Dewi Astutik, Narapidana Narkoba Asal Ponorogo yang Kembali ke Indonesia, Terancam Hukuman Mati

Hendra Susanto
3 Min Read

Penangkapan Dewi Astutik, Gembong Narkoba Internasional

Dewi Astutik, yang dikenal sebagai gembong narkoba internasional dengan panggilan Mami, akhirnya tiba di Indonesia setelah dipulangkan dari Kamboja. Ia ditangkap tanpa perlawanan di halaman sebuah hotel di kota Sihanoukville oleh operasi gabungan yang melibatkan BNN, polisi Kamboja, Interpol, dan BAIS. Penangkapan ini menjadi langkah penting dalam upaya menghentikan aktivitas jaringan narkoba internasional Golden Triangle.

Dewi Astutik terlibat dalam penyelundupan sabu seberat 2 ton dan mengendalikan jaringan lintas Asia Tenggara. Setelah dipulangkan dari Kamboja, ia langsung diperiksa intensif oleh BNN di Bandara Soekarno-Hatta. Proses pemeriksaan ini akan mencakup penelusuran aliran dana, jalur logistik, serta pihak-pihak yang terlibat dalam operasional jaringan tersebut.

Detik-Detik Penangkapan di Kamboja

Sebelum dipulangkan ke Indonesia, Dewi Astutik disergap petugas gabungan saat menuju lobi sebuah hotel di Sihanoukville, Kamboja. Dalam foto yang beredar, ia tampak mengenakan kaos putih dan celana jeans, duduk pasrah saat diinterogasi petugas. Tatapannya kosong, sementara aparat wanita menggiringnya masuk ke dalam mobil operasional.

Operasi ini merupakan kolaborasi besar antara BNN, Kepolisian Kamboja, KBRI Phnom Penh, Atase Pertahanan RI, serta BAIS TNI. Proses pemetaan pergerakan Dewi dilakukan secara presisi hingga akhirnya ia dapat ditangkap tanpa menimbulkan gangguan publik.

Operasi Lintas Negara Dipimpin BNN

Operasi pengejaran dipimpin Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan, atas perintah Kepala BNN. Proses diplomasi dan legalitas pemindahan difasilitasi langsung Duta Besar RI untuk Kamboja, Dr. Santo Darmosumarto. BNN menegaskan bahwa penangkapan ini bukan akhir. Setelah kepulangan Dewi, penyidik akan membongkar seluruh struktur jaringan Golden Triangle yang selama ini beroperasi secara terorganisir.

Profil Dewi Astutik Alias Mami

Berikut profil lengkap Dewi Astutik, perempuan yang disebut sebagai salah satu penghubung utama jaringan narkotika internasional:

  1. Asal dan Identitas

    Dewi adalah perempuan kelahiran Ponorogo, Jawa Timur, pada 8 April 1983. Ia berusia 42 tahun saat ditangkap. Meski menggunakan identitas “Dewi Astutik”, Kepala Dusun Sumber Agung, Gunawan, mengungkapkan bahwa nama tersebut tidak ada di wilayahnya. Foto Dewi memang dikenal warga, namun identitas aslinya berinisial PA. Diduga, Dewi menggunakan identitas anggota keluarganya untuk aktivitas lintas negara.

  2. Riwayat dan Jejak Internasional

    Gunawan menuturkan bahwa Dewi sudah lama merantau ke luar negeri. Beberapa tahun terakhir, ia berpindah-pindah negara: Hong Kong, Taiwan, dan Kamboja. Ia kemudian diketahui terlibat dalam penyelundupan sabu seberat 2 ton, bagian dari jaringan Golden Triangle yang selama ini diburu banyak negara.

Ancaman Hukuman Mati

Dewi Astutik terancam hukuman mati karena terlibat dalam penyelundupan narkoba skala besar. Penangkapan ini juga menjadi kemenangan bagi aparat hukum dalam memerangi peredaran narkoba. Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto, mengungkapkan bahwa pengungkapan ini berhasil menyelamatkan sekitar 8 juta jiwa dari bahaya narkotika.

Share This Article
Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *