Beruang Madu Muncul di Permukiman Warga
Video yang beredar di media sosial menampilkan seorang beruang madu masuk ke permukiman warga di Batulicin, Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Kejadian ini terjadi diduga akibat kelaparan. Dalam video tersebut, terlihat beruang tersebut sedang sibuk mengeruk tumpukan sampah di belakang rumah warga di Jalan Kodeco, Km 3,5, Tanah Bumbu.
Beruang itu muncul dari dalam hutan yang berada di sekitar permukiman warga. Dari video yang beredar, diperkirakan beruang tersebut memiliki tinggi lebih dari satu meter. Selain mengeruk sampah, beruang itu juga sempat mencoba memanjat pepohonan yang ada di sekitar lokasi ditemukannya.
Warga yang melihat kemunculan beruang tersebut dibuat terkejut. Mereka mengungkapkan bahwa kehadiran beruang ini membuat kaget karena tidak diundang. Beberapa warga mengira bahwa beruang itu turun ke pemukiman karena lapar. Mereka juga mengimbau agar warga lebih waspada dalam berkegiatan, terutama saat malam hari dekat kawasan hutan.
Khawatir dengan Kemunculan Beruang
Kemunculan beruang madu di dekat permukiman warga menimbulkan kekhawatiran. Hal ini dikarenakan kondisi beruang yang terlihat kelaparan. Warga khawatir jika beruang tersebut dapat menyerang mereka. Oleh karena itu, warga dihimbau untuk lebih waspada, terutama saat beraktivitas di malam hari dekat kawasan hutan.
Anak Beruang Terperangkap
Selain kejadian beruang madu masuk ke permukiman warga, terdapat laporan lain tentang seekor anak beruang yang terperangkap dalam jebakan yang dipasang warga di Desa Pulau Salak, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanahbumbu, Kalimantan Selatan, pada Sabtu (5/7/2025). Insiden ini memicu kemarahan induk beruang yang mencoba menyelamatkan anaknya, sehingga membuat warga sekitar merasa khawatir.
Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin Koordinator Penanganan Konflik Satwa Liar Balai KSDA Kalsel, Jarot, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa laporan awal dari petugas Daops Manggala Agni Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Kalimantan menyebutkan adanya penemuan 1 ekor anak beruang yang terkena jerat babi hutan. Petugas selanjutnya melakukan evakuasi dan berkoordinasi dengan pihaknya.
“Saat tim BKSDA bergerak untuk menangani ternyata satwa tsb diinformasikan telah mati sekitar jam 16.15 WITA,” ujarnya.
Tindakan BKSDA Kalsel
BKSDA Kalsel menjelaskan bahwa dalam menangani konflik satwa, tim akan melakukan survei lokasi dan memasang kandang jebak. Ketika satwa tertangkap, akan dibawa ke kandang transit untuk pemeriksaan kesehatan. Jika kondisinya baik dan menunjukkan perilaku liar yang memungkinkan untuk hidup di alam, maka akan dilepasliarkan ke habitat alami.
Jarot menambahkan bahwa beruang madu mayoritas makannya berasal dari tumbuhan. Ini memberikan gambaran bahwa pakannya ada di habitat aslinya, yaitu Pulau Salak, bukan di area pemukiman warga. Oleh karena itu, masyarakat dihimbau untuk tidak beraktivitas di lokasi yang menjadi habitat beruang di area berhutan dan disarankan tidak beraktivitas di luar rumah di malam hari karena beruang termasuk hewan nokturnal, aktif mencari makan di malam hari.
Pemasangan Kandang Jebak
Paska kejadian ini, BKSDA Kalsel akan melakukan pemasangan kandang jebak di sekitar tempat penemuan anak beruang tersebut. Tujuannya adalah untuk menyelamatkan induk beruang yang masih ada di sekitar lokasi. Ketika tertangkap, rencana beruang akan dibawa ke lokasi lain yang lebih baik.
“Sembari proses penjebakan berlangsung, kami akan memberikan edukasi ke masyarakat melalui pemasangan papan himbauan, agar masyarakat tidak mengganggu keberadaan beruang dan mendekati area yg saat ini menjadi habitatnya,” ujarnya.
Jebakan yang dipasang masyarakat sebenarnya ditujukan untuk menjebak hewan pengganggu seperti babi hutan. Namun di lapangan, jebakan tersebut dapat berdampak pada satwa liar lain yang bukan menjadi target. Oleh karena itu, BKSDA Kalsel menghimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi memasang jebakan. Kegiatan pengendalian hewan pengganggu dapat diganti dengan metode lain yang lebih aman dan tidak membahayakan satwa dilindungi yang berhabitat di dalamnya.