Aksi 1000 Lilin Tuntut Keadilan untuk Evia di Polda Sulut

Lani Kaylila
4 Min Read

Aksi Solidaritas Seribu Lilin untuk Evia Maria Mangolo

Rencana aksi solidaritas seribu lilin akan dilaksanakan besok, Senin (12/1/2026), oleh Aliansi Masyarakat Nusa Utara Bersatu. Aksi ini digelar sebagai bentuk keprihatinan terhadap peristiwa kematian Evia Maria Mangolo, seorang mahasiswa Unima yang meninggal secara tak wajar di tempat kosnya di Tomohon.

Aksi tersebut akan berlangsung pukul 17.00 Wita di Polda Sulut, Manado. Lokasi Polda Sulut berjarak sekitar 18 km dari Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Manado, dengan waktu tempuh sekitar 33 menit menggunakan kendaraan bermotor melalui Jl. Ring Road/Lkr. Kota Manado dan Jl. A.A. Maramis/Kairagi – Mapanget.

Alfian, salah satu penanggung jawab aksi, menjelaskan bahwa peserta aksi akan berkumpul di tugu RW Mongisidi, Sario, lalu berjalan kaki ke Polda Sulut. Lilin akan ditempatkan di depan kantor Mapolda Sulut sebagai simbol keprihatinan terhadap kasus ini. Ia juga menyampaikan permintaan kepada aparat kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini serta meminta UNIMA mengambil langkah tegas.

Aksi ini terbuka bagi masyarakat Manado yang ingin menyuarakan keprihatinan terhadap meninggalnya Evia. Diketahui, Evia ditemukan meninggal dunia secara tak wajar di tempat kosnya di Tomohon. Beberapa petunjuk menghubungkan peristiwa ini dengan dugaan pelecehan yang dilakukan oknum dosen berinisial DM. Kesaksian saksi membuat tudingan terhadap DM semakin kuat.

Polda Sulut telah memeriksa sejumlah saksi terkait pengusutan kasus dugaan pelecehan seksual tersebut. Kuasa hukum keluarga Evia, Niczem Alfa Wengen, mengungkapkan bahwa penyidik telah meminta keterangan saksi kunci yang melihat langsung DM membawa Evia ke dalam mobil. Saksi juga membuntuti mobil dosen DM ke beberapa tempat. Setelah turun dari mobil, korban menceritakan bahwa ia dilecehkan oleh DM dan melaporkannya ke Dekan.

Sampai saat ini, Polda Sulut telah meminta keterangan lima saksi yang dihadirkan oleh pihak keluarga. Keluarga sangat berharap kasus ini segera diungkap agar mendapatkan keadilan. Selain itu, ada informasi bahwa Evia sempat dibawa ke kuburan oleh DM. Di sana, DM diduga ingin melakukan hal tidak baik. Hal ini diungkapkan oleh salah satu saksi yang memenuhi panggilan Polda Sulut.

Antonius, ayah dari Evia, sangat berharap kasus ini segera diungkap. Keluarga Evia tiba di Mapolda Sulut untuk memberi keterangan terkait penyidikan kematian anaknya. Meski masih agak letih akibat perjalanan, mereka tetap bersemangat memberi keterangan demi mencari fakta kematian putri mereka.

Keluarga Evia didampingi kuasa hukum Niczem Alfa Wengen. Niczem turun full time dan didampingi sembilan kuasa hukum lainnya. Kejanggalan soal CCTV juga menjadi perhatian keluarga. Kuasa hukum menyebut bahwa CCTV di tempat kos sudah diamankan aparat kepolisian. Namun, ada ketidaksesuaian antara pernyataan tuan kos dan pihak Polres.

Kondisi kos setelah kejadian juga menjadi perhatian. Bangunan kost dua lantai dengan model semi permanen. Sejak kejadian, tidak ada aktivitas lagi di dalam kost. Mayat Evia ditemukan di lorong dekat pintu masuk, bukan di dalam kamar.

Ayah dan ibu korban datang ke Polda Sulut untuk bersaksi. Kuasa hukum menyampaikan bahwa rencananya ayah dan ibu Evia akan dibawa ke Polda pada Rabu (7/1/2026) pagi. Bukti dugaan pelecehan juga diserahkan ke penyidik Polda Sulut. Salah satunya berupa chattingan grup dimana almarhum memberikan keterangan terkait dugaan pelecehan oleh oknum DM.

Tim kuasa hukum juga menyerahkan bukti ke Rektorat Unima. Laporan diterima Satgas dan Rektorat Unima. Menurut Niczem, tanggapan pihak Rektorat dan Satgas sangat positif. Mereka berterima kasih dan butuh bukti untuk kemudian ditindaklanjuti ke Rektor mengenai pemecatan oknum Dosen DM.

Bukti-bukti dan saksi terkait peristiwa tersebut banyak. Niczem berharap pihak Rektorat dan Satgas segera memproses pemecatan oknum dosen DM. Ia juga menanti penyelidikan pihak Polda apakah terdapat tindak pidana hingga DM dapat ditetapkan sebagai tersangka.




Share This Article
Seorang penulis berita online yang terbiasa bekerja cepat tanpa mengabaikan akurasi. Ia menaruh perhatian pada isu sosial, budaya, dan tren masyarakat. Waktu luangnya ia gunakan untuk membaca buku psikologi, berjalan kaki di taman, dan merawat tanaman hias. Ia percaya bahwa ide terbaik muncul dari ketenangan. Motto: “Ketelitian adalah kunci dari kredibilitas.”
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *