Duka Mendalam atas Kematian Pengemudi Saat Macet Akibat Banjir
Ketua Komisi D sekaligus Anggota Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, menyampaikan rasa duka mendalam atas kejadian kematian seorang pengemudi mobil yang terjebak dalam kemacetan akibat banjir di Jalan Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat pada Kamis (22/1/2026) siang. Korban bernama Arohim (51), warga Penjaringan, Jakarta Utara, diketahui mengemudikan mobil Daihatsu Sigra berpelat nomor B 2148 BOK.
Momen evakuasi korban sempat viral di media sosial, menunjukkan betapa seriusnya situasi yang terjadi. Yuke menyampaikan pernyataannya kepada awak media pada Jumat (23/1/2026) dengan nada serius dan penuh empati.
“Kami dari DPRD DKI Jakarta mengucapkan rasa duka yang mendalam atas kejadian tersebut,” ujarnya.
Yuke mengimbau masyarakat untuk tetap waspada di tengah cuaca ekstrem. Ia menyoroti bahwa intensitas hujan di Jakarta telah menyebabkan beberapa ruas jalan dan permukiman terendam air. Pihaknya meminta seluruh jajaran dinas, terutama Sumber Daya Air, Bina Marga, Dinas Lingkungan Hidup, dan BPBD, melakukan mitigasi secara sigap dan tepat.
“Kami minta dinas terkait melakukan penanganan dan mitigasi yang cepat, termasuk antisipasi dalam beberapa hari ke depan di lokasi rawan banjir,” ujar Yuke.
Menurutnya, mitigasi bencana yang tepat dan cepat sangat penting untuk mengurangi dampak kerugian materil maupun korban jiwa. Di beberapa daerah rawan longsor, Yuke mendesak agar dinas terkait dan pemangkung lingkungan dapat melakukan deteksi dini.
“Beberapa laporan hari ini seperti di Srengseng Sawah dan lain-lain, banyak yang longsor ini juga harus segera dideteksi biar bisa diantisipasi dan tidak memakan korban,” tegas dia.
Ia juga meminta jajaran Pemprov DKI Jakarta lebih cermat dalam memberikan izin pembangunan di daerah rawan. Kejadian banjir dan longsor menjadi sinyal untuk dievaluasi bersama, bagaimana pembangunan di Jakarta harus selaras dengan Rencana Detail Tata Ruang yang sudah ditetapkan.
“Agar cermat dalam memberikan ijin membangun di lokasi yang rawan longsor atau sepadan sungai yang ada di Jakarta termasuk di atas saluran air, agar bisa diantisipasi kejadian longsor,” tegas dia.
Gubernur DKI Turut Berduka
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung turut berduka atas meninggalnya pengemudi mobil saat macet panjang akibat banjir di Jalan Latumenten, Jelambar, Jakarta Barat, Kamis (22/1/2026) siang. Pramono mengatakan telah membaca pemberitaan terkait peristiwa tersebut meski belum sempat bertemu langsung dengan pihak keluarga.
“Terus terang saya berduka. Yang meninggal saya sudah membaca beritanya walaupun saya belum secara langsung bertemu,” ujar Pramono.
Ia mengatakan telah memerintahkan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk mendata dan mencari tahu secara detail proses meninggalnya korban. Menurut informasi yang diterimanya, korban meninggal dunia saat terjadi kemacetan yang dipicu oleh banjir di lokasi tersebut.
“Karena memang sebenarnya dari info yang saya peroleh meninggal ketika terjadi kemacetan, kemacetan karena terjadi banjir,” ujarnya.
Pramono kembali menyampaikan rasa duka mendalam atas kejadian tersebut.
“Kami sangat berduka,” kata Pramono.
Kronologi Kecelakaan
Lokasi pengemudi mobil meninggal berada di dekat Flyover Grogol menuju arah Tambora. Saat kejadian, lalu lintas memang tergenang sekitar 10 sentimeter dan mengalami kemacetan panjang.
Kanit Reskrim Polsek Grogol Petamburan, AKP Alexander Tengbunan, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.00 WIB di tengah kemacetan lalu lintas. “Jadi tadi sekitar jam satu siang ada saksi di bengkel mobil sempat melihat korban mengendarai mobil, lalu tiba-tiba berhenti di tengah jalan,” kata Alexander saat dikonfirmasi.
Melihat mobil berhenti di tengah jalan, saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas lalu lintas yang sedang bertugas di sekitar lokasi. Petugas lantas kemudian membantu mendorong mobil korban agar tidak mengganggu arus lalu lintas.
“Sempat diketuk kacanya, tapi tidak ada respons. Saat pintu dibuka, korban dalam keadaan duduk dengan kepala merunduk,” ujarnya.
Petugas kemudian memeriksa kondisi korban dan mendapati denyut nadinya sudah tidak berdetak. “Setelah dicek, korban sudah meninggal dunia. Kemudian diidentifikasi oleh Polres Jakarta Barat dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” jelas Alexander.