Jenderal terdekat Xi Jinping diselidiki, diduga terlibat pelanggaran serius

Eka Syaputra
5 Min Read

BEIJING, – Jenderal paling senior di China sedang diselidiki dalam upaya “bersih-bersih” terhadap kepemimpinan militer.

Penyelidikan ini berlangsung ketika Beijing memodernisasi angkatan bersenjatanya dan mencoba untuk lebih memproyeksikan kekuatannya.

Dikutip dari Reuters, Minggu (25/1/2026) Zhang Youxia menjabat sebagai orang kedua di bawah Presiden Xi Jinping sebagai wakil ketua Komisi Militer Pusat, badan komando tertinggi dan telah lama dianggap sebagai sekutu militer terdekat Xi.

Kementerian Pertahanan mengatakan, Zhang dan Liu Zhenli, kepala staf Departemen Staf Gabungan Komisi Militer Pusat (CMC), sedang diselidiki karena diduga melakukan pelanggaran disiplin dan hukum yang serius.

Zhang juga merupakan anggota Politbiro elite dari Partai Komunis yang berkuasa dan merupakan salah satu dari sedikit perwira terkemuka yang memiliki pengalaman tempur.

“Bersih-bersih” militer

Militer merupakan salah satu target utama dari operasi pemberantasan korupsi besar-besaran yang diperintahkan oleh Xi pada 2012. 

Operasi tersebut mencapai eselon atas Tentara Pembebasan Rakyat pada 2023 ketika Pasukan Roket elite menjadi sasaran.

Penindakan Zhang merupakan pencopotan kedua seorang jenderal yang masih menjabat di Komisi Militer Pusat sejak Revolusi Kebudayaan 1966-1976.

Ia belum terlihat di depan umum sejak 20 November, ketika mengadakan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan Rusia di Moskwa.

Para diplomat asing dan analis keamanan mengamati perkembangan ini dengan cermat, mengingat kedekatan Zhang dengan Xi dan pentingnya pekerjaan komisi tersebut dalam hal komando, serta modernisasi dan postur militer PLA.

China pamerkan kekuatan militer

Meskipun China belum pernah terlibat perang selama beberapa dekade, negara itu mengambil sikap yang semakin agresif di Laut China Timur, Laut China Selatan yang dipersengketakan, dan Taiwan.

Beijing menggelar latihan militer terbesar di sekitar Taiwan pada akhir tahun lalu.

Pakar keamanan China yang berbasis di Singapura, James Char, mengatakan bahwa operasi harian militer dapat berjalan seperti biasa meskipun ada pembersihan. 

Namun, penargetan Zhang menunjukkan Xi bereaksi terhadap kritik bahwa tindakan keras tersebut terlalu selektif.

“Xi telah memanfaatkan perwira PLA lini kedua untuk mengisi peran yang ditinggalkan oleh pendahulu mereka, dalam kebanyakan kasus bersifat sementara,” kata Char, seorang cendekiawan di Sekolah Studi Internasional S. Rajaratnam.

“Para modernis militer China akan terus mendorong dua tujuan yang telah ditetapkan Xi untuk PLA, yaitu, tahun 2035 untuk menyelesaikan modernisasinya dan tahun 2049 untuk menjadi angkatan bersenjata kelas dunia,” sambungnya.

Zhang adalah wakil ketua CMC kedua yang kehilangan jabatannya dalam beberapa bulan terakhir. 

Mantan wakil ketua CMC, He Weidong, dipecat dari partai dan PLA pada Oktober tahun lalu karena korupsi. 

Ia digantikan oleh Zhang Shengmin. Delapan jenderal berpangkat tinggi dipecat dari Partai Komunis atas tuduhan korupsi pada Oktober 2025, termasuk He Weidong.

Dua mantan menteri pertahanan juga disingkirkan dari partai yang berkuasa dalam beberapa tahun terakhir karena korupsi. 

Tindakan keras ini memperlambat pengadaan persenjataan canggih dan memukul pendapatan beberapa perusahaan pertahanan terbesar di China.

Kedekatan Zhang dengan Xi Jinping

Baik Xi maupun Zhang, keduanya berasal dari provinsi Shaanxi di barat laut dan merupakan anak-anak dari mantan pejabat senior yang berjuang bersama dalam perang saudara tahun 1940-an.

Lahir di Beijing, Zhang bergabung dengan militer pada 1968, naik pangkat dan bergabung dengan komisi militer pada akhir 2012 seiring dengan percepatan modernisasi PLA.

Profil Zhang yang diterbitkan Pentagon pada akhir 2023 mencatat, Zhang sebenarnya memasuki masa pensiun pada 2022, pada usia 72 tahun, sesuai praktik militer yang biasa.

“Namun, pengangkatan Zhang kembali di CMC untuk masa jabatan ketiga mungkin mencerminkan keinginan Xi untuk mempertahankan sekutu yang dekat dan berpengalaman sebagai penasihat militer utamanya,” demikian bunyi profil tersebut.

Ia berperang melawan Vietnam dalam perang perbatasan yang singkat pada 1979 yang dilancarkan China.

Zhang berusia 26 tahun ketika ia dikirim ke garis depan untuk melawan Vietnam dan dengan cepat dipromosikan, menurut media pemerintah. 

Ia juga bertempur dalam bentrokan perbatasan lain dengan Vietnam pada 1984 saat konflik masih berkecamuk.

Share This Article
Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *