Tren Investasi Emas yang Meningkat di Tengah Masyarakat
Meningkatnya minat masyarakat terhadap investasi emas tidak bisa dipungkiri. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk tingginya nilai jual emas dan permintaan pasar yang terus meningkat. Emas menjadi salah satu aset yang memiliki likuiditas tinggi, sehingga banyak orang memilih untuk menginvestasikan uang mereka dalam bentuk logam mulia ini.
Penyebab Kenaikan Harga Emas
Menurut pengamat ekonomi dari Universitas Sebelas Maret (UNS), Nurul Istiqomah, kenaikan harga emas tidak lepas dari meningkatnya permintaan pasar dibandingkan dengan stok yang tersedia. “Penyebab harga emas naik karena permintaan meningkat dibandingkan dengan stok yang ada,” ujarnya saat dihubungi melalui komunikasi online.
Selain itu, fenomena ini juga dipengaruhi oleh kecemasan masyarakat yang sedang panik ingin membeli emas. Dengan maraknya informasi di media sosial tentang kekacauan yang terjadi ketika orang-orang berbondong-bondong membeli emas, membuat sebagian masyarakat merasa takut dan akhirnya ikut-ikutan membeli emas.
Emas sebagai Investasi Aman
Nurul menambahkan bahwa informasi mengenai nilai jual kembali dari emas juga memberi dampak positif terhadap minat masyarakat. “Banyak orang mendengar bahwa nilai jual kembali dari emas cukup tinggi, akhirnya mengalihkan tabungannya untuk pembelian emas,” katanya.
Emas memang dikenal sebagai salah satu investasi yang aman dan mudah diuangkan. Selain itu, beberapa peristiwa global juga turut memengaruhi kenaikan harga emas, sehingga memicu permintaan yang tinggi di dalam negeri.
Beli Emas Sekarang atau Menunggu?
Pertanyaan besar yang sering muncul adalah, apakah masyarakat harus membeli emas sekarang atau menunggu hingga harga sedikit mereda? Berdasarkan pengalamannya, Nurul menyatakan bahwa penurunan harga emas yang signifikan sangat jarang terjadi.
“Sependek pengalaman saya dalam melakukan investasi emas, sangat jarang emas mengalami penurunan harga yang signifikan,” ujarnya. Oleh karena itu, keputusan membeli emas tergantung pada kebiasaan masing-masing individu.
Misalnya, jika dahulu dengan sejumlah uang yang sama bisa membeli 10 gram emas, tetapi sekarang hanya bisa membeli 5 atau 3 gram, hal ini bisa menjadi pertimbangan. Namun, bagi yang sudah terbiasa berinvestasi emas, pembelian tetap bisa dilakukan meski jumlah gram yang diperoleh lebih sedikit.
Pilihan Investasi Emas yang Fleksibel
Dengan melonjaknya harga emas, masyarakat kini memiliki banyak pilihan untuk tetap berinvestasi. Salah satunya adalah tabungan atau cicilan emas, yang memungkinkan masyarakat berinvestasi secara bertahap tanpa harus terbebani dengan harga yang tinggi.
“Sekarang ini banyak lembaga keuangan yang menawarkan untuk menabung emas, sehingga mungkin harga emas yang tinggi pun bisa dibeli dengan tabungan atau cicilan emas,” jelas Nurul.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa pembelian emas dengan tujuan jangka pendek berisiko memunculkan kekecewaan. Mengingat, pergerakan harga emas tidak terjadi dalam periode yang pendek. “Jika membeli untuk mencari keuntungan sesaat dari fluktuasi harga emas, sepertinya akan mengalami kekecewaan jika harga yang diprediksi tidak tercapai,” tambahnya.
Harga Emas Terbaru
Berikut adalah daftar harga emas terbaru untuk Galeri24 dan UBS per 23 Januari 2026:
Harga Emas Galeri24 23 Januari 2026
* 0,5 gram : Rp 1.529.000
* 1 gram : Rp 2.915.000
* 2 gram : Rp 5.740.000
* 5 gram : Rp 14.247.000
* 10 gram : Rp 28.418.000
* 25 gram : Rp 70.868.000
* 50 gram : Rp 141.624.000
* 100 gram : Rp 283.108.000
* 250 gram : Rp 706.031.000
* 500 gram : Rp 1.412.061.000
* 1.000 gram : Rp 2.824.121.000
Harga Emas UBS 23 Januari 2026
* 0,5 gram: Rp 1.597.000
* 1 gram: Rp 2.956.000
* 2 gram: Rp 5.866.000
* 5 gram: Rp 14.494.000
* 10 gram: Rp 28.836.000
* 25 gram: Rp 71.946.000
* 50 gram: Rp 143.598.000
* 100 gram: Rp 287.082.000
* 250 gram: Rp 717.493.000
* 500 gram: Rp 1.433.303.000