Tiga Jalan di Sulut yang Dikeluhkan Warga
Beberapa jalan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) kini menjadi perhatian warga setempat. Masalah utama yang dilaporkan adalah bau tidak sedap dan bahaya bagi pengendara serta pengguna jalan. Hal ini terjadi sejak Jumat, 9 Januari 2026, dan beberapa titik jalan menjadi sorotan.
Berikut ini adalah tiga tempat di Sulut yang dikeluhkan warga:
Jalan Rusak dan Berlubang di Kecamatan Wanea Picu Kepadatan Lalu Lintas
Ruas Jalan Sam Ratulangi 5, Kecamatan Wanea, Kota Manado, Sulut mengalami kerusakan yang cukup mengganggu arus lalu lintas. Lokasi ini berjarak sekitar 18 km dari Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk mencapainya melalui Jl. Ring Road/Lkr. Kota Manado dan Jl. A.A. Maramis/Kairagi – Mapanget.
Di tengah badan jalan terlihat lubang cukup besar dengan permukaan aspal rusak dan terkelupas. Akibatnya, pengendara harus mengurangi kecepatan saat melintas. Pada malam hari, kondisi jalan semakin sulit dilalui karena adanya genangan air dan aspal yang hancur.
Amatan di lokasi pada Jumat (9/1/2026) malam menunjukkan bahwa lubang tersebut hanya diberi pembatas berwarna merah sebagai tanda peringatan. Sebuah ban mobil juga tergelak di sekitar lubang tersebut. Situasi ini menyebabkan lalu lintas sedikit padat, dengan kendaraan roda empat harus sangat pelan dan bergantian mencari jalur aman agar bisa melewati titik kerusakan.
Bahkan, sejumlah mobil terlihat mengambil jalur dari arah berlawanan demi menghindari lubang dan tetap bisa melintas. Kondisi tersebut membuat ruang gerak kendaraan semakin sempit dan arus lalu lintas kerap tersendat.
Awal 2026, Sejumlah Jalan di Manado Sulut Masih Berlubang, Warga Minta Pemerintah Perbaiki
Di awal tahun 2026 ini, jalan-jalan di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), masih banyak yang bopeng (berlubang). Meski sudah banyak jalan yang ditambal, ada pula yang masih berlubang. Salah satunya adalah Jalan 17 Agustus Manado.
Amatan menunjukkan bahwa beberapa lubang di sana sudah ditambal, namun ada pula yang masih menganga. Lubang yang menganga ini cukup besar dan bisa membuat sepeda motor yang melaluinya oleng. Lokasi ini strategis dan sering dilewati kendaraan, terutama ASN yang bekerja di perkantoran sekitar.
Kondisi serupa juga terpantau di Jalan Balai Kota Tikala Manado. Sebagian besar lubang yang sebelumnya menyiksa pengguna jalan sudah ditambal, namun ada pula yang masih terbuka.
Sampah Plastik dan Sisa Makanan Sumbat Selokan Pasar 23 Maret Kotamobagu, Warga Keluhkan Bau Busuk
Pemandangan tak sedap tampak di sekitar kompleks Pasar 23 Maret Kotamobagu. Pasar ini berada di Jalan Bogani No.4, Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara.
Tumpukan sampah plastik dan sisa makanan terlihat menyumbat selokan. Sudah lama tumpukan sampah tersebut tidak diangkat oleh petugas. Hal ini dinilai warga mengganggu aliran air dan memunculkan bau tak sedap. Di beberapa titik, selokan yang seharusnya menjadi jalur pembuangan air justru berubah menjadi tempat bermuaranya sampah.
Mulai dari kantong plastik bekas, bungkus makanan, hingga sisa-sisa sayuran. Air yang menggenang tampak menghitam, menambah kesan kotor di kawasan pusat aktivitas ekonomi masyarakat itu.
“Kalau hujan sedikit saja, air tidak mengalir bagus. Baunya juga menyengat, apalagi siang hari saat pasar ramai,” kata Rudi, salah seorang pengunjung pasar, saat ditemui di lokasi, Jumat (9/1/2026).
Keluhan serupa disampaikan warga yang tinggal di sekitar pasar. Mereka menilai persoalan sampah bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga berdampak pada kesehatan dan kenyamanan lingkungan.
“Sampah ini kebanyakan dari plastik dan sisa makanan. Sudah sering dibersihkan, tapi kalau kesadaran buang sampah sembarangan masih seperti ini, pasti akan terulang lagi,” tutur Maya, warga setempat.
Selain menimbulkan bau, kondisi selokan yang tersumbat dikhawatirkan dapat menjadi sumber penyakit dan sarang nyamuk, terutama saat musim hujan.