Pebalap Sulsel Meninggal Saat Balapan di Jambi

Wahyudi
4 Min Read

Kabar Duka: Pebalap Nasional Ahwin Sanjaya Meninggal Dunia Akibat Kecelakaan di Grand Final SCP 2025

Pebalap nasional yang dikenal berprestasi, Ahwin Sanjaya (27), meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan fatal dalam Grand Final Sumatera Cup Prix (SCP) 2025 di Zabaq National Circuit, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, pada Minggu (14/12). Insiden tersebut terjadi saat lomba sedang berlangsung dan menimbulkan duka mendalam bagi dunia balap motor Indonesia.

Ahwin mengalami benturan keras di bagian kepala dan sempat dievakuasi ke rumah sakit. Namun, nyawanya tidak tertolong dalam perjalanan. Jenazahnya kemudian diterbangkan ke kampung halamannya di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada Senin (15/12) pagi.

Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP Wijaksono, menjelaskan bahwa korban mengalami benturan di bagian kepala yang menyebabkan pendarahan serius. “Korban sempat dibawa ke rumah sakit, tapi dalam perjalanan meninggal dunia,” ujarnya.

Polres Tanjung Jabung Timur telah membuka penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Pihak kepolisian akan meminta keterangan dari panitia pelaksana, saksi, dan melakukan pemeriksaan teknis terhadap kendaraan serta lintasan.

Aturan yang Duga Dilanggar

Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) periode 2015-2020, Sadikin Aksa (48), menyatakan adanya dugaan aturan yang dilanggar dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut. Ia menyoroti beberapa hal, termasuk kurangnya pembatas penonton dan akses yang mudah bagi gerombolan penonton mendekati sirkuit.

“Ada aturan yang gak benar. Minta tim dalami. Pasti ada masalah dengan penyelenggara,” kata Sadikin Aksa. Menurutnya, sirkuit seharusnya dilengkapi pagar pembatas yang tertutup rapat, minimal 1,5 meter dari tepi jalur.

Sadikin juga mengingatkan bahwa IMI memiliki regulasi ketat untuk semua kegiatan balap motor, termasuk izin resmi dan standar keselamatan. Tanpa izin IMI, lomba tidak sah dan peserta bisa didiskualifikasi.

Jejak Karier Ahwin Sanjaya

Ahwin Sanjaya bukan nama asing di dunia balap nasional dan Asia. Lahir di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, pada 22 Februari 1998, ia dikenal sebagai pebalap berprestasi sejak muda. Ia pernah menjadi bagian dari tim binaan PT Astra Honda Motor (AHM) atau Astra Honda Racing Team (AHRT).

Prestasi tingkat nasional dan internasional berhasil ia raih. Pada 2018, ia mencetak double podium Kejurnas Sport 250cc Indospeed Race Series (IRS) di Sentul International Circuit. Di ajang Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas AP250 tahun 2019, ia menjadi runner-up.

Di ajang Sumatera Cup Prix (SCP) 2025, Ahwin kembali naik podium. Ia finis sebagai juara II kelas bebek 2 tak underbone 130 cc open Piala Bupati Tanjung Jabung Timur. Hasil tersebut memperbesar peluangnya menjadi juara umum SCP 2025. Selisih poinnya hanya satu angka dari pesaing terdekat.

Balapan Terakhir yang Berujung Tragedi

Balapan Grand Final SCP 2025 menjadi yang terakhir bagi Ahwin Sanjaya. Ia mengalami kecelakaan di lintasan lurus saat balapan memasuki lap-lap akhir. Ia terjatuh dan tertabrak pembalap lain. Benturan keras di bagian kepala menyebabkan pendarahan serius hingga meninggal dunia.

Helm yang dikenakan Awhin juga dikabarkan terlepas saat insiden terjadi. Peristiwa itu menyisakan duka mendalam bagi dunia balap nasional.

Pengurus IMI Sulsel asal Luwu Utara, Musbar, membenarkan kabar duka tersebut. Ia menyebut kecelakaan terjadi di tengah persaingan ketat antarpembalap. “Kalau tidak salah sudah lap 10. Biasanya finis sekitar 15 sampai 18 lap karena itu kelas expert,” ujar Musbar.

Menurut Musbar, jarak antarmotor sangat rapat. Insiden terjadi saat pembalap saling menekan. “Motor saling mepet. Kita juga tidak bisa mereka-reka karena videonya dari jauh,” ungkapnya.

Ahwin disebut memiliki peluang besar menjadi juara umum SCP 2025. Ia hanya tertinggal satu poin. Hingga kini, penyebab pasti meninggalnya Awhin Sanjaya masih menunggu keterangan resmi. Pihak panitia dan tim belum memberikan penjelasan detail.


Share This Article
Jurnalis yang menaruh perhatian pada dunia pendidikan dan komunitas lokal. Ia senang menghabiskan waktu membaca biografi tokoh inspiratif, menulis catatan belajar, serta menghadiri diskusi publik. Aktivitas ini membantunya memahami sudut pandang masyarakat. Motto: "Berita harus menggerakkan, bukan sekadar dibaca."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *