Pujian Hashim Djojohadikusumo kepada Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa
Hashim Djojohadikusumo, adik dari tokoh nasional Prabowo Subianto, baru-baru ini memberikan pujian yang tinggi kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menyebut Purbaya sebagai sosok yang luar biasa dan berkontribusi signifikan dalam memperbaiki sistem penerimaan negara di Indonesia.
Profil Singkat Hashim Djojohadikusumo
Hashim Djojohadikusumo, atau lengkapnya Hashim Sujono Djojohadikusumo, lahir di Jakarta pada 5 Juni 1954 dan kini berusia 69 tahun. Saat ini, ia menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Republik Indonesia untuk Iklim dan Energi. Selain itu, ia juga dikenal sebagai pengusaha sukses, filantropis, dan tokoh yang aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan budaya.
Ia adalah putra bungsu dari pasangan Prof. Dr. Soemitro Djojohadikusumo dan Dora Sigar. Sebagai adik kandung Prabowo Subianto, Hashim juga aktif dalam Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), di mana ia menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina.
Peran dalam Perekonomian Indonesia
Hashim mengungkapkan bahwa saat ini, sistem penerimaan negara dari pajak, bea cukai, dan sumber lainnya sangat parah. Ia menjelaskan bahwa data dari Bank Dunia menunjukkan bahwa pajak, PNBP, royalti, dan cukai Indonesia tetap tidak ada penambahan selama bertahun-tahun. Hal ini membuat Indonesia termasuk salah satu negara dengan sistem perpajakan terlemah di dunia.
Ia membandingkan kondisi Indonesia dengan Kamboja dan Filipina. Menurutnya, 10 tahun lalu, penerimaan negara Kamboja hanya sebesar 9 persen, sedangkan Indonesia mencapai 12 persen. Namun, saat ini, penerimaan negara Kamboja meningkat menjadi 18 persen, sementara Indonesia masih tetap di angka 12 persen. Ini menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan signifikan dalam penerimaan negara.
Target Pertumbuhan Ekonomi 6 Persen
Hashim menekankan bahwa pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 6 persen. Meskipun angka ini terlihat kecil, namun jika dikalkulasikan dari PDB Indonesia yang mencapai 25.000 triliun, maka 6 persen setara dengan Rp1.500 triliun. Ia menilai bahwa jika aparat pajak, bea cukai, dan lembaga terkait bekerja optimal, Indonesia bukanlah negara defisit, melainkan surplus.
“Indonesia negara kaya. Kita bisa memberi bantuan luar negeri kepada negara-negara miskin lainnya. Indonesia super power,” tegasnya.
Pujian kepada Menteri Keuangan
Hashim menegaskan bahwa Purbaya ditugaskan untuk mewujudkan target pertumbuhan ekonomi 6 persen. Ia menilai bahwa Purbaya memiliki kemampuan luar biasa dalam menghadapi tantangan ekonomi yang ada. “Ada orang yang, ya luar biasa baguslah, namanya Purbaya,” ujarnya.
Kiprah dalam Bisnis dan Filantropi
Di dunia bisnis, Hashim dikenal sebagai pemilik Arsari Group, sebuah konglomerasi bisnis yang menaungi berbagai lini usaha strategis seperti agribisnis, pertambangan, kehutanan, perdagangan, dan logistik. Ia juga menekankan konsep bisnis jangka panjang, dengan fokus pada energi terbarukan seperti energi biomassa, surya, dan pengelolaan sumber daya air serta sektor pertambangan.
Selain itu, Hashim juga aktif dalam berbagai kegiatan filantropis melalui Yayasan Arsari Djojohadikusumo (YAD). Yayasan ini fokus pada pendidikan, kesejahteraan guru, kesehatan dan gizi anak, serta pelestarian budaya dan lingkungan.
Kontribusi dalam Pelestarian Lingkungan
Hashim juga mendedikasikan 2.400 hektare lahan HGU miliknya di Jambi menjadi Hutan Konservasi Soemitro Djojohadikusumo. Kontribusinya ini mendapat penghargaan Kalpataru bidang Pembina Lingkungan dari pemerintah RI pada 5 Juni 2014.
Di bidang lingkungan, Hashim aktif menyelamatkan satwa langka melalui YAD, termasuk orangutan Borneo, beruang madu Kalimantan, dan harimau Sumatra, serta mendukung kesejahteraan gajah liar Sumatra. Salah satu proyek pentingnya adalah Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PR-HSD) di Sumatera Barat, yang dibangun untuk mencegah kepunahan harimau Sumatra sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.
Kesimpulan
Hashim Djojohadikusumo merupakan contoh tokoh yang menggabungkan kepiawaian bisnis, kepedulian sosial, dan cinta terhadap alam dan budaya Indonesia. Melalui berbagai kegiatannya, ia terus berkontribusi dalam membangun Indonesia yang lebih baik.