Siapa Andrei Yunus, Aktivis KontraS yang Jadi Korban Penyiraman Air Keras?

Bayu Purnomo
4 Min Read

Peristiwa Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis HAM Andrie Yunus

Peristiwa penyiraman air keras terhadap aktivis HAM Andrie Yunus menjadi perhatian luas baik di dalam maupun luar negeri. Insiden tersebut menimpa Andrie pada Jumat (13/3/2026) setelah ia menghadiri sebuah acara podcast di Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Peristiwa ini memicu kecaman dari berbagai pihak, termasuk Dewan Hak Asasi Manusia PBB dan pelapor khusus PBB untuk pembela HAM.

Reaksi Internasional terhadap Kasus Ini

Dewan Hak Asasi Manusia PBB menyatakan bahwa tindakan penyiraman air keras terhadap Andrie adalah tindakan yang sangat tidak pantas dan harus dipertanggungjawabkan. Mereka menegaskan bahwa para pembela HAM harus dilindungi dalam menjalankan tugasnya tanpa rasa takut.

Mary Lawlor, Pelapor Khusus PBB untuk Pembela Hak Asasi Manusia, juga menyampaikan kecamannya terhadap aksi tersebut. Ia mendesak pihak berwenang di Indonesia untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap serangan mengerikan ini. Mary menekankan bahwa impunitas atas kekerasan terhadap pembela HAM tidak dapat diterima.

Tanggapan dari Dalam Negeri

Di dalam negeri, Menteri HAM Natalius Pigai turut mengutuk penyiraman air keras terhadap Andrie. Ia menegaskan bahwa aksi premanisme tidak boleh terjadi di Indonesia. Pigai menekankan bahwa negara ini harus aman dan damai, serta setiap aksi kekerasan tidak boleh terjadi lagi. Ia juga mendesak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini agar ada rasa keadilan bagi korban dan keluarganya.

Siapa Andrie Yunus?

Andrie Yunus merupakan alumni Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera dan penerima Beasiswa Jentera. Ia lulus pada 2020 dengan skripsi yang menyoroti peran paralegal dalam mewujudkan persamaan di hadapan hukum. Sebelum bergabung dengan KontraS, Andrie pernah bekerja di Lembaga Bantuan Hukum Jakarta sebagai advokat yang fokus pada advokasi hukum publik. Di KontraS, ia aktif menyuarakan isu pelanggaran HAM, reformasi sektor keamanan, serta advokasi terhadap korban kekerasan negara.

Aksi Politik Andrie Yunus

Beberapa kali Andrie terlibat dalam advokasi dan kampanye publik terkait isu reformasi sektor keamanan, termasuk kritik terhadap wacana revisi Undang-Undang (RUU) TNI yang dinilai berpotensi memperluas peran militer di ranah sipil. Ia juga pernah hadir sebagai saksi dalam persidangan uji formal UU TNI di Mahkamah Konstitusi (MK) untuk memberikan keterangan dari perspektif masyarakat sipil.

Pengalaman Geruduk Rapat RUU TNI

Pada tahun 2025, sosok Andrie pernah menyita perhatian publik ketika ia bersama dua aktivis lainnya mendatangi lokasi rapat Panja RUU TNI di ruang Ruby 1 dan 2 Fairmont Hotel, Jakarta. Mereka menggedor pintu ruangan tersebut dan meminta agar pembahasan RUU TNI dihentikan. Andrie menyampaikan tuntutannya dengan lantang, menolak adanya dwifungsi ABRI dan meminta proses pembahasan dilakukan secara transparan.

Kronologi Penyiraman Air Keras

Peristiwa penyiraman air keras terjadi sesaat setelah Andrie Yunus melakukan perekaman siniar atau podcast di Kantor YLBHI. Setelah itu, ia pulang dengan mengendarai sepeda motor dan melewati Jalan Salemba, Jakarta Pusat. Dua orang pelaku yang juga mengendarai sepeda motor Beat melaju dari arah berlawanan dan menyiramkan air keras ke arah Yunus. Akibatnya, Yunus mengalami luka bakar sebanyak 24 persen di tubuhnya dan langsung dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis darurat.

Ciri-ciri Pelaku

Pelaku pertama diperkirakan mengenakan kaos berwarna kombinasi putih-biru, celana berwarna gelap, dan helm berwarna hitam. Sementara itu, pelaku kedua mengenakan penutup wajah atau masker berwarna hitam, kaos biru tua, dan celana panjang berwarna biru yang diduga berbahan jeans. Informasi ini dihimpun oleh Dimas, sumber yang memberikan penjelasan tentang kronologi penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus.

Share This Article
Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *