Ekor Helikopter Hilang Ditemukan 3 Kilometer dari Lokasi Terakhir di Sekadau

Hartono Hamid
4 Min Read

Tim SAR Temukan Serpihan Diduga Puing Helikopter

Pada hari Kamis (16/4/2026), helikopter milik PT Matthew Air dengan nomor registrasi PK-CFX diduga jatuh di wilayah Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat. Informasi terbaru menyebutkan bahwa Tim SAR telah menemukan serpihan yang diduga merupakan bagian dari ekor helikopter tersebut.

Penemuan serpihan ini dilakukan setelah adanya pantauan udara menggunakan helikopter Super Puma milik TNI Angkatan Udara pada pukul 15.25 WIB. Titik penemuan berada sekitar tiga kilometer ke arah barat dari lokasi terakhir helikopter hilang kontak. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, I Made Junetra, mengatakan bahwa dari hasil pantauan udara, terlihat adanya puing-puing yang diduga berasal dari helikopter tersebut.

Saat ini, Tim SAR gabungan sedang mempersiapkan proses evakuasi menuju lokasi yang diduga menjadi titik jatuhnya helikopter. Namun, proses evakuasi menghadapi beberapa kendala, termasuk medan yang terjal dan berbukit serta kondisi cuaca yang sedang hujan ringan. I Made Junetra menjelaskan bahwa kendala di lapangan cukup berat, karena lokasi berupa perbukitan dan saat ini cuaca hujan. Oleh karena itu, proses evakuasi akan dilanjutkan pada Jumat 17 April 2026 pagi.

Helikopter jenis Airbus Helicopter H-130 (tipe H-130T2) hilang kontak lima menit setelah lepas landas dari helipad PT Citra Mahkota (PT CMA) di Desa Nanga Keruap, Kecamatan Menukung, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, pada pukul 08.34 WIB. Berdasarkan jadwal, seharusnya helikopter yang membawa dua kru dan enam penumpang tersebut tiba di helipad PT Graha Agro Nusantara 1, Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, sekitar pukul 08.50 WIB.

Helikopter tersebut diduga hilang kontak setelah mengalami gangguan. Posisi terakhir helikopter berada di koordinat 00°12’00” LS – 110°44’00” BT atau sekitar 114 kilometer dari Pos SAR Sintang dengan arah radial 258 derajat, tepatnya di wilayah Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Lokasi tersebut diketahui berdasarkan sinyal darurat (distress signal) yang terdeteksi melalui sistem COSPAS-SARSAT pada frekuensi 406.0367 MHz sekitar pukul 13.09 UTC.

Lokasi tersebut berada di kawasan pedalaman yang cukup sulit dijangkau. Hingga kini, kondisi helikopter maupun penumpang di dalamnya masih belum diketahui secara pasti. Menurut keterangan BMKG, pada saat kejadian tidak ada gangguan cuaca signifikan di lokasi kejadian. Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Fitri Doyo, menjelaskan bahwa berdasarkan analisis kondisi cuaca dari penginderaan satelit cuaca dan radar cuaca, diindikasikan di sekitar lokasi terjadinya insiden helikopter kondisi cuaca berawan, tanpa adanya kondisi cuaca yang signifikan. Ia juga menambahkan bahwa pada saat kejadian, kondisi cuaca di wilayah Melawi hingga Sekadau secara umum dalam keadaan aman.

Informasi Tambahan Mengenai Helikopter

Helikopter tersebut beroperasi untuk perusahaan perkebunan KPN Plantation. Meskipun telah ditemukan serpihan yang diduga berasal dari helikopter tersebut, proses pencarian dan evakuasi tetap membutuhkan waktu dan kesabaran. Tim SAR terus berupaya untuk memastikan keselamatan dan kelengkapan informasi terkait kejadian ini.

Selain itu, masyarakat dan pihak terkait diimbau untuk tetap waspada dan tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Proses pencarian dan penyelamatan akan terus dilakukan hingga semua informasi dapat dikumpulkan dan diproses dengan baik.

Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *