Kematian Mantan Menteri Luar Negeri Iran yang Dikaitkan dengan Serangan AS dan Israel
Kepala Dewan Strategis Hubungan Luar Negeri sekaligus mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Kamal Kharazi, meninggal dunia setelah mengalami luka parah akibat serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Kharazi dikabarkan menghembuskan napas terakhirnya pada Kamis (9/4/2026) malam waktu setempat.
Serangan tersebut terjadi pada 1 April 2026 lalu, ketika kediaman Kharazi di Ibu Kota Teheran diserang oleh pasukan AS dan Israel. Istri Kharazi tewas di tempat akibat serangan tersebut, sementara Kharazi sendiri mengalami luka yang cukup parah. Ia harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit selama beberapa hari sebelum akhirnya meninggal dunia.
Respons dari Perdana Menteri Malaysia
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, merasa kehilangan usai mendengar kabar kematian Kharazi. Menurut Anwar, ia memiliki hubungan dekat dengan Kharazi, terutama saat Kharazi masih menjabat sebagai Menlu Iran.
“Saya pertama kali mengenal Dr. (Kamal) Kharazi selama masa jabatannya sebagai duta besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York. Persahabatan kami berlanjut selama masa jabatannya yang terhormat sebagai Menteri Luar Negeri (Iran). Beliau adalah seorang yang berpengetahuan luas dan memiliki kehangatan yang tulus, selalu bijaksana, dan selalu ramah,” ujar Anwar dalam unggahan di laman X pribadinya.
“Dunia telah kehilangan seorang diplomat yang luar biasa dan saya telah kehilangan seorang sahabat. Belasungkawa terdalam saya kepada keluarganya dan kepada rakyat Iran. Kepergiannya merupakan pengingat akan harga yang mengerikan dari konflik ini. Perang ini harus diakhiri,” lanjut Anwar.
Riwayat Karier Diplomat Senior Iran
Sebagai informasi, Kharazi merupakan seorang diplomat senior di Iran. Selama hidupnya, ia pernah menjabat di sejumlah posisi strategis pemerintahan. Kharazi pernah menjadi Duta Besar Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dari 1989 hingga 1997. Setelah tidak lagi menjabat sebagai Duta Besar, Kharazi lantas didapuk menjadi Menlu Iran pada 1997 hingga 2005.
Selama kariernya, Kharazi juga pernah menjabat di sejumlah posisi strategis lainnya. Ia pernah menjadi penasihat senior untuk Pemimpin Tertinggi Iran, kepala Pusat Ilmu Kognitif, dan anggota Dewan Penentu Kebijakan Iran.
Gencatan Senjata Antara AS-Israel dan Iran
Kini, AS dan Israel sudah menghentikan serangan ke Iran. Hal ini dilakukan setelah Presiden AS, Donald Trump, menyepakati gencatan senjata dengan Iran selama dua pekan pada Selasa (7/4/2026). Kesepakatan ini diambil setelah AS dan Israel membombardir Iran sejak 28 Februari lalu.
Gencatan senjata ini disambut baik oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Ia mengatakan, keputusan tersebut sangat berguna bagi AS, Israel, dan Iran untuk mengakhiri perang. Sayangnya, AS dan Israel menegaskan bahwa Lebanon tidak terlibat dalam kesepakatan gencatan senjata yang sudah disetujui dengan Iran. Oleh karena itu, Israel hingga kini masih terus menyerang Lebanon. Padahal, menurut Iran, dokumen gencatan senjata yang diberikan AS sudah melibatkan Lebanon.

