AS Putus Asa, Data Intelijen Iran Bocor: Rezim Tak Bisa Digulingkan Meski Digempur

Bayu Purnomo
4 Min Read

Analisis Intelijen AS: Serangan Militer ke Iran Tidak Akan Menggulingkan Rezim

Dokumen intelijen Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa serangan militer besar terhadap Iran tidak akan berhasil menggulingkan rezim yang berkuasa. Hal ini disebabkan oleh struktur politik dan militer Iran yang dirancang untuk menjaga kesinambungan kekuasaan, bahkan jika para pemimpin senior, termasuk Pemimpin Tertinggi, terbunuh.

Presiden AS sebelumnya, Donald Trump, pernah meminta rakyat Iran untuk mengambil alih pemerintahan setelah serangan AS selesai. Ia juga meminta militer dan Garda Revolusi Iran menyerah agar tidak menghadapi kematian. Namun, analisis dari lembaga intelijen AS menunjukkan bahwa situasi di Iran tidak akan mudah berubah hanya karena serangan militer.

Kondisi Perang Iran Melawan Israel dan Amerika

Kondisi perang antara Iran dan Israel serta Amerika Serikat terus memanas. Meski demikian, tampaknya AS mulai merasa putus asa dalam menghadapi tantangan ini. Dokumen intelijen AS menyatakan bahwa gempuran militer besar ke Iran tidak akan mampu menggulingkan pemerintah yang berkuasa di negara tersebut.

Analisis ini dibuat oleh Dewan Intelijen Nasional (NIC), sebuah lembaga tinggi di AS yang bertugas di bawah Kantor Direktur Intelijen Nasional (ODNI). NIC berfungsi sebagai penghubung utama antara komunitas intelijen dan para pembuat kebijakan. Laporan NIC menyatakan bahwa ulama dan militer Iran kemungkinan akan tetap berkuasa meskipun para pemimpin senior terbunuh.

Selain itu, intelijen AS juga menyatakan bahwa institusi di Iran disusun untuk menjaga kesinambungan kekuasaan. Artinya, kematian Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, akan memicu suksesi yang telah dirancang untuk mempertahankan sistem tanpa mengakibatkan runtuhnya rezim. Laporan tersebut juga menganggap bahwa oposisi di Iran tidak mampu untuk menjatuhkan rezim saat ini, terlepas dari apakah AS melancarkan serangan terbatas atau lebih luas.

Pernyataan Trump kepada Rakyat Iran

Pada awal serangan AS, Trump sempat meminta rakyat Iran untuk berlindung dan merebut kekuasaan setelah penyerangan selesai. Dalam pidato yang diunggah di media sosial, Truth Social, ia berkata:

“Tetap berlindung, jangan tinggalkan rumah Anda, di luar akan sangat berbahaya sekali. Bom akan jatuh di mana-mana.”

Ia juga menambahkan, “Setelah kami selesai, ambil alih pemerintahan. Itu akan jadi milik kalian.”

Trump juga berpesan kepada Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) agar menyerah daripada menghadapi ‘kematian yang pasti’. Ia menyampaikan pesan tersebut dengan tegas:

“Untuk anggota Garda Revolusi Islam Iran dan Angkatan Bersenjata, kepada pihak kepolisian, saya minta Anda serahkan senjata Anda. Maka Anda akan dapat imunitas total, jika tidak Anda akan menghadapi kematian.”

Trump Ingin Terlibat dalam Pemilihan Pemimpin Iran

Usai Khamenei tewas dalam serangan AS, Trump ngotot ingin terlibat dalam penentuan penerus Pemimpin Tinggi Iran. Diketahui, Khamenei dinyatakan tewas bersama menantu dan cucunya pada serangan AS, Sabtu (28/2/2026).

Trump merasa memiliki hak untuk menentukan masa depan Iran. Ia menyatakan, “Kami ingin terlibat dalam proses pemilihan orang yang akan memimpin Iran di masa depan.” Ia juga menyatakan penolakan terhadap kandidat pengganti Khamenei, yaitu Mojtaba Khamenei, yang menurutnya bukan sosok yang tepat.

Sebelumnya, Trump mengatakan telah memilih tiga orang yang sangat bagus sebagai pengganti Khamenei. Namun, ia enggan memberi rincian lebih lanjut. “Saya tidak akan menyebutkan namanya. Mari kita selesaikan ini dulu,” katanya kepada New York Times.

Kondisi Saat Ini di Iran

Gedung Putih belum mengonfirmasi apakah Presiden Donald Trump mengetahui terkait laporan tersebut. Meski begitu, para pejabat menyatakan bahwa tujuan serangan adalah untuk menghancurkan kemampuan rudal Iran, membongkar angkatan lautnya, dan mencegah negara itu memperoleh senjata nuklir.


Share This Article
Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *