Di HUT Ke-24 Abdya, Bupati Safaruddin Beberkan Kondisi Daerah Saat Awal Menjabat

Bayu Purnomo
4 Min Read

Kepemimpinan Bupati Safaruddin di Aceh Barat Daya: Membangun Fondasi Pemerintahan dan Memulihkan Kepercayaan Publik

Setahun telah berlalu sejak Bupati Aceh Barat Daya (Abdya), Safaruddin, bersama Wakil Bupati Zaman Akli dilantik pada 16 Februari 2025. Dalam perayaan HUT ke-24 Kabupaten Abdya yang digelar di Lapangan Persada, Gampong Keude Siblah, Kecamatan Blangpidie, Jumat (10/4/2026), Safaruddin menyampaikan bahwa tahun pertama kepemimpinannya merupakan masa penting dalam membangun fondasi pemerintahan dan memperbaiki kepercayaan publik.

Safaruddin mengakui bahwa kondisi awal daerah tidak mudah. Ia menyebutkan adanya keterbatasan fiskal, kewajiban lama yang harus diselesaikan, serta tekanan ekonomi global yang memengaruhi situasi keuangan daerah. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah daerah kini mulai membenahi keuangan, membayar hak gampong, serta mendorong inovasi dan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) agar tidak bergantung sepenuhnya pada dana pusat.

Fokus pada Pembenahan Keuangan dan Kinerja yang Terukur

Menurut Safaruddin, satu tahun pertama kepemimpinannya adalah waktu untuk membangun pondasi dasar-dasar pemerintahan, menata ritme kerja, merapikan prioritas, dan membangun kembali kepercayaan publik melalui kinerja yang terukur. Ia menjelaskan bahwa masyarakat mengharapkan jalan yang lebih baik, pelayanan kesehatan yang lebih prima, ekonomi yang lebih dinamis, dan pemerintahan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

“Kami berikhtiar agar setiap keputusan diambil dengan tenang, tetapi pasti; dengan hati-hati, tetapi tidak lamban; dan dengan keberpihakan yang jelas kepada rakyat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa semua pihak harus jujur melihat kenyataan bahwa hari ini pemerintah daerah bekerja dalam situasi yang tidak mudah. Efisiensi anggaran menjadi bagian dari kebijakan nasional. Di sisi lain, tumpuan ekonomi global juga terus bergejolak dan penuh ketidakpastian. Risiko kenaikan harga energi, inflasi, dan perlambatan ekonomi dunia masih menjadi hal yang krusial. Artinya, pembangunan tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa. Perlu kecermatan, disiplin, serta kemampuan untuk menentukan mana yang benar-benar prioritas, mana yang harus ditunda, dan mana yang harus dicarikan jalan keluarnya dengan keberanian, kreativitas, dan inovasi.

Membangun Kolaborasi dan Inovasi

Safaruddin menegaskan bahwa daerah tidak lagi bisa hanya menunggu dan berpangku pada dana transfer dari pusat. Ia menekankan bahwa daerah dituntut memiliki pemimpin yang berani berinovasi, berani menjemput peluang, berani membangun kolaborasi, dan berani mengoptimalkan potensi daerah sendiri. Hal ini menjadi salah satu strategi utama dalam upaya memperkuat pendapatan asli daerah (PAD).

Pemerintah pusat, menurut Safaruddin, terus mengingatkan bahwa daerah harus memperkuat PAD dan tidak menggantungkan seluruh harapan hanya pada transfer dari pusat. “Karena itu, kami memilih untuk tidak diam. Kami membenahi dari dalam, dan pada saat yang sama kami membuka jalan keluar dengan melakukan banyak lobi ke Pemerintah Pusat, Kementerian dan lembaga lainnya,” ujar Safaruddin.

Hasil yang Mulai Tampak

Dengan kerja-kerja selama setahun ini, Safaruddin menyebutkan bahwa sedikit demi sedikit hasilnya mulai tampak. Beban lama yang selama ini menghimpit mulai dibereskan. Hak-hak gampong yang meliputi bagi hasil pajak, bagi hasil retribusi, dan ADG juga telah dibayarkan. Ini penting karena ketika fondasi keuangan daerah dibenahi, maka ruang gerak pemerintah untuk menjaga pelayanan dan menjalankan program prioritas menjadi lebih kuat.

Harapan untuk Masa Depan

Safaruddin juga menegaskan bahwa dalam keterbatasan ini, tidak boleh menyerah, namun harus percaya bahwa situasi yang terbatas ini bisa dicukupkan dan kecukupannya bisa dilebihkan. Ia juga ingin mengingatkan diri sendiri dan kita semua bahwa tanpa bantuan dari Allah, kita tidak akan mampu melaksanakannya.


Share This Article
Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *