Teriakan terdengar saat ledakan mengguncang rumah di Semarang: Bocah SD tewas, penyebabnya terungkap

Hendra Susanto
3 Min Read

Ledakan Rumah di Semarang Tewaskan Bocah 9 Tahun

Pada dini hari Jumat (20/3/2026), sebuah ledakan terjadi di rumah warga di Kampung Pondok, Kelurahan Tambakrejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Ledakan tersebut menewaskan seorang bocah berusia 9 tahun bernama Gilang dan melukai dua anggota keluarga lainnya. Peristiwa ini memicu kepanikan di kalangan warga sekitar.

Ledakan yang terdengar sangat keras membuat warga sekitar langsung berhamburan keluar rumah untuk melihat kejadian. Jeritan histeris terdengar dari anggota keluarga korban. Salah satu dari mereka sempat meminta pihak kepolisian untuk segera memeriksa korban yang diduga masih berada di dalam rumah sesaat setelah ledakan terjadi.



Kondisi TKP

Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban tewas ditemukan di ruang tengah rumah, tepatnya di bawah meja makan. Sementara itu, dua penghuni rumah lainnya mengalami luka ringan. Pihak kepolisian segera tiba di lokasi kejadian dan memasang garis polisi untuk membatasi akses warga demi kepentingan penyelidikan.

Dari pantauan di lokasi, kondisi rumah mengalami kerusakan cukup parah. Bagian atap genteng dan langit-langit ruang tengah rumah itu sebagian besar ambrol. Selain itu, dampak ledakan juga merusak rumah di sekitarnya. Kaca jendela rumah yang berada tepat di seberang lokasi pecah diduga akibat kuatnya tekanan ledakan.

Penjelasan Polisi

Kapolsek Gayamsari, Kompol Yuna Ahadiyah, mengonfirmasi adanya peristiwa ledakan tersebut. Dia menjelaskan bahwa laporan awal diterima dari aplikasi layanan masyarakat, sebelum petugas langsung menuju lokasi. “Ya, tadi dari Libas ada laporan ada ledakan, terus dari piket SPKT mendatangi TKP, ternyata ledakannya termasuk besar rupanya dan ada korban meninggal dunia,” ujar Kompol Yuna di lokasi kejadian.

Dia menambahkan bahwa pihak kepolisian masih belum dapat memastikan penyebab pasti ledakan karena proses penyelidikan masih berlangsung. “Untuk indikasi saat ini kita belum bisa menyampaikan karena korban masih dibawa ke rumah sakit untuk diautopsi,” tambahnya.

Kompol Yuna juga menyebutkan bahwa korban meninggal dunia merupakan seorang anak berusia sembilan tahun. Selain itu, terdapat dua anggota keluarga lainnya yang mengalami luka ringan. “Korban meninggal satu, usia sembilan tahun. Terdapat keluarga dua yang luka, tapi luka lecet-lecet biasa,” jelasnya.

Dugaan Penyebab Ledakan

Berdasarkan informasi sementara, sumber ledakan diduga berasal dari petasan yang dibeli secara online. Ledakan yang terjadi pada malam menjelang Lebaran tersebut sempat mengagetkan warga sekitar. Saat itu, lingkungan masih ramai karena sebagian warga tengah bersiap menggelar takbir keliling.

Tim Gegana dari Polda Jawa Tengah langsung diterjunkan untuk melakukan sterilisasi di lokasi kejadian. Dari hasil penyisiran, petugas mengamankan belasan petasan yang masih tersisa di dalam rumah guna mengantisipasi potensi ledakan susulan.

Petasan tersebut disebut disimpan di dalam stoples dan diletakkan di bawah magic com sebelum akhirnya meledak. Dari lima orang yang berada di dalam rumah saat kejadian, empat orang lainnya berhasil menyelamatkan diri dan tidak mengalami luka.

Sejauh ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti ledakan tersebut.

Share This Article
Reporter online yang antusias menjelajahi isu terkini dengan pendekatan analitis. Ia suka membaca buku motivasi, mendengarkan musik akustik, dan membuat catatan ide. Menurutnya, menulis adalah proses belajar yang tak berakhir. Motto: "Setiap paragraf harus mengandung nilai."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *