berada di sekitar lokasi kejadian. Saat ini, pencarian terhadap korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan dari berbagai instansi dan relawan.

Awal Kejadian

Kejadian bermula ketika ibu korban membawa anaknya ke Kantor Kelurahan Tugujaya untuk mengurus administrasi bansos. Saat menunggu antrean, korban bersama kakaknya pergi ke warung untuk jajan. Setelah itu, korban kembali diantar oleh kakaknya ke dalam kantor kelurahan.

Namun, saat perjalanan menuju ibunya, korban tiba-tiba lepas dari pengawasan. Pada saat kejadian, kondisi cuaca sangat buruk dengan hujan deras dan debit air di saluran sungai meningkat. Akibatnya, korban hilang tanpa jejak.

Penjelasan Ayah Korban

Ali Darsono, ayah korban, menyampaikan bahwa anaknya terakhir kali dilihat menggunakan pakaian berwarna biru, yaitu sweater biru dan celana panjang. Ia mengatakan, pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan, namun belum ada kepastian apakah korban hanyut ke sungai atau nyasar karena tidak tahu jalan.

“Tidak ada yang melihat langsung kejadian tersebut. Kami hanya menduga karena kondisi hujan deras dan debit air besar,” ujar Ali Darsono saat ditemui di lokasi pencarian.

Upaya Pencarian

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kota Tasikmalaya, Hanafi, menjelaskan bahwa potensi korban hanyut ke sungai memang ada. Hal ini disebabkan oleh lokasi kejadian yang dekat dengan saluran air dan kondisi cuaca yang tidak menentu.

Tim gabungan telah dibagi menjadi tiga regu untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian hingga ke bendungan bekas perusahaan di wilayah Sukaraja. Tim pencarian terdiri dari BPBD, Kepolisian, TNI, Tagana, RAPI, relawan, komunitas, dan masyarakat setempat.

“Pencarian akan terus dilakukan hingga korban ditemukan. Kami targetkan minimal tiga hari pencarian,” ujar Hanafi.

Perluasan Area Pencarian

BPBD juga membuka kemungkinan untuk memperluas area pencarian ke jaringan sungai yang lebih luas, termasuk berkoordinasi dengan wilayah Ciamis dan Banjar. Menurut Hanafi, semua potensi akan dieksplorasi untuk memastikan keselamatan korban.

“Ini faktor kemanusiaan, kami tidak ingin setengah-setengah,” tambahnya.

Kesimpulan

Proses pencarian terhadap Muhammad Zaidan Al-Fatih masih berlangsung dengan semangat tinggi dari tim gabungan dan bantuan masyarakat. Semua upaya dilakukan untuk segera menemukan korban dan memastikan keamanannya. Sampai saat ini, belum ada tanda-tanda keberadaan korban, namun pencarian tetap dilanjutkan hingga hasil yang memuaskan diperoleh.

Share This Article
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *