Perjalanan Abraham Kateyau: Dari Buruh ke Sekda Berkat YPMAK

Hartono Hamid
4 Min Read

Perjalanan Kariernya yang Menginspirasi

Abraham Kateyau, seorang tokoh yang kini menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, memiliki kisah perjalanan yang sangat menginspirasi. Ia adalah anak asli Suku Kamoro pertama yang berhasil menduduki jabatan penting tersebut. Sejak Agustus 2025 lalu, ia diamanahkan oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob, untuk memimpin pemerintahan daerah.

Perjalanan Abraham tidaklah mudah. Dari awalnya menjadi buruh bongkar muat barang di pelabuhan hingga akhirnya mencapai posisi strategis dalam sistem pemerintahan, ia membuktikan bahwa ketekunan dan semangat belajar bisa mengubah nasib seseorang.

Awal Kehidupan dan Pendidikan

Abraham lahir pada tanggal 13 April 1972 di Jayapura. Meski lahir di sana, ia kemudian pindah bersama orangtuanya ke Kota Timika, Kabupaten Mimika. Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Kampung Kekwa, Distrik Mimika Tengah. Setelah lulus, ia melanjutkan studi ke SMP di Kokonao, Distrik Mimika Barat, pada tahun 1989.

Pendidikan SMA-nya di SMA Katolik Adiluhur Nabire (kini SMA Adiluhur) juga tidak terlepas dari tantangan. Saat berada di kelas 2 SMA, ia sempat berhenti sekolah selama satu tahun karena keterbatasan biaya. Namun, tekadnya untuk menyelesaikan pendidikan tidak pernah padam. Ia pun merantau ke Sorong dan bekerja sebagai Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) di pelabuhan.

Setelah beberapa waktu, ia kembali bersekolah setelah kepala sekolah memintanya kembali. Ia langsung ditempatkan di kelas 3 SMA hingga akhirnya bisa lulus pada tahun 1993.

Kesempatan Pendidikan Tinggi

Setelah lulus SMA, Abraham diterima tanpa tes di Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura melalui jalur Seleksi Lokal Siswa Berpotensi (SLSB). Ia menyelesaikan pendidikan Diploma III (D3) di bidang Olahraga. Selama masa kuliah, ia menerima bantuan dari LPMI yang kini dikenal sebagai YPMAK. Bantuan tersebut diberikan secara rutin setiap bulan, termasuk uang belanja dan biaya studi.

Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Ikatan Mahasiswa Kamoro semasa kuliah. Meskipun begitu, ia merasa tidak cocok menjadi guru, sehingga memutuskan untuk banting setir dan melanjutkan pendidikan Strata Satu (S1) di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ottow Geissler, Kotaraja Dalam, Jayapura, dengan jurusan Ekonomi.

Pengembangan Karier dan Pendidikan Lanjutan

Setelah menyelesaikan studi S1 selama empat tahun, ia mengikuti program kerja sama pemuda dengan Universitas Cenderawasih dan melanjutkan Strata Dua (S2) di bidang Hukum di Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura. Tak berhenti sampai di situ, ia melanjutkan pendidikan Strata Tiga (S3) di Universitas Trisakti. Ia dijadwalkan mengikuti yudisium pada 13 Februari 2026.

Sebagai putra asli Kamoro, Abraham memiliki moto hidup yang selalu dipegang teguh: harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Menurutnya, seseorang tidak boleh hanya menonton orang lain, tetapi harus bisa memerintah diri sendiri sebelum memerintah orang lain.

Pesan untuk Generasi Muda

Kini, sebagai Sekda Mimika, Abraham ingin mengajak generasi muda, khususnya Amungme dan Kamoro, untuk memanfaatkan kesempatan pendidikan dengan baik. Menurutnya, program beasiswa seperti yang diberikan YPMAK sangat membantu di tengah mahalnya biaya pendidikan.

“Dana sudah disiapkan, biaya pendidikan dibayarkan, uang saku ada. Tinggal bagaimana kemampuan dan manajemen diri untuk menyelesaikan studi dengan baik,” ujarnya.




Share This Article
Penulis berita yang aktif menggali cerita dari sudut pandang humanis. Ia senang mengamati kebiasaan masyarakat dan perubahan kultur digital. Hobinya termasuk membuat catatan refleksi, menonton film, dan mengikuti kelas online. Motto: "Menulis adalah jembatan antara fakta dan empati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *