PT Elnusa Tbk (ELSA), sebuah perusahaan jasa energi terintegrasi yang menjadi bagian dari Subholding Upstream Pertamina, terus memperkuat langkah-langkah pengembangan usaha guna menangkap peluang bisnis di tengah pertumbuhan industri energi nasional. Langkah ini sekaligus memperkuat peran ELSA dalam mendukung target produksi migas nasional yang ditetapkan menuju 1 juta barel oil per day (BOPD).
Seiring dengan meningkatnya kebutuhan layanan hulu migas, ELSA mengembangkan strategi bisnis adaptif yang berfokus pada empat pilar utama peningkatan produksi migas, yaitu:
- Routine Work Program
- Acceleration from Reserve to Production
- Enhanced Oil Recovery (EOR)
- Exploration
Keempat pilar tersebut menjadi fondasi penting bagi industri hulu migas dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus membuka peluang penemuan sumber daya baru.
Direktur Pengembangan Usaha Elnusa Arief Prasetyo Handoyo menyampaikan bahwa implementasi setiap pilar memiliki tantangan tersendiri, mulai dari meningkatnya biaya kegiatan eksplorasi dan produksi, tingginya risiko subsurface yang berpengaruh terhadap penemuan cadangan baru, hingga kebutuhan teknologi untuk meningkatkan produktivitas lapangan migas yang telah matang.
Melalui kapabilitas teknologi dan integrasi layanan yang dimiliki, ELSA menghadirkan solusi yang efisien dan terintegrasi untuk menjawab tantangan tersebut. “Kami optimistis dapat terus mendukung peningkatan aktivitas industri energi sekaligus membuka peluang pertumbuhan bisnis perusahaan ke depan,” ujar Arief dalam keterbukaan informasi, Jumat (13/3).
Dalam mendukung pengembangan Enhanced Oil Recovery (EOR), ELSA berkolaborasi dengan Subholding Upstream Pertamina untuk mengembangkan Chemical EOR (CEOR) dan teknologi Vibroseis EOR yang dirancang untuk membantu meningkatkan perolehan minyak pada lapangan mature. Selain itu, ELSA juga mendorong pengembangan fasilitas blending dan meningkatkan penggunaan material domestik guna mengurangi kebutuhan material impor sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional industri.
Pada aspek akselerasi cadangan menjadi produksi, ELSA menghadirkan solusi operasi berbiaya rendah (low-cost operation) yang memungkinkan pengembangan lapangan non ekonomis agar dapat dimonetisasi serta berproduksi secara lebih ekonomis. Sementara pada routine work program, ELSA mengoptimalkan kekuatan integrasi multi-bisnis melalui layanan workover dan well intervention terintegrasi guna menjaga keberlanjutan produksi lapangan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional.
Strategi ini didukung oleh portofolio bisnis ELSA yang terdiversifikasi di tiga segmen utama, yaitu:
- Jasa Hulu Migas Terintegrasi
- Penjualan Barang dan Jasa Distribusi dan Logistik Energi
- Jasa Penunjang Migas
Sepanjang tahun 2025, ELSA mencatat kinerja operasional yang solid di ketiga segmen tersebut melalui berbagai layanan seperti survei seismik, wireline logging, well testing, modular rig, hydraulic workover, OCTG, fabrikasi dan konstruksi, marine vessel dan barge, hingga layanan distribusi energi.
Pada segmen Penjualan Barang dan Jasa Distribusi dan Logistik Energi, ELSA turut mencatat pertumbuhan volume angkutan BBM lebih dari 22% secara tahunan, sehingga mencerminkan meningkatnya kebutuhan layanan transportasi energi di berbagai wilayah operasional. ELSA juga terus memperluas layanan melalui pengelolaan depot energi, distribusi LPG, pelumas, serta bahan kimia industri.
Selain memperkuat bisnis inti, ELSA juga mendorong diversifikasi portofolio usaha, antara lain melalui pengembangan jasa survei seismik untuk sektor non-migas seperti batubara serta pengiriman Oil Country Tubular Goods (OCTG) ke pasar internasional, termasuk proyek pengiriman ke Aljazair melalui kerja sama dengan mitra strategis.
Arief menambahkan, strategi pengembangan usaha tersebut juga tercermin dari perolehan kontrak perusahaan sepanjang 2025 yang tetap kuat di tengah dinamika industri, hingga tahun 2026. Untuk ke depannya, ELSA melihat peluang pertumbuhan yang signifikan seiring meningkatnya aktivitas eksplorasi, optimalisasi lapangan eksisting, serta kebutuhan layanan distribusi energi.
“Oleh karena itu, Elnusa akan terus memperkuat kapabilitas teknologi, integrasi layanan, serta kolaborasi dengan mitra strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan industri energi,” tutup Arief.