Kebijakan Energi Asia Tak Pengaruhi RI, Purbaya Klaim Berdasarkan Perhitungan Matang

Bayu Purnomo
5 Min Read

Kebijakan Energi yang Tahan Banting

Di tengah gejolak harga energi global akibat konflik di kawasan Timur Tengah, pemerintah Indonesia tetap menjaga stabilitas pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas nasional. Meskipun sejumlah negara di Asia telah mengambil berbagai langkah, seperti pembatasan hingga menaikkan harga BBM, pemerintah memastikan bahwa kebijakan yang diambil tidak hanya didasarkan pada asumsi optimistis, melainkan perhitungan matang.

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa kebijakan energi yang diterapkan pemerintah bukan sekadar angka yang dibuat sembarangan, melainkan berdasarkan analisis mendalam. “Kami bukan ABS, asal bapak senang, tapi semua terhitung dengan baik,” ujarnya saat berada di kantor pusat Kementerian Keuangan, Jumat (27/3).

Ia menjelaskan, meski harga minyak sempat melonjak jauh di atas asumsi APBN 2026 sebesar 70 dolar AS per barel, Presiden Prabowo Subianto sempat mempertanyakan ketahanan fiskal. Namun, pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario untuk meredam tekanan tersebut. Menurut Purbaya, defisit APBN tetap dijaga di bawah ambang batas 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), sesuai dengan amanat undang-undang.

“Dengan keadaan seperti itu kami tidak pernah panik, tapi kami approach terukur. Tidak ada angka aneh-aneh yang tidak bisa kami hitung,” katanya. Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap berpegang pada prinsip disiplin fiskal dan kredibilitas APBN dalam merespons dinamika global. “Kalau serius, kami serius banget. Kami pegang prinsip disiplin fiskal,” ujar Purbaya.

Stok Energi Nasional Tetap Aman

Sementara itu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan bahwa stok energi nasional masih dalam kondisi aman. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menyebut bahwa pemerintah telah melakukan pemetaan menyeluruh terhadap stok energi, termasuk BBM dan elpiji.

Untuk BBM jenis Solar, menurutnya, pasokan kini sepenuhnya dapat dipenuhi dari dalam negeri tanpa impor. Sementara, kebutuhan bensin dan elpiji masih dipenuhi sebagian dari luar negeri. “Alhamdulillah, atas arahan presiden dan dukungan rakyat, BBM kita baik bensin, Solar, maupun elpiji terpenuhi dengan baik,” bebernya.

Sebagai langkah antisipasi terhadap konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, Bahlil menyatakan bahwa pemerintah juga mulai mengalihkan sumber impor minyak mentah. Selama ini, sekitar 20 persen pasokan crude oil Indonesia melewati jalur strategis Selat Hormuz yang kini terdampak eskalasi geopolitik. “Kami sudah switch ke sumber lain, dan pasokannya mulai membaik,” tuturnya.

Tidak Ada Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Meski situasi global memanas, Bahlil menuturkan bahwa pemerintah memastikan belum ada rencana menaikkan harga BBM bersubsidi. Pemerintah pun belum akan menerapkan pembatasan pembelian BBM, terutama BBM bersubsidi. “Sampai dengan sekarang kita belum ada opsi untuk membatasi subsidi. Artinya belum ada kenaikan (harga) untuk (BBM) subsidi. Masih tetap sama,” jelasnya.

Menurutnya, kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat, khususnya kelompok ekonomi kecil agar tetap terlindungi. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya menjaga kepentingan rakyat. “Bapak Presiden selalu menyampaikan kepada kami, bahwa kita harus bekerja betul-betul penuh dengan hati-hati, dengan memperhatikan kepentingan saudara-saudara kita, rakyat kecil, masyarakat kita yang tidak memiliki kemampuan,” tuturnya.

Pengawasan dan Evaluasi Berkala

Bahlil mengungkapkan bahwa Kementerian ESDM dan Kemenkeu terus mencari skema subsidi yang tepat agar tekanan harga tidak langsung membebani masyarakat. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam konsumsi energi dan tidak melakukan panic buying. Pemerintah juga memperingatkan akan menindak tegas pihak yang menimbun BBM bersubsidi. “Dalam kondisi krisis, kami tetap berupaya agar rakyat tidak terbebani,” tandasnya.

Dia menambahkan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi global, termasuk potensi konflik di Timur Tengah yang berkepanjangan. Evaluasi kebijakan pun akan dilakukan secara dinamis mengikuti perkembangan global yang dapat berubah dalam hitungan minggu maupun bulan. “

[DINAMIS]



[DINAMIS]

“Dinamika ini kan kami akan ikuti. Ini cepat sekali dinamikanya. Bisa per minggu, bisa per bulan. Yang penting bagi kami adalah bagaimana memastikan bahwa stok untuk BBM semuanya bisa clear,” tegasnya.

Share This Article
Penulis yang terbiasa meliput isu-isu pemerintahan, ekonomi, hingga gaya hidup ringan. Ia gemar bersepeda sore dan merawat tanaman hias di rumah. Rutinitas sederhana itu membantunya menjaga fokus dan kreativitas. Motto: "Berpikir jernih menghasilkan tulisan yang kuat."
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *