Laporan Penganiayaan yang Dilakukan oleh Orang Tak Dikenal
Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Aldi Maulana, melaporkan dugaan penganiayaan yang dialaminya ke Polda Jawa Tengah pada Rabu (1/4/2026) sore. Laporan ini muncul setelah dirinya mengalami kekerasan fisik yang diduga berkaitan dengan aktivitasnya dalam mengawal kasus dugaan pelecehan seksual di lingkungan kampus.
Saat mendatangi Polda Jateng, Aldi terlihat masih membawa sejumlah luka di tubuhnya. Bekas cakaran tampak jelas di tangan kiri, sementara bagian kepala juga mengalami benturan. Ia sempat bertemu dengan Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, sebelum diarahkan untuk membuat laporan resmi di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Kronologi Kejadian
Peristiwa yang dialami Aldi bermula saat dirinya berkumpul bersama teman-temannya di kawasan Lawang Sewu, Kota Semarang, pada Minggu malam hingga Senin dini hari (29-30/3/2026). Usai kegiatan tersebut, ia menuju kos di wilayah Genuk untuk mengambil barang sebelum pulang ke rumahnya di Mranggen, Kabupaten Demak.
Namun dalam perjalanan, tepatnya di kawasan Muktiharjo, situasi berubah drastis ketika ia dihampiri dua orang tak dikenal. “Mereka bilang, ‘Mas sini, ngomong sik’. Saya lalu langsung ditanya soal pengawalan kasus dugaan kekerasan seksual,” jelas dia.
Aldi mengungkapkan, kedua orang tersebut tidak hanya bertanya, tetapi juga melakukan intimidasi terkait aktivitasnya dalam mengawal kasus tersebut. “Mereka tanya, ‘Siapa bekinganmu? Kenapa kamu mengawal kasus itu? Mereka juga tanya kenapa share-share kasus itu,” lanjut Aldi.
Situasi kemudian memanas hingga berujung pada dugaan penganiayaan. “Saya dipukul di bagian kepala, tiga sampai empat kali, yang mukul satu orang. Orang itu umurnya sekitar 30-35, bukan mahasiswa itu,” ungkap dia.
Aldi menduga kuat kejadian tersebut berkaitan dengan perannya dalam mengawal kasus dugaan pelecehan seksual di kampus. “Karena saya diintimidasi juga jangan mengawal kasus itu lagi. Kemungkinan ini masih di dalam rangkaian kasus yang saya kawal ini,” imbuhnya.
Trauma dan Komitmen untuk Berjuang
Usai melapor, Aldi menunjukkan sejumlah luka fisik yang dialaminya, termasuk benjolan di kepala dan luka cakaran di lengan. Meski mengaku mengalami trauma, ia menegaskan komitmennya untuk tetap memperjuangkan kebenaran. “Trauma pasti ada, tapi saya tetap berjuang membela kebenaran,” tegasnya.
Ia juga menyatakan siap mendampingi proses olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama pihak kepolisian guna membantu pengungkapan kasus ini secara menyeluruh. “Motifnya biar Polda yang mengungkap,” pungkas dia.
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Lingkungan Kampus
Kasus yang dikawal Aldi sendiri tengah menjadi perhatian publik. Dugaan pelecehan seksual di lingkungan Unissula mencuat setelah sejumlah mahasiswi mengaku menjadi korban, dengan berbagai bentuk tindakan mulai dari pesan tidak pantas hingga dugaan kontak fisik.
Pihak kampus sebelumnya telah membentuk Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (Satgas PPKS) untuk menindaklanjuti laporan tersebut.
Proses Hukum yang Sedang Berlangsung
Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Artanto, mengonfirmasi bahwa Aldi telah membuat laporan resmi. “Yang bersangkutan telah membuat laporan di SPKT Polda Jawa Tengah sebagai dasar dilakukan penyelidikan,” jelas Kombes Pol Artanto.
Dia menambahkan, kasus tersebut akan segera ditangani oleh penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum). “Setiap laporan masyarakat tentu akan kami tindak lanjuti melalui proses penyelidikan dan penyidikan apabila terdapat unsur pidana,” pungkas dia.