Penampakan Hunsela di Limau Manis Padang, Siap Dihuni dengan Lemari

Hartono Hamid
4 Min Read

Harapan Baru bagi Para Penyintas Banjir Bandang di Kota Padang

Harapan baru mulai tumbuh bagi para penyintas bencana banjir bandang di kawasan Batu Busuak, Kota Padang, Sumatera Barat. Pada hari Sabtu (4/4/2026), dua unit Hunian Sementara Sehat Layak (Hunsela) resmi berdiri di Kubang, Kelurahan Limau Manis. Bangunan ini menjadi bentuk nyata dari kolaborasi kemanusiaan lintas sektor yang melibatkan berbagai pihak.

Inisiatif Kolaborasi Lintas Sektor

Pembangunan hunian ini merupakan hasil pemikiran dan kerja sama antara beberapa lembaga dan organisasi. Di antaranya adalah Pusat Studi Bencana Universitas Andalas (Unand), Ikatan Alumni (IKA) Unand, Karang Taruna Kapalo Koto, serta Asosiasi Perempuan Peduli Bencana. Kehadiran bangunan tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan mendesak warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana alam.

Peresmian sarana hunian ini dihadiri oleh jajaran DPP IKA Unand Munzir, perwakilan Majelis Wali Amanat (MWA) Unand Febrian Anas Ismail, hingga aparatur pemerintah setempat. Keberadaan tokoh masyarakat dan anggota DPRD Padang, Rafdi, semakin menegaskan pentingnya dukungan kebijakan bagi para korban bencana.

Kawasan Batu Busuak di Kelurahan Lambung Bukit sebelumnya luluh lantak akibat terjangan banjir bandang pada akhir November 2025. Bencana tersebut tidak hanya merusak puluhan rumah warga, tetapi juga menyapu lahan pertanian produktif dan harta benda yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat.

Fasilitas Hunian dan Kesiapan Huni

Berdasarkan pantauan reporter, Muhammad Iqbal di lokasi sejak pukul 10.00 WIB, suasana haru dan syukur mewarnai wajah warga yang telah menanti peresmian. Di dalam setiap unit Hunsela, telah tersedia fasilitas pendukung berupa lemari sebagai langkah awal bagi penyintas untuk memulai kembali kehidupan mereka.

Inisiator dari IKA Unand, Heni Herwina, menjelaskan bahwa dua unit yang diresmikan di Kubang ini hanyalah bagian awal dari rencana besar pemulihan pemukiman. Fokus utama pemberian bantuan ini adalah warga yang benar-benar kehilangan rumah mereka di zona terdampak paling parah.

Selain di Kubang, tim gabungan saat ini tengah mengupayakan percepatan pembangunan tujuh unit Hunsela tambahan di kawasan Pisang, Lubuk Gajah, Kelurahan Piai Tangah. Langkah ini diambil karena sebaran penyintas bencana banjir bandang tersebut mencakup beberapa titik di Kota Padang.

“Tujuh unit tambahan tersebut masih dalam proses pengerjaan,” ujar Heni. Sementara itu, Anggota DPRD Kota Padang, Rafdi, memberikan catatan kritis mengenai pemenuhan hak-hak penyintas bencana secara umum. Menurut Rafdi, pemenuhan hak bagi para penyintas bencana di Padang saat ini dirasa belum sepenuhnya tuntas.

“Masih banyak penyintas bencana yang belum dapat haknya,” ucapnya. Ketua Karang Taruna Kapalo Koto, Muhammad Ilham, mengungkapkan bahwa proses pembangunan Hunsela ini dibangun sejak 5 Maret 2026. Mengenai progres tujuh unit Hunsela di Kelurahan Piai, Ilham menyatakan optimisme bahwa target penyelesaian dapat tercapai dalam waktu dekat.

Saat ini, pekerjaan fisik telah menyentuh angka 80 persen, dengan fokus pada tahap akhir berupa pengecoran lantai bangunan. “Kami menargetkan dalam satu minggu ke depan seluruh unit di lokasi kedua sudah bisa dihuni,” jelasnya.

Lurah Limau Manis, Muliyardi, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proyek kemanusiaan ini. Muliyardi menekankan bahwa bangunan Hunsela ini bukan sekadar konstruksi fisik semata, melainkan simbol harapan baru bagi warga. Bantuan ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi para penerima manfaat untuk bangkit dan menata kembali masa depan mereka pascabencana.


Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *