Kapolres Nabire Ajak Pengojek Jadi Pelopor Lalu Lintas

Zaiful Aryanto
5 Min Read

Kegiatan Tatap Muka antara Polisi dan Komunitas Ojek Nabire

Kegiatan tatap muka antara Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Papua Tengah dengan komunitas ojek di Kabupaten Nabire berlangsung dalam suasana yang akrab dan penuh keakraban. Acara ini dilaksanakan sebagai upaya sosialisasi keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

Pertemuan tersebut berlangsung pada pukul 10.00 WIT di Warung Makan Madura, Jalan Jenderal Sudirman, Distrik Nabire Kota, atau tepatnya depan Kantor Polres Nabire. Acara dipimpin langsung oleh Dirlantas Polda Papua Tengah, Kombespol. S. Kunto Hartono, yang didampingi oleh Kasat Lantas Polres Nabire, Iptu Exaudio P.R. Hasibuan beserta jajarannya.

Dalam pertemuan tersebut, banyak hal yang dibahas, salah satunya adalah pentingnya membangun kolaborasi antara komunitas ojek dan pihak Polantas. Kombes Pol S. Kunto Hartono menekankan bahwa komunitas ojek harus selalu kompak karena komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi merupakan kunci kebersamaan.

“Jika ada masalah yang terjadi antar ojek, maka itu diselesaikan dengan kepala dingin, baik pelaku maupun korban sama-sama karena akan rugi,” ujar Kombes Pol S. Kunto, Jumat, (30/1/2026).

Ia juga mengajak para ojek untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di Papua Tengah, karena kedepan Dirlantas Polda bakal menggelar lomba kolaborasi pelopor keselamatan berlalu lintas.

Edukasi Keselamatan dan Legalitas Berkendara

Senada dengan Dirlantas, Kasat Lantas Polres Nabire, Iptu Exaudio P.R. Hasibuan, menekankan pentingnya legalitas dan etika di jalan raya. Ia mengingatkan setiap pengemudi ojek wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sebagai bukti kompetensi.

Pengendara ojek juga harus selalu taat terhadap setiap peraturan lalu lintas. “Jangan bonceng penumpang lebih dari satu orang atau bonceng tiga, karena itu sangat berisiko bagi keselamatan. Nyawa penumpang ada di tangan anda, maka layanilah dengan penuh tanggung jawab,” ujar Iptu Exaudio.

Sementara itu, Kanit Kamsel Satlantas Polres Nabire, Aiptu Nanto, meminta para pengurus ojek Nabire untuk lebih memperhatikan kesejahteraan anggotanya dan tidak hanya menarik iuran semata. Dia mengingatkan para pengojek agar untuk selalu mengutamakan keselamatan penumpang dalam berkendara, salah satunya menggunakan helm.

“Ini penting karena sesuai undang-undang nomor 22 Tahun 2009, pengendara dan penumpang wajib menggunakan helm SNI, dan sampai saat ini, masih banyak kelalaian di lapangan, termasuk sikap serakah dengan membonceng dua penumpang sekaligus, dan itu sangat berbahaya, untuk itu mohon agar kedepan tidak dilakukan lagi. Mari kita ciptakan budaya jalan raya yang aman dan tertib,” kata Aiptu Nanto.

Permintaan Unik dari Ketua Komunitas Ojek

Sedangkan Ketua Komunitas Ojek Helm Biru Nabire, John Basna N.A menyambut baik tatap muka ini. Mereka bahkan meminta Dirlantas Polda Papua Tengah menjadi ketua umum komunitas ojek Nabire. “Dengan begitu (menjadi ketua) dapat memperkuat kemitraan kami dengan Polisi,” ujar John.

Dia mengapresiasi tatap muka yang sudah berjalan dengan penuh keharmonisan tersebut. “Dengan begini, kami merasa di ayomi,” tandasnya.

Aksi Simpatik dan Pembagian Helm Gratis

Kegiatan tatap muka ini diakhiri dengan aksi pembagian helm gratis dan bingkisan kepada para pengemudi ojek. Hal ini menjadi bentuk dukungan nyata keselamatan berkendara.

Informasi Umum tentang Kabupaten Nabire

Kabupaten Nabire adalah salah satu kabupaten sekaligus juga menjadi ibu kota Provinsi Papua Tengah. Ibu kota kabupaten ini terletak di Distrik Nabire. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Provinsi Papua Barat di sebelah barat yaitu Kabupaten Teluk Wondama dan Kaimana.

Jumlah penduduk Kabupaten Nabire pada akhir tahun 2024 berjumlah 179.174 jiwa. Kabupaten Nabire adalah induk dari semua kabupaten di Papua Tengah, kecuali Kabupaten Mimika yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Fakfak. Awalnya Kabupaten Nabire bernama Kabupaten Paniai dengan ibu kota di Kelurahan Enarotali, yang terletak di wilayah Distrik Pantai Timur.

Di tahun 1966, ibu kota Kabupaten Paniai dipindah ke Distrik Nabire karena lebih strategis di wilayah pantai dibandingkan dengan Kelurahan Enarotali yang berada di pedalaman. Kabupaten Paniai berubah nama menjadi Kabupaten Nabire menurut PP Nomor 52 Tahun 1996. Peraturan tersebut juga melahirkan kabupaten baru yang dimekarkan dari Kabupaten Nabire, yaitu Kabupaten Paniai dan Kabupaten Puncak Jaya. Ketiga kabupaten tersebut sekarang berkembang menjadi 7 kabupaten penyusun Provinsi Papua Tengah.

Kabupaten Nabire dikenal sebagai penghasil salak terbesar di Papua, dengan salak Nabire yang memiliki cita rasa manis legit dan menjadi komoditas unggulan daerah ini. Pada tanggal 6 Februari 2004, terjadi gempa bumi yang kemudian disusul pada tanggal 26 November 2004 di Kabupaten Nabire, gempa bumi berkekuatan 7,2 skala Richter mengguncang daerah ini.

Share This Article
Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *