FKUB Kediri Jadi Penjaga Kerukunan Beragama, Kemenag Dorong Silaturahim dan Dialog

Bayu Purnomo
4 Min Read

Kemenag Kediri Perkuat Kerukunan Umat Beragama Melalui FKUB

Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri terus berkomitmen dalam menjaga kerukunan umat beragama. Upaya ini dilakukan dengan memperkuat peran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) sebagai mitra strategis dalam merawat persaudaraan lintas agama. Kemenag juga menangkal radikalisasi melalui penguatan nilai-nilai keagamaan yang moderat dan membangun komunikasi antarumat beragama.

Penguatan Kerukunan Melalui Silaturahim dan Dialog

Menurut Kasubbag Tata Usaha Kemenag Kabupaten Kediri, M Tontowi Jauhari, kerukunan yang telah terjaga selama puluhan tahun di Kabupaten Kediri tidak boleh terganggu oleh faham ekstrem. Ia menyatakan bahwa FKUB menjadi mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan mendukung pembangunan daerah.

“FKUB harus menjalankan tugas sesuai amanat pemerintah daerah, khususnya Bupati Kediri,” ujar Tontowi. Ia menekankan pentingnya dialog antarumat beragama yang berkesinambungan sebagai sarana untuk saling memahami dan mencegah potensi konflik.

Dialog tersebut juga menjadi alat efektif dalam menjaga stabilitas sosial. Tontowi menegaskan bahwa jangan sampai muncul gesekan yang dapat merusak keharmonisan yang telah terjaga selama beberapa dekade.

Penangkalan Radikalisme dan Terorisme

Terkait ancaman radikalisme, Kemenag Kediri memandang faham tersebut sebagai bahaya nyata bagi kehidupan beragama dan pembangunan daerah. Radikalisme dinilai dapat memicu konflik dan mengganggu tatanan sosial yang sudah tertata dengan baik.

“Radikalisme memang suatu hal yang sangat berbahaya, khususnya dalam stabilitas pembangunan, dalam perjalanan pembangunan, dalam perhubungan beragama yang sudah tertata dengan baik,” kata Tontowi.

Program penangkalan radikalisme hingga terorisme telah menjadi agenda Kemenag bersama FKUB sejak periode sebelumnya dan akan terus dilanjutkan. Program ini dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan tokoh agama lintas iman. “Sampai sekarang juga akan tetap kita lanjutkan program penangkalan, berarti menangkal radikalisme bahkan sampai terorisme,” tambahnya.

Pembinaan Generasi Muda

Selain fokus pada radikalisme, Kemenag Kediri juga memberi perhatian serius pada pembinaan generasi muda. Hal ini menyusul kejadian dugaan radikalisasi yang melibatkan remaja di Kediri pada 2021 waktu lalu.

“Ini adalah bagaimana bisa membimbing umat, khususnya anak-anak remaja yang kemarin pernah terjadi di Kediri, jangan sampai anak kita kecolongan lagi,” ujar Tontowi.

Pembinaan tersebut diarahkan pada penguatan etika dan budi pekerti melalui pendekatan keagamaan yang sesuai dengan peran masing-masing tokoh agama. Kemenag berharap FKUB dapat berperan aktif sebagai fasilitator di tengah masyarakat.

“Jangan sampai ini hanya sebagai slogan forum komunikasi, forum persaudaraan, tetapi ini juga sebagai fasilitator dengan masyarakat secara umum,” tegasnya.

Sinergitas Antara Kemenag, FKUB, dan Pemerintah Daerah

Ia menambahkan, kepengurusan FKUB saat ini diisi figur-figur yang berpengalaman sehingga diharapkan mampu menjalankan tugas dengan maksimal. Tidak hanya tokoh Islam, dalam forum ini juga diisi tokoh lintas agama seperti Kristen, Protestan, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Sinergitas antara Kemenag, FKUB, dan pemerintah daerah menjadi kunci utama menjaga Kediri tetap aman dan rukun. “Ini sebenarnya orang-orang lama. Jadi baru tetapi orang-orang lama. Jadi kita bukan asing lagi,” pungkasnya.

Melalui penguatan FKUB, Kemenag berharap nilai moderasi beragama semakin mengakar di masyarakat, sekaligus menjadi benteng kuat dalam mencegah radikalisasi dan menjaga keharmonisan kehidupan beragama.


Share This Article
Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *