Kekayaan Fantastis Bupati Pekalongan Viral, Respons Fairuz A Rafiq Jadi Sorotan

Eka Syaputra
5 Min Read

Penangkapan Bupati Pekalongan oleh KPK Memicu Perbincangan

Fadia Arafiq, Bupati Kabupaten Pekalongan, dikabarkan diamankan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Semarang dan dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan. Kasus yang menimpa Fadia masih dalam proses penyelidikan, sehingga belum ada pengumuman resmi mengenai perkara yang dialaminya.

Dalam beberapa waktu terakhir, harta kekayaan Fadia menjadi perhatian publik. Dari laporan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) KPK, total kekayaan Fadia mencapai sekitar Rp85,6 miliar. Aset tersebut didominasi oleh tanah dan bangunan serta kas senilai miliaran rupiah.

Rincian Harta Kekayaan Fadia Arafiq

Berikut adalah rincian aset yang dilaporkan oleh Fadia:

A. Tanah dan Bangunan: Rp74.290.000.000

  1. Tanah seluas 2.720 m² di Kabupaten/Kota Pekalongan, hasil sendiri: Rp2.040.000.000
  2. Tanah dan Bangunan seluas 90 m²/55 m² di Kabupaten/Kota Bogor, hasil sendiri: Rp1.500.000.000
  3. Tanah dan Bangunan seluas 180 m²/162 m² di Kabupaten/Kota Bogor, hasil sendiri: Rp3.500.000.000
  4. Tanah dan Bangunan seluas 2 m²/2 m² di Kabupaten/Kota Jakarta Pusat, hasil sendiri: Rp2.400.000.000
  5. Tanah dan Bangunan seluas 3 m²/3 m² di Kabupaten/Kota Jakarta Pusat, hasil sendiri: Rp3.800.000.000
  6. Tanah dan Bangunan seluas 800 m²/500 m² di Kabupaten/Kota Bogor, hasil sendiri: Rp5.000.000.000
  7. Tanah dan Bangunan seluas 489 m²/200 m² di Kabupaten/Kota Semarang, hasil sendiri: Rp7.000.000.000
  8. Tanah seluas 200 m² di Kabupaten/Kota Badung, hasil sendiri: Rp3.500.000.000
  9. Tanah dan Bangunan seluas 100 m²/100 m² di Kabupaten/Kota Jakarta Timur, hasil sendiri: Rp5.000.000.000
  10. Tanah seluas 550 m² di Kabupaten/Kota Bogor, hasil sendiri: Rp10.000.000.000
  11. Tanah dan Bangunan seluas 209 m²/209 m² di Kabupaten/Kota Depok, hasil sendiri: Rp3.500.000.000
  12. Tanah dan Bangunan seluas 1.613 m²/800 m² di Kabupaten/Kota Pekalongan, hasil sendiri: Rp3.500.000.000
  13. Tanah dan Bangunan seluas 310 m²/300 m² di Kabupaten/Kota Pekalongan, hasil sendiri: Rp5.000.000.000
  14. Tanah seluas 1.298 m² di Kabupaten/Kota Pekalongan, hasil sendiri: Rp2.500.000.000
  15. Tanah seluas 740 m² di Kabupaten/Kota Pekalongan, hasil sendiri: Rp1.000.000.000
  16. Tanah seluas 1.900 m² di Kabupaten/Kota Pekalongan, hasil sendiri: Rp1.900.000.000
  17. Tanah seluas 1.900 m² di Kabupaten/Kota Pekalongan, hasil sendiri: Rp1.900.000.000
  18. Tanah seluas 1.420 m² di Kabupaten/Kota Pekalongan, hasil sendiri: Rp3.550.000.000
  19. Tanah seluas 599 m² di Kabupaten/Kota Pekalongan, hasil sendiri: Rp2.500.000.000
  20. Tanah seluas 7.330 m² di Kabupaten/Kota Pekalongan, hasil sendiri: Rp2.500.000.000
  21. Tanah dan Bangunan seluas 200 m²/150 m² di Kabupaten/Kota Pekalongan, hasil sendiri: Rp500.000.000
  22. Tanah dan Bangunan seluas 100 m²/70 m² di Kabupaten/Kota Pekalongan, hasil sendiri: Rp350.000.000
  23. Tanah seluas 121 m² di Kabupaten/Kota Bogor, hasil sendiri: Rp325.000.000
  24. Tanah seluas 76 m² di Kabupaten/Kota Bogor, hasil sendiri: Rp700.000.000
  25. Tanah dan Bangunan seluas 76 m²/120 m² di Kabupaten/Kota Bogor, hasil sendiri: Rp700.000.000
  26. Tanah seluas 10 m² di Kabupaten/Kota Bogor, hasil sendiri: Rp125.000.000

B. Alat Transportasi dan Mesin: Rp1.180.000.000

1. Mobil, Hyundai Minibus Tahun 2013, hasil sendiri: Rp200.000.000

2. Mobil, Alphard Alphard X A/T 2.4 Tahun 2018, hasil sendiri: Rp980.000.000

C. Harta Bergerak Lainnya: Rp3.020.000.000

D. Surat Berharga: Rp—-

E. Kas dan Setara Kas: Rp10.333.500.000

F. Harta Lainnya: Rp—-

Sub Total: Rp88.823.500.000

III. Hutang: Rp3.200.000.000

IV. Total Harta Kekayaan (II-III): Rp85.623.500.000

Respons Fairuz A Rafiq

Penangkapan Fadia oleh KPK turut membuat saudara kandungnya, Fairuz A Rafiq, menjadi sorotan. Fairuz, putri dari artis almarhum A Rafiq, belum memberikan respons langsung terkait kasus ini. Namun, ia membagikan postingan di media sosial yang menyampaikan pesan tentang pentingnya diam dalam situasi sulit.

Fairuz mengunggah kutipan yang menyatakan bahwa diam bisa menjadi cara terbaik untuk menghadapi prasangka buruk orang lain. Isi kutipannya antara lain:

“Diam itu mahal harganya. Ada kekuatan besar saat kamu memilih buat diem dan tetap tenang waktu dipojokkan. Gak perlu koar-koar membela diri. Biarkan mereka bingung kenapa kamu gak hancur. Kenapa kamu tetap tenang. Keheninganmu itu cara paling elegan buat bilang kalau omongan mereka tuh sama sekali gak berpengaruh buat hidupmu.”

Pesan tersebut seolah menjadi gambaran sikap Fairuz yang tidak akan berkomentar lebih jauh mengenai masalah yang sedang menimpa sang kakak.

Share This Article
Penulis berita yang fokus pada isu politik ringan dan peristiwa harian. Ia menikmati waktu luang dengan menggambar, membaca artikel opini, dan mendengarkan musik indie. Menurutnya, tulisan yang baik adalah hasil dari pikiran tenang. Motto: "Objektivitas adalah harga mati."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *