Pak, Sudah Berhenti? Tangis Nurgiyanti Saksikan Perampok Bekap Anak dengan Bantal di Banyumas

Muhammad Muhlis
4 Min Read

Perampokan Bersenjata di Kecamatan Sumbang, Banyumas

Pada dini hari Senin (9/2/2026), sebuah peristiwa perampokan bersenjata terjadi di lingkungan permukiman warga di Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Kejadian ini menimpa satu keluarga yang tinggal di RT 02 RW 06 Desa Kotayasa. Perampokan terjadi sekitar pukul 02.00 dan melibatkan empat pelaku yang membawa senjata tajam seperti pisau, kapak, arit, serta linggis.

Pengalaman Korban yang Mengerikan

Nurgiyanti (39) mengungkapkan pengalamannya saat peristiwa tersebut terjadi. Ia terbangun ketika dua pelaku tiba-tiba masuk ke kamarnya. Pelaku kemudian mengikatnya dan membawanya keluar kamar. Setelah itu, ia melihat suaminya, Kodrat (41), dalam posisi tengkurap dengan tangan dan kaki terikat. Terdengar juga teriakan dari anak pertama mereka, Luigi (14), yang sedang dalam keadaan terlindungi oleh dua pelaku lainnya.

Salah satu pelaku menekan kepala anak korban sementara yang lain menahan kakinya. Bahkan, wajah anak itu dibekap menggunakan bantal hingga mengeluarkan darah dari hidung. Nurgiyanti hanya bisa memohon kepada para pelaku agar berhenti. Namun, pelaku memintanya untuk diam dan tidak berteriak.

Penyelidikan Polisi

Menurut informasi dari Kapolsek Sumbang, AKP Basuki, peristiwa perampokan ini diduga dilakukan oleh empat orang. Mereka masuk ke dalam rumah dengan cara mencongkel jendela sebelah selatan. Setelah masuk, pelaku langsung menemui anak korban yang sedang tidur dan menyekapnya. Selanjutnya, pelaku lainnya masuk ke kamar orang tua korban.

Sang ayah, Kodrat, terlebih dahulu diikat, kemudian disusul istrinya. Keduanya kemudian diintimidasi dan diminta menunjukkan tempat penyimpanan uang. Dari penemuan di lokasi kejadian, polisi menemukan uang sebesar Rp12.400.000, yang terdiri dari uang kas warga dan uang dari tempat korban bekerja di koperasi di Purbalingga.

Selain uang tunai, para pelaku juga mengambil tiga telepon seluler milik anak dan orangtuanya. Bahkan, sebuah set top box (STB) televisi ikut dibawa karena diduga dikira sebagai perangkat decoder CCTV.

Fakta-Fakta Penting

  • Pelaku menggunakan dua logat berbeda saat berbicara: dua orang menggunakan logat Jawa, sementara dua lainnya berbicara menggunakan bahasa Indonesia.
  • Tidak ada senjata api yang terlihat, hanya senjata tajam seperti pisau dan sabit.
  • Korban tidak mengalami luka fisik, meskipun kondisi mereka sangat mengerikan.
  • CCTV yang terpasang di rumah korban masih utuh dan telah diamankan oleh Tim Inafis Polresta Banyumas untuk dianalisis.
  • Para pelaku menggunakan masker dan membawa senjata tajam berupa kapak, arit, pisau, serta linggis kecil.
  • Pelaku sempat mengancam korban agar diam dan mengancam akan menembak jika melawan.

Korban Trauma dan Masih Mengalami Kekacauan

Nurgiyanti mengungkapkan bahwa dirinya masih trauma akibat kejadian tersebut. Ia tidak kuat membayangkan kembali peristiwa yang terjadi dini hari itu. Suaminya, Kodrat, bekerja di koperasi sekaligus menjadi bendahara paguyuban di lingkungan setempat, sehingga sering memegang uang. Mereka baru sekira tiga tahun tinggal di lingkungan tersebut.

Kondisi Rumah Setelah Perampokan

Setelah merasa para pelaku sudah pergi, Nurgiyanti membuka pintu kamar dan melepaskan ikatan tangan serta kaki suaminya. Mereka kemudian keluar rumah, namun para pelaku sudah tidak terlihat. Pintu depan rumah dalam keadaan sedikit terbuka, diduga sengaja dibuka oleh pelaku untuk memudahkan kabur. Namun, gerbang depan rumah masih dalam kondisi tergembok.

Dalam peristiwa tersebut, pelaku membawa tiga ponsel, uang sekira Rp12 juta, uang milik anak sebesar Rp400 ribu, uang arisan, serta perhiasan berupa kalung, cincin, dan anting. Selain itu, pelaku juga membawa sebuah STB yang diduga mereka kira sebagai perangkat CCTV. Nurgiyanti tidak mengetahui apakah pelaku sudah mengenal keluarganya atau tidak.

Share This Article
Jurnalis digital yang menaruh perhatian besar pada perkembangan teknologi dan komunikasi. Ia senang membaca jurnal ilmiah, mencoba aplikasi baru, dan melakukan riset kecil untuk mempertajam analisis. Hobinya termasuk bermain catur dan mendengarkan musik klasik. Motto: "Pemahaman mendalam menghasilkan berita yang bernilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *