Dikpora NTB Panggil Kepala SMAN Lombok Timur Usai Video Perpisahan Viral

Ratna Purnama
4 Min Read

Kepala Dinas Pendidikan NTB Akan Panggil Kepala Sekolah SMAN 1 Pringgabaya

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Nusa Tenggara Barat, Syamsul Hadi, telah menanggapi viralnya video kegiatan perpisahan siswa di salah satu sekolah menengah atas (SMA) di Kabupaten Lombok Timur. Video tersebut dinilai berlebihan dan memicu reaksi masyarakat di media sosial.

Syamsul menyatakan bahwa pihaknya akan segera memanggil kepala sekolah melalui cabang dinas untuk memberikan penjelasan terkait kejadian yang terjadi. Ia mengatakan bahwa kegiatan yang terekam dalam video tersebut tidak sesuai dengan prinsip-prinsip yang diatur dalam surat edaran (SE) terkait tata cara penamatan dan perpisahan siswa.

“Saya rencanakan panggil juga kepala sekolahnya melalui cabang dinas untuk menjelaskan sejelas-jelasnya apa yang sebenarnya terjadi secara utuh,” ujar Syamsul pada Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, salah satu poin penting dalam SE yang akan dikeluarkan adalah larangan menyelenggarakan kegiatan secara berlebihan, apalagi yang berdampak pada beban finansial siswa. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada biaya tambahan yang harus dikeluarkan oleh siswa atau orang tua terkait acara perpisahan.

Selain itu, Syamsul meminta pihak sekolah untuk segera memberikan klarifikasi kepada publik serta menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat yang merasa terganggu. Ia menekankan bahwa kepala sekolah harus bertanggung jawab atas kegiatan yang dilaksanakan di lingkungan sekolah.

Tidak hanya itu, Cabang Dinas Lombok Timur dan Kepala Bidang SMA juga diminta untuk turun langsung ke sekolah guna melakukan penelusuran lebih lanjut terkait kejadian tersebut. Syamsul menekankan bahwa ekspresi kebahagiaan siswa dalam merayakan kelulusan harus tetap berada dalam koridor norma dan tujuan pendidikan.

Video Perpisahan Siswa Viral di Media Sosial

Sebelumnya, video yang menampilkan para siswa SMAN di Lombok Timur sedang berjoget mengikuti irama musik mendadak viral di media sosial. Momen tersebut terjadi dalam rangkaian acara perpisahan siswa kelas XII yang awalnya direncanakan sebagai kegiatan koreografi untuk kenang-kenangan.

Tampak ratusan pelajar berjoget menikmati musik DJ yang dimainkan. Para siswa menggunakan pakaian hitam dan abu-abu dengan formasi saling rangkul. Video tersebut menuai berbagai reaksi warganet, baik yang menilai joget itu tidak pantas dilakukan di lingkungan sekolah maupun yang memandangnya secara positif sebagai hiburan singkat semata.

Penjelasan dari Kepala Sekolah

Kepala SMAN 1 Pringgabaya, Hasanudin, memberikan penjelasan terkait kejadian tersebut. Menurutnya, kegiatan berlangsung pada Selasa lalu. Ia menjelaskan bahwa kegiatan berlangsung dengan pengawasan ketat dari guru, orang tua, bahkan aparat kepolisian dari Polsek Pringgabaya.

“Acara resmi dimulai dari pagi dengan upacara perpisahan. Malam harinya, para siswa memohon izin untuk membuat video koreografi di sekolah. Mereka beralasan ingin menghindari selebrasi liar di jalan seperti coret-coret atau balapan liar,” jelas Hasanudin saat dihubungi pada Kamis (16/4/2026).

Pihak sekolah awalnya ragu mengizinkan kegiatan malam. Namun setelah mendapat jaminan dari siswa bahwa ada persetujuan dari orang tua dan pihak kepolisian, izin pun diberikan. Acara berjalan tertib hingga selesai.

Yang menjadi sorotan, menurut Hasanudin, adalah adanya tambahan hiburan musik selama beberapa menit usai pengambilan video koreografi. “Itu hanya bonus beberapa menit. Kami menyayangkan hal itu terjadi meskipun singkat, apalagi di tengah imbauan pemerintah agar perpisahan tidak berlebihan,” ujarnya.

Namun demikian, Hasanudin menegaskan bahwa seluruh siswa langsung pulang dijemput orang tua masing-masing setelah acara usai. Tidak ada insiden yang mengganggu keamanan. “Kami harap ini menjadi evaluasi bersama agar kegiatan siswa ke depan lebih terarah dan tidak menimbulkan kontroversi,” pungkasnya.


Share This Article
Seorang reporter yang gemar meliput isu publik, transportasi, dan dinamika perkotaan. Ia memiliki kebiasaan membaca opini koran setiap pagi untuk memperluas perspektif. Hobi utamanya adalah jogging, fotografi, dan menikmati senja. Motto: "Kepekaan adalah modal utama seorang penulis."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *