Rencana Peninggian Jalan Kaligawe dan Jalur Alternatif untuk Pengguna Jalan
Pemerintah kota Semarang, Jawa Tengah, sedang menyiapkan rencana peninggian Jalan Kaligawe yang akan dimulai pada Sabtu, 10 Januari 2026. Proyek ini dilakukan sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan nasional yang selama ini sering tergenang dan rusak akibat banjir.
Proyek peninggian jalan tersebut akan berlangsung di ruas Jalan Kaligawe depan RSI Sultan Agung hingga Traffic Light Terboyo. Pekerjaan ini direncanakan berlangsung selama dua bulan hingga 10 Maret 2026 mendatang. Selama masa pengerjaan, masyarakat diimbau untuk menghindari jalur utama dan menggunakan jalur alternatif agar tidak terjadi kemacetan.
Berikut adalah daftar jalur alternatif dari dan menuju Semarang:
- Pedurungan Semarang–Jalan Wolter Monginsidi–Genuk Demak
- Genuk Demak–Jalan Wolter Monginsidi–Pedurungan Semarang
Kapolsek Genuk, Kompol Rismanto, menjelaskan bahwa pekerjaan peninggian Jalan Raya Kaligawe akan dimulai dari arah Semarang menuju Demak, tepatnya dari ujung Tol Kaligawe sampai Traffic Light Terboyo. Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas, terutama pada jam-jam sibuk.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.1 Provinsi Jawa Tengah, Awang Nofika, menyatakan bahwa proyek ini bertujuan untuk meningkatkan fungsi jalan serta ketahanannya terhadap genangan dan beban lalu lintas. “Selain itu, perkerasan beton akan dikerjakan pada periode Januari 2026 hingga April 2026,” ujarnya.
Pihaknya juga telah melakukan penanganan darurat pascabanjir di jalan Nasional Kaligawe sejak November 2025 lalu. Pengerjaan dilakukan melalui metode cold milling machine (CMM) untuk menjaga fungsionalitas jalan dan keselamatan pengguna. Hingga Desember 2025, pemeliharaan rutin secara berkala akan dilakukan guna memastikan kondisi perkerasan tidak terjadi lubang pada badan jalan.
Solusi untuk Masalah Banjir
Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, sebelumnya menjanjikan peninggian Jalan Kaligawe Raya, Kota Semarang, sebagai solusi untuk mengatasi masalah banjir yang kerap melanda kawasan tersebut setiap tahun. Dalam kunjungannya ke Semarang, Dody mengungkapkan bahwa proyek perbaikan pascabanjir saat ini masih berlangsung dan ia berencana untuk mengecek langsung progres pekerjaan tersebut.
“Kaligawe kok sudah mau selesai tuh. Nanti saya habis ini mau lihat progresnya. Kemarin kan kurang kolam retensi, tapi kolam retensi sudah selesai,” kata Dody usai membuka International Conference on Construction Innovation (ICCI) 2025 di Auditorium Politeknik Pekerjaan Umum, Kota Semarang, Kamis (27/11/2025).
Dody memastikan, perbaikan jalan yang disertai peninggian akan dilaksanakan pada tahun mendatang. Menurutnya, peninggian ruas jalan tersebut telah menjadi agenda tahunan. Dia menekankan pentingnya upaya ini untuk mengantisipasi penurunan muka tanah yang signifikan di kawasan pantura Jawa Tengah, termasuk di Jalan Kaligawe Raya.
“(Peninggian di Jalan Kaligawe) iya. Itu kan memang dari tahun ke tahun kita kerjakan peninggian Jalan Kaligawe. Tahun 2026 pasti ada lagi,” kata Dody. “Tiap tahun selalu kita anggarkan untuk peninggian jalan itu,” sambungnya.
Meskipun demikian, Dody enggan mengungkapkan secara detail proses pelaksanaan proyek tersebut karena kewenangan telah diserahkan kepada Badan Otorita Pengelola Pantai Utara. “Tapi ke depan nanti big project-nya akan dikerjakan oleh Badan Otorita Pantai Utara Jawa. Jadi, nanti lebih detailnya di sana. Desain seperti apa, detailnya di sana,” katanya.
Dia juga menambahkan bahwa badan otorita tersebut bertanggung jawab atas pembangunan giant sea wall atau tanggul laut raksasa di Semarang-Demak, yang mendapatkan anggaran sebesar Rp 10 triliun. “Kalau bicara giant sea wall kan sekarang sudah ada badan otoritanya, jadi saya tidak berhak berkomentar banyak,” tuturnya.
Banjir yang sering terjadi di Pantura Semarang tidak hanya mengganggu mobilitas warga, tetapi juga menghambat perekonomian dan jalur distribusi logistik. Dody menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah melantik Laksamana Madya TNI (Purn) Didit Herdiawan Ashaf sebagai kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa, pada 25 Agustus lalu. Didit juga menjabat sebagai Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan.
Pembangunan tanggul laut Pantura yang menjadi visi Presiden Prabowo Subianto akan membentang dari Banten hingga Gresik, Jawa Timur, dengan prioritas utama pada wilayah Jakarta dan Semarang. Sebelumnya, Dody Hanggodo juga menyatakan bahwa pemerintah pusat tengah menyiapkan pembangunan tanggul laut sepanjang 20 kilometer untuk menanggulangi rob di pesisir Jawa Tengah, termasuk di Sayung, Kabupaten Demak. “Pak Prabowo menyampaikan di forum Internasional Conference Indonesia. Hari Kamis lalu disampaikan akan dibentuk Badan Otorita khusus untuk menangani tanggul sepanjang Pantura Jawa,” katanya di Demak, pada 15 Juni silam.