Masuk Tahun Kedua, Bupati Arie Percepat Pembangunan Jalan dan Jembatan Bengkulu Utara

Hartono Hamid
3 Min Read

Komitmen Pemerintah Daerah Bengkulu Utara dalam Pembangunan Infrastruktur

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi, pemerintah daerah Kabupaten Bengkulu Utara menunjukkan komitmen kuat untuk mempercepat pembangunan infrastruktur, terutama jalan dan jembatan. Hal ini menjadi fokus utama Bupati Arie Septia Adinata bersama Wakil Bupati Sumarno dalam menjalankan program pemerintahan mereka.

Pembangunan infrastruktur menjadi salah satu prioritas utama karena sangat berpengaruh pada kehidupan masyarakat, terutama dalam hal distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga. Dalam sambutannya saat menghadiri kegiatan Safari Ramadan yang digelar oleh pemerintah setempat, Arie menyampaikan bahwa sejumlah capaian positif telah diraih selama tahun pertama kepemimpinannya.

Salah satu capaian tersebut adalah pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bengkulu Utara pada tahun 2025 yang tercatat mencapai 4,43 persen. Angka ini menjadi indikator positif di tengah tantangan fiskal daerah dan dinamika ekonomi nasional. Selain itu, angka kemiskinan juga berhasil turun dari 10,96 persen menjadi 10,07 persen.

Arie menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan merupakan hasil kerja sama antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat. Namun, ia juga mengakui bahwa masalah infrastruktur masih menjadi tantangan terbesar yang harus diselesaikan.

Prioritas Pembangunan Infrastruktur

Kondisi jalan dan jembatan di beberapa kecamatan masih membutuhkan perhatian serius. Menurut Arie, infrastruktur yang belum memadai berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat, terutama dalam distribusi hasil pertanian dan akses layanan dasar. Oleh karena itu, pada tahun kedua masa kepemimpinannya, pemerintah daerah akan memprioritaskan pembangunan dan peningkatan kualitas jalan serta jembatan.

“Di tahun kedua ini, kami akan lebih memaksimalkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Kami ingin mengurangi beban masyarakat, terutama dalam hal transportasi hasil pertanian dan akses pelayanan dasar,” ujar Arie.

Tantangan Fiskal dan Upaya Penyelesaian

Meski memiliki komitmen tinggi, Arie juga mengakui bahwa kemampuan fiskal daerah masih terbatas. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam merealisasikan pembangunan secara menyeluruh. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam. Berbagai upaya akan dilakukan untuk mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat.

“Kita akui kekuatan fiskal daerah masih terbatas. Tetapi hal itu bukan alasan untuk berhenti. Kami akan terus berupaya jemput bola ke pemerintah pusat agar mendapatkan tambahan anggaran untuk pembangunan jalan dan jembatan,” jelas Arie.

Peran Masyarakat dalam Pembangunan

Arie juga mengajak seluruh masyarakat Bengkulu Utara untuk terus menjaga kebersamaan dan mendukung program pembangunan daerah. Ia menekankan bahwa pembangunan tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan serta partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Dengan fokus pada penguatan infrastruktur serta peningkatan kesejahteraan masyarakat, Arie optimistis bahwa tahun kedua kepemimpinannya dapat membawa percepatan pembangunan yang lebih merata dan berdampak langsung bagi masyarakat di seluruh pelosok daerah.

Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *