Menteri Pariwisata Disemprot Anggota DPR Saat Rapat Kerja
Pada rapat kerja yang digelar di Jakarta pada Rabu (01/04/2026), Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengalami situasi yang memicu perdebatan dengan Ketua Komisi VII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay. Peristiwa ini kemudian viral di media sosial dan menjadi sorotan publik.
Dalam momen tersebut, Widiyanti terlihat berusaha memberikan penjelasan mengenai perbedaan angka yang dipersoalkan oleh anggota dewan. Sebelum menjabat sebagai Menteri Pariwisata, Widiyanti adalah seorang pengusaha yang bergerak di bidang energi dan agrobisnis. Salah satu perusahaan yang ia kelola adalah PT Teladan Prima Agro Tbk.
Agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah pembahasan laporan anggaran kementerian, yang mencakup rincian penggunaan dana negara untuk berbagai program. Laporan ini meliputi kegiatan promosi pariwisata hingga tugas pembantuan yang melibatkan pemerintah daerah.
Namun, suasana rapat menjadi tegang ketika anggota dewan mulai mencermati detail angka dalam laporan tersebut. Terdapat beberapa ketidaksesuaian data yang menimbulkan perdebatan. Menurut Saleh Daulay, data yang disajikan tidak konsisten dan berpotensi menimbulkan salah tafsir dalam pengawasan penggunaan anggaran negara.
Awalnya, Menpar Widiyanti memaparkan beragam capaian dan langkah strategis Kementerian Pariwisata. Namun, saat Komisi VII DPR RI menemukan selisih data yang tidak sinkron, situasi menjadi tegang. Saleh Daulay langsung menanyakan apakah laporan anggaran yang disampaikan pihak kementerian sudah akurat atau belum.
“Bukan, yang tadi transfer ke daerah itu 5,7 ya? Betul ya 5,7. Itu programnya pemasaran atau programnya kementerian?” tanya Saleh Daulay. Jawaban Widiyanti dengan nada ragu mengenai jenis program tersebut memicu respons lebih lanjut dari Ketua Komisi VII.
Suasana semakin tegang ketika biro perencanaan tidak memberikan angka pasti. Saleh Daulay langsung memberi teguran keras karena angka yang tidak eksak. Ia menegaskan bahwa dalam pengelolaan anggaran, angka harus jelas dan pasti.
Sebagai tindak lanjut, Komisi VII DPR RI memberikan tenggat waktu lima hari kepada Kementerian Pariwisata untuk memperbaiki dan menyampaikan kembali laporan anggaran yang telah diverifikasi.
Video rapat tersebut menjadi viral di media sosial, dengan banyak netizen memberi kritik dan saran pada jajaran Kementerian Pariwisata. Beberapa komentar seperti “Pak Daulay ini mantan dosen, dicecar kalian kyk mahasiswa” dan “Padahal orang pinter di Indonesia ini banyak lohhhh” menunjukkan reaksi masyarakat terhadap insiden tersebut.
Profil Lengkap Menteri Pariwisata
Widiyanti Putri Wardhana merupakan seorang pengusaha yang bergerak di bidang energi dan agrobisnis. Salah satu perusahaan yang dimilikinya adalah PT Teladan Prima Agro Tbk. Ia menjabat sebagai komisaris sejak 2021 lalu, setelah sebelumnya menjabat Direktor sejak 2012-2021.
Bisnis utama perusahaan dengan kode saham TLDN ini yaitu perkebunan kelapa sawit dan pabrik pengolahan Crude Palm Oil. TLDN juga melalui anak usahanya, PT Daya Lestari, mengolah limbah sawit menjadi bahan bakar turbin listrik (biomassa) dan menjual listriknya ke PLN.
Selain berbisnis, Widiyanti juga aktif dalam aktivitas sosial. Ia pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Yayasan Jantung Indonesia (YJI) pada periode tahun 2018 – 2024. Selain itu, ia juga menjabat sebagai Ketua Yayasan Teladan Utama dan Dewan Pengawas Yayasan Kawula Madani.
Lulusan Pepperdine University, Malibu, California, Amerika Serikat ini memiliki latar belakang pendidikan S-1 Business Administration. Ia lulus dan meraih gelar Bachelor of Science pada tahun 1993.
Harta Kekayaan Menteri Pariwisata
Widiyanti dinobatkan sebagai menteri paling kaya di Kabinet Merah Putih. Berdasarkan LHKPN miliknya untuk periodik 2024, total hartanya mencapai Rp5,4 triliun. Kekayaan ini melebihi kepunyaan Prabowo yang memiliki harta sekitar Rp2 triliun.
Mayoritas hartanya bersumber dari aset surat berharga yang mencapai Rp5 triliun. Sumber kedua berasal dari tujuh bidang tanah dan bangunan di kawasan Jakarta Selatan. Widiyanti juga tercatat memiliki tujuh mobil dengan total nilai mencapai Rp19,4 miliar.
Berikut rincian harta kekayaan Widiyanti:
TANAH DAN BANGUNAN
– Tanah dan Bangunan Seluas 3630 m2/3068 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI: Rp. 68.153.450.000
– Tanah dan Bangunan Seluas 1150 m2/48 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI: Rp. 18.752.250.000
– Tanah dan Bangunan Seluas 474 m2/10 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI: Rp. 7.688.470.000
– Bangunan Seluas 328 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI: Rp. 4.406.720.000
– Tanah dan Bangunan Seluas 847 m2/326 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI: Rp. 14.539.035.000
– Tanah dan Bangunan Seluas 1340 m2/300 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI: Rp. 22.577.700.000
– Tanah dan Bangunan Seluas 980 m2/30 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN , HASIL SENDIRI: Rp. 15.910.650.000
ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN
– MOBIL, MERCEDES BENZ S63 Tahun 2014, HASIL SENDIRI: Rp. 2.964.000.000
– MOBIL, TOYOTA VELLFIRE 3.5 AT Tahun 2011, HASIL SENDIRI: Rp. 506.000.000
– MOBIL, BENTLEY CONTINENTAL GT Tahun 2011, HASIL SENDIRI: Rp. 2.879.000.000
– MOBIL, LAND ROVER RANGE ROVER 5.0 AUTOBIOGRAPHY A/T Tahun 2013, HASIL SENDIRI: Rp. 2.387.000.000
– MOBIL, BENTLEY FLYING SPUR W12 Tahun 2022, HASIL SENDIRI: Rp. 4.577.000.000
– MOBIL, LEXUS LM350H Tahun 2024, HASIL SENDIRI: Rp. 2.500.000.000
– MOBIL, LEXUS LS500H Tahun 2024, HASIL SENDIRI: Rp. 3.650.000.000
HARTA BERGERAK LAINNYA
– Rp. 43.814.169.039
SURAT BERHARGA
– Rp. 5.075.638.855.071
KAS DAN SETARA KAS
– Rp. 67.168.797.235
HARTA LAINNYA
– Rp. 77.719.917.824
HUTANG
– Rp. —-
TOTAL HARTA KEKAYAAN
– Rp. 5.435.833.014.169