7 Berita Terpopuler Hari Ini: Tersangka Penganiayaan ART Dituntut 10 Tahun Penjara

Kaila Azzahra
5 Min Read

Kasus Penganiayaan ART di Batam, Terdakwa Dituntut 10 Tahun Penjara

Roslina Fang, terdakwa kasus penganiayaan Asisten Rumah Tangganya (ART) di Batam, Intan, dituntut 10 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam pada persidangan Senin (1/12/2025) di Pengadilan Negeri Batam. Sedangkan sepupu korban, Merliati, yang turut didakwa dalam kasus yang sama, dituntut hukuman pidana 7 tahun penjara.

Kasi Intel Kejari Batam, Priandi Firdaus, menjelaskan bahwa keduanya terbukti sebagaimana dakwaan Pasal 44 ayat (2) Undang-undang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (PKDRT), kemudian pasal 64 ayat 1 KUHP, serta turut serta Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. “Roslina dituntut 10 tahun, Merliati 7 tahun. Meski pasalnya sama, peran Roslina lebih besar dari Merliati,” ujar Priandi, Selasa (2/12/2025).

Video Viral Mobil Terbakar di Jalan Gajah Mada

Masih di Batam, beredar di media sosial video mobil terbakar di jalan Gajah Mada dekat Southlink Arah Nagoya di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (2/12/2025). Tingginya kepulan asap dari sebuah mobil truk, perekam video mengklaim kendaraan itu terbakar di Batam.

Dari video tersebut, terlihat kepulan asap membumbung di udara yang saat itu cuaca gerimis. Namun, faktanya mobil itu tidak mengalami kebakaran namun karena kerusakan pada bagian radiator yang mengakibatkan keluar asap yang cukup banyak.

Kasatlantas Polresta Barelang, Kompol Afiditya melalui Kasubnit 1 Gakkum Lantas, Ipda Tarmizi Rambe menegaskan bahwa kendaraan itu tidak terbakar. “Bukan terbakar. Radiatornya pecah, jadi keluar asap dari knalpot, negatif kebakaran,” ujar Ipda Rambe saat dikonfirmasi Selasa Sore.

Warga Temukan Pakan Ayam hingga Perabotan Terdampar di Pantai Usai Kapal Kandas di Lingga

Di Lingga, ratusan karung pakan ayam dan berbagai perabotan ditemukan terdampar di Pantai Ava, Dabo Singkep, setelah KM Sinar Budi kandas akibat cuaca ekstrem di Lingga. Barang-barang seperti sembako, lemari plastik, kasur, hingga material kapal ikut hanyut terseret gelombang.

Warga sempat mengumpulkan barang-barang tersebut, namun sebagian besar telah dikembalikan kepada pemiliknya. Lima awak kapal berhasil diselamatkan oleh Tim SAR gabungan meski kapal mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Harga Bahan Pangan di Karimun Kepri Terancam Naik Dampak Bencana di Sumbar dan Sumut

Bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi di wilayah Sumatera, ikut berdampak pada ketersediaan bahan pangan di Karimun, Kepri. Pedagang sayuran di Pasar Puan Maimun Karimun, Joshua mengatakan, kebanyakan sayur yang dijual di kiosnya berasal dari Sumatera Utara (Sumut).

Dua hari sebelum kejadian, barang-barang itu sudah tiba di Karimun. “Barang kita sudah berjalan dua hari baru musibah datang di daerah sana,” ungkapnya kepada, Selasa (2/12/2025). Namun ia belum tahu bagaimana nasib pengiriman selanjutnya. Apakah sudah bisa dilakukan pengiriman atau tertunda. Hingga kini belum ada informasi dari daerah Sumatera utara.

Doa Kebangsaan untuk Korban Bencana Aceh, Sumut, dan Sumbar di Batam

Rasa duka dan kepedulian terhadap bencana alam yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat menggugah solidaritas warga Kota Batam. Hal itu diwujudkan melalui Doa Kebangsaan untuk Bencana Alam Sumatera yang digelar di Alun-alun Engku Putri Batam Centre, Selasa (2/12/2025).

Acara tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Batam sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, didampingi Wakil Wali Kota Batam/Wakil Kepala BP Batam, Li Claudia Chandra. Doa kebangsaan di Batam ini juga dihadiri seluruh pimpinan Forkopimda, tokoh masyarakat, dan tokoh lintas agama hadir memberikan doa terbaik bagi para korban bencana.

Tiga Bupati di Aceh Ini Sudah Angkat Bendera Putih, Menyerah dan Tak Sanggup Tangani Banjir

Bencana alam di Sumatera membuat sebagian sejumlah kepala daerah di daerah terdampak kewalahan. Apalagi, bencana ini menyebabakan banyak warga yang menjadi korban. Ada tiga bupati yang sudah menyerah dan tidak sanggup lagi menangani bencana Longsor di wilayah mereka. Inilah tiga bupati di Aceh menyerah tak sanggup tangani bencana longsor dan banjir.

Banjir dan longsor tampaknya membuat tiga bupati di Aceh mengibarkan bendera putih. Ketiga bupati Aceh itu tak sanggup menangani banjir dan longsor.

Share This Article
Penulis berita yang menggemari liputan ringan seputar tren, hiburan, dan dunia kreatif. Ia hobi mendengarkan musik pop, membuat catatan ide, dan memotret suasana kota. Menurutnya, kreativitas lahir dari rasa bahagia. Motto: "Tulislah apa yang bisa memberi senyum."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *