Sarwendah Dipanggil, Pengacara Beberkan Tindak Lanjut Laporan Ruben Onsu

Eka Syaputra
4 Min Read

Penyelidikan Kasus Pencemaran Nama Baik yang Melibatkan Sarwendah

Pemeriksaan terhadap Sarwendah sebagai saksi dalam kasus dugaan pencemaran nama baik telah selesai dilakukan. Hal ini merupakan bagian dari proses penyelidikan yang sedang berlangsung oleh Polda Metro Jaya, terkait laporan yang diajukan oleh Ruben Onsu beberapa waktu lalu.

Kasus ini menyangkut cuitan di media sosial yang menyinggung anak-anak Ruben Onsu. Meski memiliki kesibukan yang cukup padat, Ruben tetap meluangkan waktu untuk menghadapi masalah hukum ini. Menurut kuasa hukumnya, Minola Sebayang, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku atau pemilik akun yang menyebarkan berita hoaks tersebut.

“Masih dalam penyelidikan karena ini adalah kasus cyber crime. Jadi perlu dipastikan siapa pemilik akun yang sebenarnya,” ujar Minola.

Sarwendah Diperiksa Oleh Polda Metro Jaya

Sarwendah dipanggil oleh Polda Metro Jaya pada Jumat (30/1/2026) untuk dimintai keterangan. Ia diperiksa dalam tahap penyelidikan. Menurut Minola, Sarwendah dipanggil karena terlibat dalam fitnah yang menyebut bahwa putrinya, Thalia Putri Onsu, bukanlah anak dari Ruben Onsu, melainkan hasil hubungan dengan seorang Pendeta.

“Kenapa Sarwendah dipanggil? Karena ada berita bohong yang menyebutkan bahwa anak Ruben bukanlah anak dari Sarwendah, tapi dari seorang pendeta,” jelas Minola.

Setelah pemeriksaan terhadap Sarwendah, kemungkinan besar pendeta yang disebut dalam fitnah tersebut juga akan dipanggil oleh pihak kepolisian. Jika semua pihak sudah diperiksa, proses selanjutnya adalah gelar perkara untuk menentukan tersangka.

“Nanti mungkin kelanjutannya, pendeta yang diisukan memiliki hubungan dengan Sarwendah juga akan dipanggil kepolisian. Jika semua pihak sudah dipanggil, penyidik bisa melakukan gelar perkara untuk menetapkan tersangka,” tambah Minola.

Ruben Onsu Tetap Lanjutkan Proses Hukum

Ruben Onsu menegaskan bahwa ia tidak akan mencabut laporan terhadap pelaku penyebar fitnah. Menurutnya, tuduhan tersebut bukan hanya sekadar fitnah, tetapi juga termasuk bullying terhadap anak-anak.

“Ya, ini sangat fatal karena sudah menyentuh ranah anak-anak dan bullying terhadap mereka,” ujar Ruben.

Ia juga menyatakan bahwa unggahan yang dilakukan oleh pelaku tidak hanya sekali atau dua kali. “Dia melakukan itu bukan sekali dua kali, postingannya sudah terlalu banyak. Jadi ya, apa yang dia perbuat harus bertanggung jawab,” tegas Ruben.

Meskipun pelaku berniat meminta maaf, Ruben tetap memastikan bahwa proses hukum akan berjalan sesuai aturan.

“Mau minta maaf juga tetap saja, laporan tetap harus lanjut,” tandasnya.

Sarwendah Diwawancara Dengan 16 Pertanyaan

Sarwendah didampingi oleh kuasa hukumnya, Chris Sam Siwu, memenuhi panggilan Polda Metro Jaya. Tujuan kedatangan Sarwendah adalah untuk menjadi saksi atas laporan dari mantan suaminya, Ruben Onsu, terkait dugaan pencemaran nama baik.

Sebelumnya, Ruben sempat melaporkan akun TikTok @vina.run karena menyenggol Sarwendah dan putrinya, Thalia Putri Onsu. Unggahan akun tersebut sempat viral karena menyebarkan narasi bahwa putri sulung Sarwendah bukanlah anak dari Ruben Onsu, melainkan dari pria lain.

“Klien kami Sarwendah sebagai warga Indonesia yang baik telah datang ke Polda Metro Jaya terkait akun TikTok yang dulu pernah viral yang melakukan fitnah kepada klien kami dan anaknya Thalia,” ujar Chris.

Chris menjelaskan bahwa kliennya saat ini menjadi korban yang paling dirugikan atas viralnya unggahan akun TikTok tersebut.

“Saksi korban ini adalah pihak yang sangat dirugikan terhadap viralnya akun TikTok @vina.run,” katanya.

Dalam pemeriksaan, Sarwendah dicecar 16 pertanyaan oleh penyidik. Pihak Sarwendah juga berharap agar pelaku bisa segera dijebloskan ke dalam penjara.

“Tadi sudah ditanyakan kepada klien kami sekitar 16 pertanyaan kurang lebih. Terus kami bicara dengan penyidik juga kami sangat berharap bahwa pelakunya bisa ditemukan,” ucapnya.

Kini, pihaknya menyerahkan semua proses hukum kepada kepolisian. Chris juga memberikan pesan kepada publik untuk tidak menyebarkan berita hoaks yang merugikan orang lain.

“Kita serahkan bagaimana nanti hasil akhir kepada pihak penyidik. Yang pasti kami berpesan kepada semua pihak, jangan lagi melakukan hoaks-hoaks atau fitnah di media sosial.”

Share This Article
Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *