Tak Hanya Luka Seluruh Tubuh, Olfit ASN BPK RI Juga Kejam pada Suami dengan Melempar Helm

Zaiful Aryanto
4 Min Read

Peristiwa Kekerasan yang Menimpa Asisten Rumah Tangga di Rumah ASN BPK RI

Seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bernama Olfit Ariani Purba (37) menjadi sorotan setelah diduga melakukan kekerasan terhadap asisten rumah tangganya, Fitri Hutagalung. Peristiwa ini menimbulkan kekejaman yang tidak hanya dialami oleh korban, tetapi juga oleh suaminya sendiri.

Fitri Hutagalung bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah Olfit selama dua tahun. Namun, pada Desember 2025 lalu, ia mengalami penganiayaan yang sangat berat. Luka-luka yang dialaminya mencakup telinga yang berubah bentuk, punggung yang dipukul menggunakan sodet, kuku jari yang terluka, dan perut yang dicubit berulang kali. Dalam kesaksian di YouTube Laurend Hutagalung, Fitri mengatakan bahwa ia sering mempertahankan diri dengan menangkis agar tidak terkena pukulan, tetapi akhirnya tetap terkena.

Fitri melaporkan kejadian tersebut ke Polres Bogor pada 22 Januari 2026. Ia mengaku merasa takut dan tidak bisa lagi bertahan di rumah tersebut. Setelah mengalami luka yang parah, ia kabur ke tempat cuci gosok dan mencari pertolongan dari temannya.

Menurut informasi dari tetangga, olfit bukanlah orang yang jarang melakukan kekerasan. Mereka menyebut bahwa Olfit memiliki sifat yang cepat marah dan mudah memukul. Bahkan, sebelum Fitri, ada pembantu lain yang juga mengalami kekerasan. Hal ini diperkuat oleh pernyataan Laurend Hutagalung, saudara korban, yang menyebut bahwa pembantu pertama juga pernah digebukin.

Selain itu, suami Olfit juga menjadi korban kekerasan. Menurut informasi dari tetangga, sang suami pernah dilempar helm oleh Olfit. Bahkan, ia diteriaki maling oleh istri sendiri. Fitri mengonfirmasi hal ini, meskipun tidak tahu dari mana informasi tersebut berasal.

Dari keterangan korban kepada pihak kepolisian, dugaan kekerasan yang dilakukan oleh Olfit bukanlah pertama kali. Menurut AKP Silfi Adi Putri, Kanitres PPA dan PPO Polres Bogor, kejadian ini telah terjadi sejak korban menjadi asisten rumah tangga selama kurang lebih dua tahun.

Kuasa hukum korban, Ruben Alexander Hutagalung, mengatakan bahwa kekerasan yang dilakukan oleh Olfit tidak memiliki alasan yang jelas. “Dia juga bingung, nanti dikit-dikit waktu dia ngepel ditendang,” ujarnya.

Kondisi Rumah Olfit Ariani Purba

Rumah Olfit Ariani Purba yang berada di Perumahan Villa Nusa Indah 3, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor, terlihat adem ayem. Kawasan perumahan ini memiliki sistem keamanan ketat, termasuk portal masuk, pos keamanan yang dijaga dua petugas, serta CCTV aktif. Petugas keamanan mengatakan bahwa aktivitas di sekitar perumahan biasa saja, dan tidak ada tanda-tanda kekacauan.

Namun, kejadian dugaan penyiksaan di dalam rumah Olfit dinilai mengejutkan. Tidak banyak orang yang mengetahui tentang kejadian tersebut, termasuk petugas keamanan setempat. Baru setelah korban melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian, situasi mulai terungkap.

Kondisi Korban Saat Ini

Fitri Hutagalung kini tinggal di rumah saudaranya setelah mengalami kejadian pahit tersebut. Ia masih menjalani pemulihan setelah mengalami luka memar biru, luka mirip dicakar, dan luka pada punggung. Ia tidak lagi bekerja di rumah Olfit dan sedang fokus pada proses pemulihan.

Penutup

Peristiwa ini menunjukkan pentingnya perlindungan terhadap tenaga kerja rumah tangga, yang sering kali menjadi korban kekerasan tanpa mendapatkan perlindungan yang cukup. Kasus ini juga menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap tindakan kekerasan yang terjadi di lingkungan sekitar.

Share This Article
Penulis yang dikenal dengan gaya bahasa lugas dan informatif. Ia aktif meliput berita cepat, tren daring, hingga liputan human interest. Hobi utamanya adalah bersepeda, menonton video edukatif, dan mencoba tempat kuliner baru. Motto: "Tulisan yang baik selalu lahir dari kejujuran."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *