Bupati Tulungagung Diamankan dalam Operasi Tangkap Tangan KPK
Pada Jumat malam (10/4), Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebelumnya, ia masih menjalani tugas sebagai kepala daerah di Kabupaten Tulungagung. Salah satu kegiatannya yang tercatat adalah pada Kamis (9/4), saat ia menghadiri pelantikan Pengurus Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Tingkat Kecamatan se-Kabupaten Tulungagung.
Dalam acara tersebut, Gatut memimpin pelantikan secara langsung dan memberikan ucapan selamat kepada pengurus yang telah dilantik. Ia juga menyampaikan pesan agar perangkat desa di Tulungagung memberikan pelayanan publik yang baik. Menurutnya, PPDI harus terus meningkatkan kapasitas dan kemampuan untuk menghadapi tantangan zaman, khususnya perkembangan teknologi dan dinamika regulasi yang terus berubah.
Selain itu, Gatut mendorong PPDI tingkat kecamatan untuk aktif memfasilitasi berbagai kegiatan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) perangkat desa. Ia menekankan bahwa profesionalisme menjadi kunci utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang optimal dan terpercaya.
Hanya sehari setelah kegiatan tersebut, Gatut diamankan oleh penyidik KPK. Ia dibawa ke Gedung Merah Putih, Kuningan, Jakarta Selatan (Jaksel). Pagi ini, Sabtu (11/4), ia sudah berada di kantor KPK untuk menjalani pemeriksaan pasca OTT.
Juru Bicara (Jubir) KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa penyidik telah membawa Gatut ke Gedung Merah Putih. Dia tiba di kantor KPK pada pukul 06.50 WIB. Setelah tiba, Gatut langsung menjalani pemeriksaan intensif terkait dengan OTT yang dilakukan oleh KPK.
”Dalam lanjutan kegiatan penyelidikan tertutup di wilayah Jawa Timur, pagi ini, tim membawa bupati Tulungagung ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bupati tiba di gedung KPK Merah Putih sekitar pukul 06.50 WIB dan langsung dilakukan pemeriksaan intensif,” jelas Budi.
Budi mengungkapkan bahwa pihaknya turut mengamankan sejumlah pihak lainnya dari kalangan pejabat Pemkab Tulungagung. Saat ini, mereka telah dibawa ke Surabaya usai menjalani pemeriksaan di Kantor Polresta Tulungagung.
Budi memastikan bahwa pihaknya akan terus memperbarui informasi mengenai OTT tersebut, termasuk status Gatut.
Sebelumnya, penyidik KPK mengamankan sejumlah barang bukti dalam OTT terhadap Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo. Termasuk di antaranya uang tunai dengan nilai ratusan juta rupiah.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyampaikan hal itu saat dikonfirmasi oleh awak media pada Sabtu (11/4). Dia menyatakan bahwa penyidik KPK turut mengamankan beberapa barang bukti dalam operasi senyap yang berlangsung pada Jumat malam (10/4).
”Ada uang ratusan juta rupiah (yang diamankan penyidik KPK dalam OTT bupati Tulungagung),” ungkap Fitroh.
Dalam pemberitaan sebelumnya, Fitroh telah menyampaikan bahwa penyidik KPK memang melakukan OTT di Tulungagung, Jawa Timur (Jatim). Dia telah memastikan hal itu.
Usai OTT malam tadi, penyidik punya waktu beberapa jam untuk menentukan status hukum semua pihak yang diamankan dalam operasi tersebut. Sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku, KPK memiliki waktu 1×24 jam dalam menentukan status hukum pihak-pihak yang diamankan dalam OTT di Tulungagung. Termasuk di antaranya Gatut Sunu Wibowo sebagai bupati Tulungagung.