Kepemimpinan Bupati Kediri di Masa Kedua: Fokus pada Program Prioritas dan Peningkatan Kesejahteraan
Setelah memasuki periode kedua kepemimpinannya, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana langsung bergerak cepat dalam mewujudkan 17 program prioritas yang telah dijanjikan kepada masyarakat. Meski menghadapi tantangan terkait kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat, sebagian besar program tersebut telah mulai berjalan bahkan terealisasi pada tahun pertama masa jabatannya.
- Kepemimpinan Bupati Kediri di Masa Kedua: Fokus pada Program Prioritas dan Peningkatan Kesejahteraan
- Sektor Pertanian: Program Pupuk Tersedia, Petani Bahagia
- Kesehatan: Universal Health Coverage Mencapai 98,72 Persen
- Pendidikan dan Keagamaan: Insentif dan Beasiswa untuk Meningkatkan Akses
- Program Lain yang Sudah Berjalan
- Penciptaan Lapangan Kerja dan Sektor Pariwisata
- Infrastruktur: Perbaikan Jalan dan Skema BKK
Bupati yang akrab disapa Mas Dhito ini menegaskan bahwa keterbatasan ruang fiskal tidak menjadi alasan untuk menunda program yang bertujuan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Sektor pertanian, kesehatan, pendidikan, hingga infrastruktur tetap menjadi fokus utama dalam penerapan program-program tersebut.
Sektor Pertanian: Program Pupuk Tersedia, Petani Bahagia
Di bidang pertanian, program pupuk tersedia, petani bahagia telah diwujudkan melalui tambahan alokasi pupuk bersubsidi pada 2025. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan pupuk petani tercukupi dan produktivitas pertanian tetap terjaga.
Program ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap sektor pertanian yang sangat vital bagi perekonomian masyarakat.
Kesehatan: Universal Health Coverage Mencapai 98,72 Persen
Di bidang kesehatan, Pemkab Kediri mencatat capaian Universal Health Coverage (UHC) sebesar 98,72 persen pada 2025. Program kesehatan gratis bagi warga kurang mampu menjadi salah satu prioritas yang terus diperkuat di periode kedua ini.
Layanan kesehatan juga diperluas melalui peningkatan status Puskesmas rawat inap. Hingga akhir 2025, terdapat tambahan enam Puskesmas rawat inap dan sampai Februari 2026 jumlahnya telah mencapai 13 unit di seluruh Kabupaten Kediri.
Selain itu, pembangunan rumah sakit di kawasan Aerotropolis juga menjadi bagian dari rencana besar penguatan layanan kesehatan. Namun, Mas Dhito mengakui bahwa pembangunan rumah sakit membutuhkan anggaran besar di tengah keterbatasan fiskal akibat kebijakan efisiensi. Untuk menyiasati hal tersebut, ia membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta.
Pendidikan dan Keagamaan: Insentif dan Beasiswa untuk Meningkatkan Akses
Di sektor pendidikan dan keagamaan, program insentif bagi 17 ribu guru, tenaga kependidikan (GTK), guru ngaji, dan guru agama juga telah direalisasikan. Khusus guru ngaji dan guru agama, penerima manfaat bisyaroh pada 2025 mencapai 9.500 orang dan direncanakan meningkat menjadi 12.000 orang pada 2026.
Program beasiswa Kediri Berbudaya sebesar Rp 30 miliar per tahun tetap dipertahankan sebagai bentuk komitmen terhadap akses pendidikan. Selain itu, bantuan stimulus fasilitas untuk mushola, masjid, pondok pesantren, tempat ibadah, dan pendidikan keagamaan juga terus digulirkan.
Program Lain yang Sudah Berjalan
Beberapa program lain yang telah berjalan antara lain peningkatan insentif kader posyandu dan KB, kenaikan insentif RT/RW, penguatan layanan pengaduan melalui Halo Masbup 2.0, Gercep Sahaja untuk administrasi kependudukan, peningkatan Alokasi Dana Desa (ADD), serta Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi desa sejahtera.
Revitalisasi pasar tradisional pun berlanjut. Setelah sukses membenahi Pasar Wates pada periode pertama, Mas Dhito memulai revitalisasi Pasar Ngadiluwih di awal periode keduanya.
Penciptaan Lapangan Kerja dan Sektor Pariwisata
Di bidang ketenagakerjaan, program penciptaan 30.000 lapangan kerja baru mulai dijalankan secara bertahap. Pada 2025, lebih dari 6.000 lapangan pekerjaan baru berhasil dibuka dan akan terus ditingkatkan pada tahun-tahun berikutnya.
Sektor pariwisata tak luput dari perhatian. Wisata Ubalan dibuka kembali pada akhir 2025, sementara pada 2026 ini Pemkab Kediri fokus menyelesaikan akses jalan menuju Gunung Kelud hingga ke kawah serta peningkatan aspek keselamatan.
Infrastruktur: Perbaikan Jalan dan Skema BKK
Di bidang infrastruktur, perhatian besar diberikan pada perbaikan jalan, terutama jalan desa yang banyak dikeluhkan masyarakat. Skema pembangunan melalui BKK dengan pelaksanaan oleh pemerintah desa telah disiapkan, meski untuk saat ini realisasinya masih menyesuaikan kondisi keuangan daerah.