Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR) Mengumumkan Sikap Politik
Gerakan Merebut Kembali Kedaulatan Rakyat (GMKR), yang dimotori oleh sejumlah purnawirawan perwira tinggi TNI-Polri, resmi menyatakan sikap politiknya di Gedung Joang 45, Jakarta Pusat pada Selasa (10/2/2026). Dalam deklarasi tersebut, para jenderal senior ini menuntut agar Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) diadili dan mendesak pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Dalam pernyataannya, pimpinan GMKR, Soenarko, menyatakan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat kedaulatan. Hal ini terjadi karena pengaruh oligarki yang menguasai berbagai bidang, termasuk ekonomi, politik, hukum, sumber daya alam, maupun kedaulatan kewilayahan.
Lima Poin Tuntutan GMKR
Berikut adalah lima poin utama tuntutan dari GMKR:
- Ajak Rakyat Bersatu: Meminta masyarakat untuk bersatu dalam merebut kembali kedaulatan dari kekuasaan oligarki.
- Pertanggungjawaban Pejabat: Meminta tanggung jawab semua pihak yang menyerahkan kedaulatan kepada oligarki.
- Menuntut Politisi dan Aparat: Menuntut agar politisi dan aparat berhenti menjadi pelindung dan kaki tangan oligarki.
- Mendesak Presiden Prabowo: Mendesak Presiden Prabowo untuk membersihkan pemerintahannya dari unsur-unsur pelindung oligarki.
- Adili Joko Widodo dan Makzulkan Gibran Rakabuming Raka: Meminta adanya proses hukum terhadap Joko Widodo dan pemakzulan Gibran Rakabuming Raka serta melakukan reformasi total di institusi Polri.
Profil Empat Jenderal Purnawirawan TNI-Polri
Empat jenderal purnawirawan TNI-Polri yang hadir dalam deklarasi GMKR antara lain:
-
Laksamana TNI (Purn) Slamet Soebijanto
Slamet Soebijanto merupakan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) yang menjabat pada periode 2005 hingga 2007. Ia menjadi orang nomor satu di Angkatan Laut pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Alumnus Akabri 1973 ini telah menduduki berbagai posisi strategis sebelum mencapai puncak kariernya. -
Mayjen TNI (Purn) Soenarko
Soenarko lahir di Medan pada 1 Desember 1953. Ia dipercaya menjabat sebagai Danjen Kopassus pada 12 September 2007, menggantikan Rasyid Qurnuen Aquary. Setelah dari Kopassus, Soenarko dipercaya mengisi jabatan Pangdam Iskandar Muda hingga tahun 2009. -
Laksma TNI (Purn) Moeryono Aladin
Moeryono Aladin adalah purnawirawan perwira tinggi TNI AL dengan pangkat terakhir Laksamana Pertama (Laksma). Ia aktif sebagai juru bicara Forum Purnawirawan Prajurit TNI (FPPTNI). -
Komjen Pol (Purn) Oegroseno
Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno, S.H. adalah mantan Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) periode 2013-2014. Ia memiliki karier yang sangat malang melintang di Korps Bhayangkara.
Tokoh-Tokoh yang Hadir dalam Deklarasi GMKR
Berdasarkan pantauan, suasana gedung tampak riuh oleh kehadiran massa yang kompak mengenakan atribut perjuangan. Sejumlah tokoh yang terpantau hadir dalam deklarasi ini antara lain:
- Mantan Kepala Staf Angkatan Laut Laksmana TNI Purn Slamet Soebijanto
- Mantan Wakapolri Komjen Pol (Purn) Oegroseno
- Mantan Sekretaris BUMN Said Didu
- Aktivis tambang Marwan Batubara
- Forum Purnawirawan Prajurit TNI (FPPTNI) Laksma TNI (Purn) Moeryono Aladin
- Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA) Muhammad Rizal Fadillah
- Pakar Telematika dan Mantan Menpora Roy Suryo
- Mantan Agen BIN Kolonel (Purn) Sri Radjasa Chandra dan Kolonel (Purn) Sugeng Waras.