Kematian Dua Debt Collector di Kalibata, Massa Bakar 1 Mobil, 6 Motor dan 9 Kios
Peristiwa yang terjadi di kawasan Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, berawal dari bentrokan yang menewaskan dua debt collector. Peristiwa ini memicu amarah massa yang akhirnya mengakibatkan pembakaran terhadap sejumlah properti di sekitar lokasi kejadian. Tercatat, satu mobil, enam motor, dan sembilan kios hangus dibakar.
Kronologi Peristiwa
Awal peristiwa terjadi ketika dua pria yang bertugas sebagai debt collector atau mata elang menghentikan seorang pengendara motor yang diduga menunggak kredit. Melihat hal itu, lima orang dari mobil yang berada di belakang motor tersebut turun untuk membantu pemotor. Mereka kemudian memukuli kedua pria tersebut dan menyeret mereka ke pinggir jalan. Salah satu dari korban tewas di tempat setelah dikeroyok, sementara yang lain sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Budhi Asih sebelum akhirnya juga meninggal.
Menurut informasi dari Kapolsek Pancoran, Kompol Mansur, semua pelaku, termasuk pengendara motor, langsung kabur setelah dua matel tumbang. “Ikut kabur semua itu, enggak ada di TKP. Tiba-tiba enggak ada saja,” katanya.
Amarah Massa dan Pembakaran
Kematian dua mata elang tersebut memicu rekan-rekannya meluapkan amarah dengan merusak serta membakar lapak dan kios pedagang di sekitar lokasi pengeroyokan. Berselang tiga jam usai pengeroyokan, belasan pria berkumpul di sekitar TKP sekitar pukul 18.30 WIB. Mereka membentuk sejumlah kelompok sambil berbincang. Saat itu, belum ada polisi yang berjaga.
Tenda PKL itu tampak dipersiapkan untuk menyambut pelanggan di malam hari. Barang-barang masih tampak ditumpuk termasuk kursi pengunjung. Seorang pria datang menghampiri untuk menanyakan asal instansi. “Saya pikir polisi,” kata dia kemudian berlalu. Dia pun kembali bersama teman-temannya yang lain.
Tidak lama, mulai terlihat tiga orang tak lebih dari 30 tahun berlari ke arah Pos Polisi, kemudian berhenti di samping TKP sambil melihat ke belakang. Sekelompok pria yang berada di sana ikut melihat ke arah yang sama. Mereka kemudian mulai berkerumun, berhadapan dengan kelompok lain. Lalu adu mulut terjadi di antara dua kelompok. Mereka mulai menyerang tenda PKL.
Lampu yang semula menerangi area itu pun padam. Dari arah kanan TKP, satu unit mobil sedan hitam masuk ke area parkir dengan kecepatan cukup tinggi. Terlihat dua orang pria berusaha mendatangi mobil itu dengan membawa sebilah kayu panjang. Melihat itu, mobil tersebut berbelok ke Gang Langgar kemudian dikejar oleh sejumlah orang.
Pembakaran dan Penanganan
Mereka berteriak kepada pengguna jalan untuk menyingkir sembari diduga anggota lain datang bergabung membantu mereka. Tenda PKL dirusak, kaca kios dipecahkan, hingga motor pun dibakar oleh kelompok tersebut. Mereka sempat memarahi pengendara yang berhenti untuk mengambil gambar.
Menurut polisi, setidaknya ada enam titik kebakaran malam itu. Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly, mengatakan, pengrusakan ini diakibatkan gejolak kemarahan mereka setelah satu temannya tewas. Mereka datang meminta pertanggung jawaban kepada pihak yang tidak mereka ketahui siapa. “Mereka meminta kalau bisa yang mengeroyok itu diserahkan ke polisi. Namun tidak mendapatkan informasi,” ujar Nicolas.
Polisi kemudian mendatangkan beberapa APAR untuk melakukan penanganan pertama kebakaran di sana. Ketika api mulai besar, sejumlah polisi berlarian mencoba mengamankan gas dari kios. Sekira pukul 23.38 WIB, mobil pemadam kebakaran pertama datang. Mereka langsung mengulurkan selang air lalu menyemprotkannya ke dua kios dengan api paling besar.
Dari kios yang terbakar, terdengar sesekali ledakan diduga gas yang tidak sempat diamankan polisi. Terjadi pula percikan listrik saat pemadaman. Kurang dari 20 menit kemudian, api pun padam. Petugas damkar melanjutkan dengan pendinginan, memastikan tak ada lagi titik api yang bisa tersulut kapan saja.
Setelah itu, pihak kepolisian masih berjaga di sekitar lokasi, termasuk dari Satuan Brimob Polda Metro Jaya.



