Sidang Kasus Narkoba Ammar Zoni: Pembelaan yang Menyentuh Hati atau Terlalu Pribadi?
Sidang kasus narkoba yang melibatkan Ammar Zoni kembali menjadi sorotan publik. Dalam sidang pembacaan nota pembelaan (pleidoi) yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Kamis (2/4/2026), Ammar tidak hanya memaparkan pembelaan dari sisi hukum, tetapi juga menyinggung kehidupan pribadinya, termasuk masa lalu rumah tangganya bersama mantan istrinya, Irish Bella.
Peristiwa ini langsung memicu beragam tanggapan dari berbagai pihak. Salah satu respons datang dari Haldy Sabri, suami Irish Bella saat ini. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @haldy_sabri, ia secara terbuka menyampaikan pandangannya terkait hal tersebut.
Haldy menilai langkah Ammar yang membawa isu pribadi ke dalam pleidoi bukanlah keputusan yang tepat. Ia menegaskan bahwa seharusnya fokus pembelaan diarahkan pada perkara hukum yang tengah dihadapi. “Harusnya kemarin Focus dulu aja dgn pembelaan,” ujar Haldy, dikutip dari sumber tertentu.
Selain itu, ia juga menyoroti cara penyampaian pleidoi yang dianggap berlebihan karena menyeret nama istrinya ke dalam konteks yang tidak berkaitan langsung dengan kasus hukum tersebut. Menurutnya hal tersebut tidak perlu dilakukan. “Jangan bikin pembelaan lebay dgn membawa-bawa istri orang,” sindirnya.
Lebih lanjut, Haldy menilai apa yang disampaikan Ammar terkesan seperti curahan hati, bukan pembelaan hukum yang substansial. “Terkesan nya curhat padahal selama ini kita tidak mengusik kita jalan sesuai sewajar nya hidup,” katanya.
Dalam pernyataannya, Haldy juga mengingatkan agar situasi ini tidak memperkeruh hubungan yang ada. Ia berharap tidak ada pihak yang membuka celah konflik lebih jauh. “Jangan membuka ruang untuk memutuskan silaturahmi,” lanjutnya.
Di akhir pernyataannya, Haldy menyampaikan harapan agar proses hukum berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan terbaik. “Semoga Allah SWT memberi yg terbaik ya putusannya nanti…Aaamiiin,” tutupnya.
Ammar Zoni Mengungkap Kesedihan yang Mendalam
Mengenakan kemeja putih, aktor yang kini terjerat kasus narkoba untuk keempat kalinya itu tak kuasa membendung air mata saat menguraikan kehancuran hidupnya yang kini berada di titik nadir. Suara Ammar bergetar menceritakan momen paling menyakitkan yang menjadi awal mula keterpurukannya.
Semua dimulai dari gugatan cerai Irish Bella. Kabar pahit itu ia terima justru saat dirinya sedang berjuang melawan adiksi di panti rehabilitasi pada kasus keduanya. Bagi Ammar, perpisahan tersebut adalah pukulan telak yang meruntuhkan prinsip hidupnya.
“Sungguh menyakitkan, kabar yang saya terima datang dari mantan istri saya. Dia meminta saya memberikan talak kepadanya,” ujar Ammar.
Ammar merasa dirinya ibarat orang sakit yang butuh dirawat, namun justru ditinggalkan saat paling membutuhkan dukungan. “Kecanduan adalah penyakit otak kronis. Lalu kenapa orang yang sedang sakit dibuang? Di saat hanya dialah satu-satunya rumah tempat saya kembali pulang, tetapi malah diasingkan atas kekurangan saya,” kata Ammar.
Kesedihan Ammar semakin berlipat saat mengenang kepergian sang ayah, Suhendri Zoni, ketika ia masih berada di balik jeruji besi pada kasus sebelumnya. Ia menyebut ketidakmampuannya mendampingi sang ayah di saat terakhir sebagai dosa besar.
Momen paling menyayat hati adalah ketika ia diizinkan melihat jenazah ayahnya dalam kondisi tangan terborgol dan mengenakan rompi tahanan. Perasaan bersalah inilah yang diakuinya menjadi pemicu depresi berat hingga ia kembali jatuh ke lubang yang sama untuk ketiga dan keempat kalinya.
Puncak emosi Ammar meledak saat ia menyampaikan pesan langsung kepada kedua buah hatinya, Air Rumi Akbar dan Amala Puti Sabai Akbar. Ia meratapi banyaknya waktu berharga yang terbuang sia-sia di balik jeruji besi, waktu yang seharusnya ia gunakan untuk melihat mereka tumbuh besar.
“Saya minta maaf kepada anak-anak saya, Air dan Amala, maafkan Daddy ya,” ucap Ammar terbata.
Ia membayangkan momen-momen sederhana sebagai ayah yang kini mustahil ia lakukan. “Seharusnya Daddy ada melihat kalian tumbuh, mengajari kalian, membacakan cerita sebelum kalian tidur, mengantarkan kalian ke sekolah. Maafkan Daddy.”
Di hadapan Majelis Hakim, Ammar menyampaikan janjinya sebagai seorang ayah. “Daddy janji ini yang terakhir, benar-benar terakhir. Daddy janji besok lusa Daddy akan tebus semua waktu yang pernah hilang,” tegasnya.
Ancaman Sembilan Tahun Penjara
Meski menunjukkan penyesalan mendalam, Ammar Zoni kini harus menghadapi realitas hukum yang berat. Atas kasus dugaan peredaran narkoba di dalam Rutan Salemba, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntutnya dengan hukuman sembilan tahun penjara dan denda sebesar Rp500 juta.
Ammar memohon kepada Majelis Hakim agar memberikan putusan yang berbelas asih, mempertimbangkan perannya sebagai ayah bagi anak-anaknya yang masih kecil.
Sidang ini menjadi saksi betapa mahalnya harga yang harus dibayar Ammar Zoni atas ketergantungannya pada zat terlarang yang telah merenggut karier, keluarga, hingga martabatnya.