Kapolda Jabar Gelar Doktor di Unair: Disertasi Kaji Fenomena Polisi di Wilayah Konflik

Hendra Susanto
4 Min Read

Kapolda Jabar Meraih Gelat Doktor dengan Studi Fenomenologi tentang Pengalaman Polisi di Daerah Konflik Mesuji

Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan, berhasil meraih gelar doktor dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga. Gelar ini diperoleh melalui disertasinya yang berjudul “Cerita dari Mesuji: Studi Fenomenologi tentang Menjadi Polisi di Daerah Konflik”. Penelitian ini menggali pengalaman polisi dalam situasi konflik agraria di wilayah Mesuji, yang menjadi pusat perhatian selama beberapa tahun terakhir.

Disertasi ini tidak hanya menjadi bukti kompetensi akademis yang tinggi, tetapi juga menunjukkan dedikasi Kapolda Jabar untuk memahami dinamika sosial yang kompleks di tengah masyarakat. Dalam studinya, ia membahas dilema moral, rasa takut, serta hubungan antara polisi dan warga yang seringkali dipengaruhi oleh trauma sejarah dan perbedaan identitas sosial.

Fenomenologi sebagai Pendekatan Utama

Rudi Setiawan menggunakan pendekatan fenomenologi, khususnya konsep lebenswelt (dunia kehidupan) dari Edmund Husserl, untuk memahami pengalaman polisi di Mesuji. Konsep ini mengacu pada dunia pengalaman hidup sehari-hari yang diterima begitu saja oleh individu. Dalam konteks Mesuji, dunia kehidupan polisi tidak hanya terbatas pada institusi atau aturan, tetapi juga melibatkan realitas sosial yang penuh paradoks.

Polisi di Mesuji hidup di antara dua tarikan besar: sebagai penegak hukum dan simbol negara, serta sebagai individu yang menghadapi kesepian, ancaman, ketakutan, dan dilema moral. Mereka sering kali merasa tidak didukung, baik secara sarana maupun dukungan dari lingkungan sekitarnya.

Peran Polisi dalam Konflik Agraria

Mesuji, yang bagi sebagian orang hanya merupakan lokasi geografis di perbatasan Lampung dan Sumatera Selatan, bagi sebagian lainnya adalah ruang eksistensial tempat konflik agraria, trauma sejarah, dan pergulatan identitas sosial bersinggungan dalam kehidupan sehari-hari. Di sini, polisi tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari dinamika yang kompleks antara warga asli dan pihak luar.

Dalam penelitiannya, Rudi menyampaikan bahwa polisi di Mesuji sering kali dianggap sebagai bagian dari kekuasaan yang jauh angkuh dan gagal memahami martabat serta identitas warga setempat. Hal ini menciptakan kesenjangan yang memperparah konflik dan membuat tugas polisi semakin sulit.

Inspirasi untuk Jajaran Polri

Pencapaian ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran Polri untuk terus meningkatkan kapasitas keilmuan dan kompetensi. Kombes Hendra Rochmawan, Kabid Humas Polda Jabar, menyampaikan ucapan selamat atas gelar doktor yang diraih Kapolda Jabar. Ia menilai bahwa capaian ini mencerminkan komitmen pimpinan dalam membangun polisi yang lebih humanis dan berkompeten.

Hendra juga menekankan bahwa ilmu yang diperoleh oleh Kapolda dapat memperkuat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Selain itu, prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi anggota Polri untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri dalam menjalankan tugas melayani masyarakat.

Tantangan dan Pelajaran dari Mesuji

Studi yang dilakukan oleh Kapolda Jabar memberikan wawasan mendalam tentang tantangan yang dihadapi polisi di daerah konflik. Dalam konteks Mesuji, polisi tidak hanya bertugas menjaga hukum, tetapi juga harus memahami dinamika sosial yang kompleks dan menghadapi tekanan dari berbagai pihak.

Penelitian ini juga menunjukkan pentingnya pendekatan yang lebih humanis dalam pelayanan kepolisian. Dengan memahami pengalaman hidup sehari-hari para polisi dan warga, kepolisian dapat lebih efektif dalam menjalankan tugasnya dan membangun hubungan yang lebih baik dengan masyarakat.

Kesimpulan

Gelar doktor yang diraih oleh Irjen Rudi Setiawan tidak hanya menjadi pencapaian akademis, tetapi juga menjadi langkah penting dalam memperkuat kompetensi dan pemahaman kepolisian terhadap dinamika sosial yang kompleks. Melalui studi fenomenologi tentang pengalaman polisi di Mesuji, Kapolda Jabar menunjukkan bahwa kepolisian harus lebih peka terhadap isu-isu sosial dan budaya yang ada di masyarakat.


Share This Article
Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *