Atasi Banjir Antang, Pemkot Makassar Normalisasi Drainase Blok 8 dan 10 dengan Ekskavator

Hartono Hamid
4 Min Read

Penanganan Banjir di Blok 8 dan Blok 10 Antang

Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar telah melakukan berbagai langkah teknis untuk mengatasi masalah banjir yang selama ini terjadi di Blok 8 dan Blok 10 Kecamatan Manggala. Salah satu upaya yang dilakukan adalah penurunan ekskavator untuk normalisasi drainase. Kawasan ini selama puluhan tahun menjadi daerah rawan banjir, terutama saat musim hujan tiba.

Pemerintah kota menilai bahwa penanganan banjir perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih terencana dan berbasis kajian. Hal ini dilakukan dalam rangka memberikan solusi jangka panjang bagi masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut. Dengan bantuan akademisi dan kolaborasi lintas sektor, pihaknya merancang strategi yang lebih efektif untuk mengatasi permasalahan ini.

Beberapa langkah teknis yang dilakukan meliputi:

  • Pengerukan sedimen: Sedimen yang mengendap di dasar saluran air diketahui menjadi salah satu penyebab berkurangnya kapasitas tampung saluran. Oleh karena itu, alat berat seperti ekskavator digunakan untuk membersihkan sedimen tersebut.
  • Normalisasi saluran: Saluran air di sepanjang Jalan Kecaping hingga Jalan Suling diperbaiki agar aliran air dapat berjalan lancar.
  • Penggantian box culvert: Box culvert lama yang memiliki dimensi kecil diganti dengan ukuran yang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas aliran air.

Kepala Dinas PU Makassar, Zuhaelsi Zubir menjelaskan bahwa pekerjaan ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi saluran air sehingga sistem drainase dapat beroperasi secara optimal ketika curah hujan tinggi. Selain itu, pihaknya juga berupaya mengoptimalkan fungsi kolam retensi atau waduk sebagai penampung air saat curah hujan tinggi.

Penggantian box culvert dilakukan karena lokasi saluran berada di jalur pembuangan air yang langsung terhubung ke saluran menuju jembatan di Jalan Nipa-Nipa. Box culvert lama berukuran 50 sentimeter diganti dengan dimensi 80 sentimeter guna memperbesar kapasitas aliran air. Hal ini dilakukan karena sebelumnya aliran air yang keluar dari saluran sangat terbatas, sehingga proses pembuangan air menuju saluran utama menjadi lambat.

Selain penggantian box culvert, Dinas PU Kota Makassar juga melakukan normalisasi saluran di beberapa titik lain di Blok 10 Perumnas Antang. Kegiatan ini menggunakan alat berat berupa ekskavator PC berkapasitas 4,5 ton untuk mengangkat sedimentasi yang mengendap di dasar saluran.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, sebelumnya telah meninjau kawasan Blok 10 untuk memastikan langkah penanganan banjir. Pemerintah telah melakukan berbagai kajian teknis dengan melibatkan sejumlah ahli dan tim terkait. Kajian tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan yang dilakukan tepat sasaran dan mampu menjadi solusi jangka panjang.

Kini, upaya tersebut mulai diwujudkan dalam bentuk aksi nyata di lapangan. Pemerintah kota menurunkan alat berat dan mulai melakukan pengerjaan di sejumlah titik yang dinilai menjadi penyebab utama terjadinya genangan saat musim hujan. Menurut Munafri, langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah kota untuk memberikan solusi yang lebih serius dan berkelanjutan bagi warga Manggala, khususnya di Blok 8 dan Blok 10.

“Kami Pemerintah kota juga memastikan bahwa proses penanganan ini akan terus dipantau agar hasilnya seperti apa, kita mau solusi benar-benar dirasakan oleh masyarakat, sehingga tidak lagi mengungsi saat musim hujan,” jelasnya.

Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *